Babak Baru (Lagi): Indonesia Dilaporkan Batal Beli Sukhoi Su-35

Drama pengadaan 11 unit jet tempur Sukhoi Su-35 oleh Indonesia masuk ke babak baru lagi, setelah munculnya kabar anyar, dimana kabar ini sudah diprediksi oleh banyak kalangan sebelumnya, yakni Indonesia membatalkan pesanan jet tempur yang digadang dapat meningkatkan efek deterens di kawasan.
Baca juga: Demam Sukhoi Su-35 Telah Mencapai Anti Klimaks
Pemerintah Indonesia dilaporkan telah membatalkan pembelian jet tempur Su-35 lantaran adanya tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat. Kabar yang pertama kali dipublikasi situs bloomberg.com (12/3/2020), sontak membuat heboh jagad netizen di Indonesia, sebab kabar seputar akuisisi Su-35 sejak beberapa waktu terus mengalami tarik-ulur.
Yang unik dari berita yang dirilis Bloomberg.com, Amerika Serikat juga menekan Indonesia untuk tidak membeli kapal perang dari Cina, yang disebut dengan nilai dikisaran US$200 juta. Pejabat AS yang tak disebutkan namanya mengatakan, Indonesia dapat menghadapi sanksi karena berurusan dengan Rusia.

Seperti diketahui, sejak 2014, Sukhoi Su-35 telah masuk dalam arsenal alutsista yang akan diakuisisi untuk mengisi kekosongan jet tempur di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi. Dan, pada 10 Agustus 2017, akhirnya ada kesepatakan (MoU) antara Indonesia dan Rusia untuk pengadaan 11 unit Su-35 lewat skema barter dengan nilai US$1,1 miliar.
[the_ad id=”12235″]
Meski telah ada MoU, namun drama demi drama menerpa Indonesia dalam usahanya memiliki jet tempur generasi 4,5 itu. Mulai dari alotnya skema barter produk yang ditawarkan oleh Indonesia, dimana Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli seiumlah komoditas ekspor dari Indonesia.

Masalah kemudian berlanjut dengan munculnya Keputusan Presiden AS Donald Trump yang pada Agustus 2017 telah menandatangani UU yang memberikan sanksi bagi negara yang membeli alutsista dari Rusia atau UU yang disebut Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).
Soal sanksi CAATSA inilah yang kemudian merembet pada pengadaan Su-35, lantaran sanksi yang diterapkan bersifat general tanpa pandang bulu, meski ke sekutu AS sekalipun.
[the_ad id=”12235″]
Indonesia tak sendiri menerima nasib atas tekanan Amerika Serikat, Mesir yang juga berencana membeli Su-35 juga telah diperingatkan bakal terkena CAATSA bila meneruskan pengadaan Su-35.
Baca juga: Tentang Pengadaan Sukhoi Su-35, Indonesia Masih Tunggu Pembebasan Sanksi dari AS
Sejauh ini, netizen di Tanah Air masih menunggu kabar resmi dari Kementerian Pertahanan atas laporan yang diwartakan oleh Blommberg.com. Satu kalimat lain yang menarik di Bloomberg.com, yaitu Indonesia dikabarkan menginginkan F-35 Lightning II. Sementara Amerika Serikat, selama ini menawarkan Indonesia untuk mengakuisisi F-16 Viper. (Gilang Perdana)



Russia kata Indonesia tips?
https://theaviationgeekclub.com/indonesia-has-not-cancelled-its-order-for-su-35-fighters-russia-says/amp
aslinya yang bikin ruwet itu rusia sendiri, tidak mau tot, tidak mau offset, ogah-ogahan imbal dagang, maunya uang tunai, apalagi perdagangan indonesia-rusia sangat kecil, tidak menguntungan secara perdagangan bagi indonesia.
Jadi seru perang fansboy. Duit oh duit
Tanda bukti kalo indonesia belum merdeka!
Masih mau di tekan amerika,ga usah amerika,sama singapore aja ga berkutik..
Tau dari mana singapore ditekan ?….kaya dan makmur mana Indonesia dan singapore ?…apa tidak salah…kalau dijajah pasti susah alias mlarat…dan singapore jauh sekali dari kata mlarat.
Mau aja di bodohin Amerika, kalau Freeport itu seperti semut buat apa mereka kirim Obama ke Indonesia?
Hebat sekali kamu bisa tau maksud Obama datang…ajudan Presiden saja tidak tahu…hebat pak kamu…hahaha
Heran, Ngotot banget bela Amerika yg jelas2 penjajah.
doktrin gaya hidup penuh kesenangan baik dari fiksi maupun ilusi cerminan keberhasilan dari ekonomi kapitalis,seharusnya sejak kecil mereka dijejali segala macam berbau barat dan kebarat baratan dan itu sudah jadi budaya kita tanpa atau kita sadari!.
liat politik matrealism mengikuti gaya hidup kaum borjuis,takut pada hal semu dan bayang bayang ,termasuk kematian,meningalkan kenikmatan dunia,coba bayangkan bila kita banyak harta punya kedudukan tinggi dan punya istri istri cantik dan selingkuhan muda dan molek,anak anak lucu lucu cerdas dan tampan pula,pokoknya menyenagkan hati dah,apa mau ambil langkah beresiko hanya untuk memperjuangkan ketidak pastian yang disebut keadilan atau kesetaraan atau bahkan nama besar(pahlawan),kalou kamu pilih mana?.
ifanlaat…kamu sendiri juga bela amerika gitu lo..buktinya kamu pakai barang produksi/ciptaan amerika.
fiksi maupun ilusi itu tergantung kita..tergantung kita menerima atau tidak dan menerjemahkan ke kehidupan nyata,,kalau tidak menerima..maka anda akan berakhir di RSJ
Xixixixixi😁apa yang diterima atau tidak diterima dek?.
maksud gue superman dan spiderman,itu fiksi dan ilusi doktrin!.
masak harus masuk rsj gara gara gue engak nerima dan percaya pada film sih?.
kamu banyakan nonton kecanduan malah bisa buat otak kurang sehat itu fakta!.😏😒😂🤣😅😆
Terus kalo pakai buatan Amerika, mereka jadi bebas jajah kita??
Fikiran mu sudah terjajah, seolah2 Amerika segalanya. Kalau ngga nurut Amerika bakal hancur bla..bla..bla..
Buang fikiran seperti itu jangan mau lah kita di jajah,
ifanlaat…lucu saja…merasa dijajah tapi tetap pakai produksi nya…anak kecil saja pasti tau kalau itu lucu…itu berarti gombalisasi…alias lain dimulut lain dihati….benci tapi rindu.
lawi ibung…film adalah sebuah impian…dulu orang buat film ke bulan…akhirnya tesampaian…dulu orang bermimpi (film) ada mesin bisa menghitung cepat atau berbicara…sekarang terlaksana juga…dulu ada impian (film) orang pegang laptop dan komputer tablet (tab)…sekarang sudah bisa diproduksi..
itulah arti komentar saya tergantung kita menerima atau tidak dan menerjemahkan ke kehidupan nyata,,kalau tidak menerima..maka anda akan berakhir di RSJ…alias stresssssss
Hadeuh, ternyata ga bisa bedain mana hubungan dagang dan mana ikut campur urusan negara lain,
aduh dek kalou bisa bedain fiksi ilmiah dengan fiksi ilusi engak kamu?.
tapi biar tak ikutun pola pikir mu!.
jadi bagai mana kita bisa seperti usa untuk menjadi negara maju kaya dan punya kekuatan militer digjaya?.
jangan cuma kasih omdo aja dek perlu solusi!.
apa kita harus jadi piaran asu gitu supaya bisa seperti usa?.
Hore dapat komentar ke 100 di artikel ini
Monggo.. diambil hadiah pisangnya
Nyam nyam nikmat
SU35 memang luar biasa, semua pakar masuk beri comment, hampir tembus 100, rekor baru sehabis berita si herder 636 improve kilo
berapa puluh tahun as ngeruk kekayaan tambang indonesia?,berapa banyak uangnya?.
dari uang pengerukan itulah yang buat as kaya dan berlimpah,itu baru indonesia belum dinegara negara lainya!.
tak usah menyalahkan orang lain…tak ada gunanya..salahkan diri sendiri kenapa hal itu bisa terjadi..geli sekali mendengarnya
siapa nyalahin olang lain,dia engak nyalahin, dia cuma buka fakta yang ada!.
liat suharto,kesalahan pertama yang patal adalah terlalu percaya dan tergantung pada satu kubu yang buat dia naik dipuncak kekuasaan,dan kubu tersebut juga yang menjatuhkanya,dan hampir buat satu bangsa tinggal nama!.
suharto dan keroninya percaya bahwa dia akan selalu ada dalam bagian kemenangan dan kekuasaan dunia setelah turut berpartisipasi dalam menghalau dan memperlemah lawan kubu lainya!.
yang pada akhirnya kubu yang kalah lah yang jadi harapan untuk mempertahankan dan menyelamatkanya,tapi sayang,mereka masih ingat dengan prilakunya,jadi engan!,setelah pergantian baru lah ada kerja sama dan perimbangan,baik poltik dan militer dengan penjualan alutsista kepada kita!.
Bung Lawi ibung@ sy malah tertawa dgn comment anda bung.
Anda comment seolah situasi dunia dahulu kala sama persis dengan saat sekarang, lalu anda dgn enteng menyalahkan org lain.. hahaha.
Saya beri contoh, jika RRC menyerang Indonesia melalui tangan tangan nya di negri ini saat ini, apakah anda pikir rakyat akan tetap diam indonesia bekerjasama dgn RRC..?? Jika anda jawab, akn terus kerja sama mungkin ada yg salah dgn anda.
Di jaman dulu Bukankah komunis yang memulai, kenapa Soeharto yg di salahkan?? Apakah Soviet dahulu kala itu negara demokratis atau komunis??
Jangan pernah menilai suatu sejarah dr sudut pandang saat ini, cobalah kita belajar masuk ke era terjadinya sejarah tersebut.
Jika sudut pandang saat ini yg di pakai, yakinlah tidak akn ada pemerintah yg benar dimata rakyat, semuanya pasti dinilai buruk.
aduh dek ketawa karna kamu engak paham isi komen orang lain itu yang lucu!.
lari kemana mana komen mu,kekomunis segala!.
dah komen panjang ngelantur lagi !.
saya engak bahas itu dek,yang saya bahas iyalah fakta tidak ada keseimbangan dunia dan keseimbangan dibutuhkan dalam percaturan dunia!.
masalah suharto itu satu contoh saya,bagai mana dia naik dan terkena sehinga dia diturunkan pula oleh sang adidaya!.
kalou masalah komunis kamu belajar lagi sana apa itu komunism paham paham lainya,biar engak banyak ngawurnya!.
Gagal maning…. Coba kalo gerak cepat dari 5 taon yg lalu saat MOU sudah jadi dan langsung di eksekusi. Sekarang kita sudah bisa nonton SU 35 menari-nari di langit NKRI.
Terlalu banyak komponen di KFX/IFX made in Amerika, bahkan untuk F-16 TNI AU saja hingga saat ini max hanya di berikan rudal range medium dengan jumlah terbatas.
Sekedar info saja, KFX/IFX 95% persenjataaannya mirip dengan F-16.
Akan sangat kurang efesien jika memiliki jumlah pespur banyak, akan tetapi setiap pespurnya hanya dibatas jumlah rudal dan jangkauannya.
Itulah sebabnya rencana TNI AU mengakusisi SU-35 tidak dalam keadaan “Kosongan”.
Komen apa lagi ini, tambah nggak bermutu
KFI/IFX itu kerjasama Korsel dan Indonesia, Korsel juga menggandeng AS dan juga Eropa serta negara lainnya yang dimaui, Komponen KFX dan IFX berbeda, tergantung kebutuhan Korsel dan Indonesia, mirip seperti gaya pemasangan Su-30MKI (India/Malaysia), KFX/IFX sudah matang memasang rudal Meteor dan Amraam.
Tak ada pembatasan persenjataan, yang membatasi hanya uang saja
Coba bandingan Canggih mana RVV-AE dan AMRAAM 120C7 semuanya milik TNI ??
Sudah ya aku malas membalas komen tak bermutu seperti ini lagi
bkn salah amerikanya yg salah itu indonesia sendiri knp belanja 11 biji lama bnr sampe brp taon kl itu caatsa 2017 nongol sebeomnya kan uda tawar2an knp gak langsung sikat, kl di blg g jd beli ntar banyak org sok pinter tuh nongol pake alesan bgnlah bgtlah pejabat pd gengsi gede tinggal blg batal aja susah bener tarik ulur sampe betaon2
Pembelian alutista tidak seperti beli peralatan elektronik bro…
Jika pembeliannya tanpa broker, artinya harus dengan sekema G to G (G = Goverment)
Terlebihlagi persyaratan untuk impor alutista hukumnya wajib harus ToT dan juga imbal dagang.
Mengenai aturan dari Amerika untuk negara yang membeli alutista dari Rusia dan China adalah sikap politik luar negri mereka.
Karena sumber penghasilan terbesar Amerika adalah penjualan alutista.
Pembelian Alutsista dari Rusia tidak mengenal G to G, tapi harus melalui makelar dahulu bahkan sampai berlipat-lipat. silahkan cari beritanya banyak.
Berbeda dengan Amerika yang ada G to G nya sejak jaman dahulu
Sudah ya aku malas membalas komen tak bermutu seperti ini lagi
ah sok tau kamu,itu jaman dulu dan semua produsen alut sista!.
kok mirip saga kilo ya…..
waduh mohon jangan ngembari nick nya dengan saya…..
Inti caatsa kan sudah jelas, bahwa siapa pun membeli peralatan militer di negara tersebut, akan segera diputus rantai bisnis dengan AS.
Jadi tidak ada paksaan bagi Indonesia untuk membelu Su-35 atau peralatan milter lainnya.
Namun Indonesia harus siap diputus mata rantai bisnis dengan AS sampai ke ujung.
Kasusnya mirip dengan Huawei yang tidak boleh memakai part dan hak cipta perusahaan AS, hingga huawei kelimpungan, karena setelah diselidiki prosessor Kirin ciptaanya begitu juga OS HongMeng ternyata masih mengandung hak cipta AS
Salah satu tolak ukur nilai mata uang adalah emas.
Jika Amerika memutus rantai bisnis dengan Indonesia tinggal kita ambil alih ladang emas kita di tanah Papua.
Sebenarnya Amerika terlalu ambisius yang dapat menjadi bumerang untuk negaranya sendiri.
China yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia jika di gabung dengan Indonesia, Rusia dan negara lainnya, secara otomatis dapat mengurangi sektor swasta mereka.
Tentu saja dengan catatan, jika masyarakat dari negara yang sedang perang dagang dengan Amerika tidak membeli dan menggunakan product made in Amerika.
Selama ini Amerika menciptakan kegaduhan di dunia guna untuk mendongkrak sumber penghasilan terbesar mereka, yaitu penjualan alutista.
Mereka juga sedang mengalami krisis energi (minyak) dan oleh karena itu mereka lebih cendrung bermain di air keruh di negara penghasil minyak.
Komennya kok aneh sekali ya, kacau sekali dan lebay
freeport sekarang, 51% sahamnya telah diambil alih PT. Inalum (BUMN) tahun 2018 jadi sekarang secara otomatis kendali Freeport telah kembali ke Indonesia, sering-seringlah baca berita ya pak/bu agar tidak ketinggalan odong-odong.
dan tanpa freeport pun AS sudah terlalu sangat besar di dunia, selaun mata unag dunia, ingatlah perang dunia II dan sampai sekarang, siapa yang punya armada AL, AU, AD terbesar didunia
Sudah ya aku malas membalas komen tak bermutu seperti ini lagi
Freeport kontraknya akan habis tahun 2022, artinya tanpa harus beli sahamnya pun kita bisa memiliki 100persen, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
Tapi aneh nya kontrak nya di perpanjang sampe 2040an. Dan kita malah membeli saham nya.
Kalau baca berita jangan setengah2. dah gitu komennya seolah paling pinter
freeport itu bagaikan semut kalau disandingkan dgn raksasa bisnis amerika seperti walmart,apple dll.
dgn kata lain kalaupun mereka kehilangan freeport pengaruhnya kecil nyaris tak terasa, cadangan emas federal g akan berkurang ditambah lagi yg namanya cadangan emas terbukti itu bukan hanya di tambang freeport
tapi sebaliknya kalau kita sampai di embargo oleh caatsa akibatnya fatal
dimulai dari ekpor kita ke us yg nilainya lebih besar dari impor us ke kita kemudian banyak produk us yg pasti akan hilang seperti android,intel,facebook dll
bodoh sekali kalau sampai mengorbankan semua itu hanya demi pespur yg radarnya masih PESA
Dari sisi pemerintah mereka tidak mau kemampuan ekonomi Indonesia ambruk jika CAATSA diterapkan
Dari sisi bumnis terutama PT. DI kabar baik buat alokasi program IFX yang kita sendiri masih seret pembayarannya
Dari sisi TNI dan TNI AU tidak perlu repot penambahan biaya kustomisasi dan integrasi karena dananya bisa dipakai untuk alokasi lain yang lebih penting seperti NCW, radar terutama radar pasif, AEW, C4ISR dan tentunya pesawat tenker dan tentunya air lifter buat angkutan mudik
Mau aja di bodohin Amerika, kalau Freeport itu seperti semut buat apa mereka kirim Obama ke Indonesia?
ifanlaat
Kontrak freeport bisa diperpanjang secara automatis bila freeport mau…tanpa bisa dicegah oleh RI..karena sudah masuk ke UU Negara….UU yang sangat konyol produk Orba…..silahkan lihat keterangan dari ketua MK Mahfud MD pada Acara ILC…
ifanlaat
Hebat sekali kamu bisa tau maksud Obama datang…ajudan Presiden saja tidak tahu…hebat pak kamu…hahaha
aduh dek ini bukan masalah sesepele yang kamu pikir dek!.
bukan hanya masalah pespur ini apa senjata ini itu saja.
tapi ketergantungan kita pada satu dua negara buat tersandra nya kita dan bisa jadi bom waktu yang kita buat sendiri!.
contoh yang lalu era suharto,betapa mudahnya kita diintervensi dan betapa mudahnya mereka mengoyang kita.la enak kalou digoyang dangdutan para biduan,nah ini ekonomi dan setabilitas kita yang digoyang,salah langkah yang kita ambil bisa berpotensi terulang nya kejadian masa lalu!.
saya harap adik adik paham dengan penjelasan sedikit simbah!.
yang penting itu tindakanmu sekarang itu apa…resikonya bagaimana…percuma kalau hanya menggerutu tidak ada gunanya.
ya harus imbang dan jaga keseimbangan,jangan mau dijadikan sapi perahan untuk negara lainya,sikap netral tapi tetap tegas jaga kepentingan nasional,dimana harga diri bangsa?,dan bagai mana kita bisa jadi negara berdaulat dan besar kalou tidak mampu menentukan arah kebijakan nasional tanpa intervensi asing!.
lagian kita salah satu pembentuk non block dimana muka kita didepan negara negara sahabat!.
Pada lupa ya, sudah dijanjikan ruski ikut partisipasi tampil, seperti apache dulu.
Tunggu saja, lihatlah ke langit tgl.5 okt, pada nangis bombay deh pens catsa..😀
Itulah klo jadi negara berkembang. Apalagi sejak Trump jadi presiden, dia menabuh genderang perang dagang dgn China. Ekonomi China yg kuat saja kontraksi pertumbuhannya gegara trade war ala Trump apalagi Indonesia ?
Terbaru, Indonesia sdh dihapus dari daftar negara penerima fasilitas khusus ekspor. Akibatnya harga barang Indonesia jadi mahal sama dgn negara2 maju
Daripada F-35 Lightning II lebih baik semua kebijakan pembelian pespur ditunda, termasuk pembelian F-16 Viper.
Aturan yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika sungguh memojokan Negara Repuplik Indonesia yang berstatus Non Blok.
Semua kembali kepada pemangku kebijakan, apakah kita akan di “Dikte” oleh Amerika, atau kita menjalankan politik Luar Negri yang “Bebas Aktif”
Jika negara kita diperlakukan seperti itu, sudah saatnya pemangku kebijakan di negara kita mengambil alih aset berharga yang dikelola oleh Amerika, contohnya seperti “Freeport”.
Agar Amerika berpikir dan menerapakan bahwa hak dan kedaulatan Negara Republik Indonesia bukan ditentukan dan diatur oleh mereka.
yang ditakutkan kan bukan hanya sekedar sangsi bung.
bisa jadi menjadi aksi,sudah biasa usa ganti pemimpin suatu negara karna tidak sesuai dan sejalan dengan kepentinganya.
apa lagi banyak elit kita yang kemaruk dunia dan kekuasaan lebih memudahkan jalan usa mencapai tujuan.
apa lagi negara Commonwealth of Nations adalah kunci penting kepentingan usa dan england.
Yang benar sejak TNI AU dipimpin oleh yang sekarang jadi Panglima TNI AU para perwira baik di Mabes TNI dan TNI AU diisi oleh Pati dan Pamen yang western oriented. Russian party sendiri sudah bubar. 4 unit Mi26, penambahan Mi17, Sprut, SPG Vena, BTR 8, BMP3F SPAAG 57mm, manpads Igla, ATGM Kornet, Pantsir ME yang sudah direncanakan bakal diakuisisi akhirnya tidak jadi. Hal-hal tadi bisa saja terjadi untuk Su35
@distata.jadi menurutmu pati itu ada block blockan segala gitu?,engak ada dek dan engak boleh ada.
karna prajurit bahaya kalou ada kaya pans boy.
@terranmcv.
ya salahkan sistem dan pembuat sistemnya lah.
kita kan orang kecil mana tau urusan.maksudnya saya orang kecil yang belum besar.
Wajar Rusia dikorbankan. Partner TNI terutama TNI AU baik BUMN dan swasta nasional tidak ada yang bermitra sama Rusia. Kalau ada cuma ATPM truk Kamaz dan Tatra tapi TNI AU malah pengguna Isuzu. Di mata TNI AU pespur workhorse, tanker, air lifter, NCW, MPA dan gunship lebih urgen daripada air superiority. Calon air superiority TNI AU sudah ada yaitu IFX.
Panglima TNI dan Kasau sekarang penganut NCW oriented dimana pilihan national datalink kemungkinan besar Link 16. Pikiran rasional mereka memutuskan daripada membeli pespur air superiority role yang tidak nyambung dengan Link 16 lebih baik alihkan saja ke IFX.
Pak Hadi Tjahjanto baik sebagai Kasau dan Panglima TNI maupun penggantinya Yuyu Sutisna tidak seperti Kasau sebelumnya. Sangat jarang banget komentar beliau yang menyinggung Su35. Makin terkini makin nihil. Beda banget dengan Moeldoko, Gatot Nurmantyo dan Agus Supriatna yang kerap menyinggung Su35. Justru yang sering komentar tentang Su35 malah mantan menhan Mbah RR. Penggantinya terlihat satu suara dengan Panglima TNI dan Kasau. Gelagat batalnya Su35 sudah kuat karena benteng terakhir pro Rusia tidak terpilih lagi sebagai Menhan
aduh mbah ayam link 16 itu cocok kalou ketemu sekutu sebagai lawanya!.
kalou masalah pati atau petinggi tni saya no comment!.
karna memang lulusan us memang mendominasi.
F-35 L II sendiri terlalu banyak masalah, jika tetap diakusisi juga percuma, karena untuk status rudalnya hanya diberikan range medium, sama seperti F-16 yang kita miliki saat ini.
Untuk program KFX/IFX pun akan senasib dengan F-16 jika tidak diperhitungkan dengan matang, karena terlalu banyak komponen dari Amerika.
Mungkin kita harus mencari options yang lebih baik, atau menunda hinga Donald Trump lengser… 🤣
Nggak ada yang melarang beli Su-35. Cuma, US nggak mau berdagang dengan negara yang beli senjata dari Rusia. Kata US, “silahkan beli Su-35, tapi jangan berbisnis dengan kami”. Dan itu hak mereka mau jualan sama negara mana, kita nggak bisa protes.
Kenapa nyali Indonesia ciut? Karena Indonesia banyak mengimport produk dari US. Jadi salah siapa coba?
Ada yang menyalahkan US nih yeee.
1. Kondisi internal TNI dan TNI AU kini dipegang perwira pro barat.
2. Kita terjebak di program IFX apalagi IFX punya role sama dengan Su35. Munculnya nama F35 sudah sangat jelas berhubungan dengan IFX. Boleh percaya boleh tidak negara yang paling rajin meminta kita keluar dari program KFX/IFX adalah Rusia dan Swedia
3. Pemimpin TNI dan TNI AU saat ini pendukung NCW. Su35 dianggap mengganggu karena masalah integrasi datalink
Lhooo bukannya dulu menurut penerawangan ahli nujum “ki ayam jago”…..sodara tuanya “tukang ngitung, phd” soal pembelian su-35 ini tidak bisa diganggu gugat 🤔
Malah katanya beli cuma 11 bakal sparing patner buat hadapin su-35 milik cina 😹😹😹
Jejak digital ga bisa bohong lho pakde ayam……🕵️
ah itu kan saya lagi ngelindur dek,sekarang baru saya secara sadar bicara seperti ini,kecuali nanti ada perkembangan dan perubahan baru lagi.
langsung borong rafaele aja pak, jangan pake lama……
Makin seru alur ceritanya.
Di suriah, begitu dijaga SU35, pespur lawan gak ada yg berani lawan, itu kenyataan batle prupen, makanya dilarang catsaa
Suatu BIG chance utk membeli dan mendapatkan ToT utk figther paling shakti nan canggih di dunia, ialah : J-20 Made In Imperium Tiongkok.
Ada kalimat blombeg yg keren? :
Washington hanya menjawab itu hanya kebijakan mereka dan AS khawatir Su-35 akan memberikan keunggulan taktis di udara atas negara tetangga Indonesia.
Berarti bener setrong..!!
Waduh diplesetkan…yang mengatakan itu bukan pihak bloomberg, tapi pejabat Indonesia yang diwawancarai..silahkan dicermati
Type 051 destroyer. Ada 13 unit status reserve atawa blm discrap. Ada paket modernisasi dari sensor, elektronk, armament, wiring dan powerplant untk mengaktifkn kmbali
Bekas pula. Biaya USD 200 ketinggalan buat aktif kembali kemahalan. Kalau ini bukan tekanan US tapi kita yang tidak mau tawaran Cina buat destroyer bekas tersebut
Pesawat ep16 mah cuman bisa ngusir ilegal fishing……….Go go su35 harus terus berjalan, batalkan proyek investor amerika untuk bangun ibukota baru, indonesia tidak bisa ditekan
Kalau Su-35 asli bisa menimbulkan efek Deterrent tapi kalu F16, bekas pula cuman epek deterjen :-), kalau Viper, kita tunggu aja nanti.
Btw 200jt dolar itu dapat berapa biji😂
Prancis tidak pernah melakukan embargo militer. Tahun 1999 Jerman dan Swedia akibat pelaksanaan DOM Acdh. Jerman, Inggris, US & Swedia baru mencabut embargo di akhir 2005
2001 Prancis kasih lampu hijau untuk Mistral dan Exocet sebagai arsenal utama untuk program Korvet Nasional yang dimenangkan Damen dengan kontrak Sigma 9113 di 2003
2001 MBDA France ikut tender rudal hanud TNI AU dan jadi pemenang tapi yang dapat kontrak malah QW3 dengan alasan keterbatasan anggaran.
2003 akhir kontrak 2 sistem Mistral untuk TNI AD
Pada tahun itu juga ada kerjasama antara Pindad dan Renault yang jadi awal lahirnya Anoa dan Komodo
Kontrak pembelian rantis Panhard yang nantinya diturunkan buat operasi perdamaian di Libanon
Timeline itu ketika embargo senjata oleh barat tapi nyatanya ada pembelian arsenal dari Prancis
Wah ngelantur sekali…baca lagi beritanya
Embargo itu karena peristiwa pasca kerusuhan jajak pendapat di TIMTIM.
Perancis melakukan embargo mengikuti anggota NATO lainnya dengan tidak mengirim rudal Exocet.
Pihak Damen mengatakan mengatakan…”ada kekurangan syarat administratif” sehingga pengiriman Exocet terlambat…maka bisa ditebak apa itu kekurangan syarat Administratif ?
tenangggg dulu para fans …… selama blm ada statement pengumuman menhan, semua berita adalah gosip, masa mau percaya dg publikasi bloomberg, emang dia siapa? musti sabar spt biasa biar lebih terbiasa menunggu.
Pantas pak bowo sempat lihat2 ke dassault rafale, tapi yg menarik pemesanan kaprang ke China senilai US 200 juta, Admin indomiliter punya data masalah berita ini ?? karena yg sering di beritakan adalah potensi pengadaan frigate Iver huitfeldt.
Yang kena sanksi kalo beli sukhoi pake dollar AS. Kalo belinya pake rupiah atau rubel rusia ngga mungkin kena sanksi AS.
menurut saya kemungkinan su 35 akan datang ke indonesia tetapi bersifat rahasia. suatu saat tiba tiba nongol sdh terbang di langit indonesia
Kayak sinetron tukang bubur naik haji. Gak kelar kelar Sinetronnya….
daripada beli SU 35 atau F 35 atau F 16 mending duitnya buat bayar iuran KFX/IFX
“Indonesia adalah negara berdaulat, tidak ada negara yang boleh mengancam dan mengintervensi keputusan penting terkait pertahanan Indonesia,” ujar Dahnil dalam pesan singkat, Rabu (18/12). Dikutip dari CNN News
Tak ada yang mengancam Indonesia…siapa yang mengacam ?…tidak ada
Kata Amerika….Silahkan beli Su-35…..tapi hak kami untuk tidak menjual Produk kami ke Indonesia (Android, Windows, Intel, AMD, Apple, Nvidia, Radeon General Electric, pratt & whitney, GPS, Boeing, Facebook, Whattapps, Instagram…dan lainnya banyak)…nah loe Modaaar koe
Tambahan…Snapdragon, Playstation (karena ada komponen kami), Nintendo (karena ada komponen kami), Film-Film Hollywood…tak boleh pakai Internet (karena WWW itu buatan kami), alat alat rumah tangga (karena ada hak cipta kami)…wkwkwk….balik aja ke gunung loe
Intinya belum merdeka …bro
nasionalisasi aja FREEPORT,CALTEX,AMCO dan lainya anggap aja uji nyali pakde JOKO masa kah ama mbah KARNO gitu aja kok repot!!!
Kalo kita merdeka harusnya ambil alih usa nodong kita pakai senjata kita todong pakai pisau…kita ambil alih aset2 USA di Indonesia benar bro kalo itupun kita punya nyali jangan takut di kerdil kan USA sekali dkita di injak selamanya pasti di injak….harga diri bangsa ada pada presiden rakyat hanya mendukung…mau setiap orang kerjasama sama rival USA mau di todong senjata …ayo bangkit NKRI
Silahkan kalau merasa belum merdeka…kalau aku sudah merdeka …bisa bebas sana sini…bisa beli apa saja…hahaha
Masa sih?!?!turki ama india woles² ae.kalo kejadian nya bener sampe segitunya malah mamarika yg bakal rugi besar.lagian jg inkompetensi dlm mencegah domestic issues bukan kali pertama terjadi–ujung²nya nyalahin/nekan negara lain.gak apa² SU-35 gak jadi d tebus kan masih ada S400,Tsirkon,Kalibr.
Berlebihan banget, di kira Amerika ngga takut kehilangan pengaruhnya. Coba kalau seluruh negara jadi musuh nya. Jadi leroy juga.
@ua kapitalism sejati.
emang barat doang yang bisa buat dan menguasai tehnologi.
karna sistem yang dibuat barat maka ada ketergantungan padanya.
selama kita tidak memperjuangkan apa pun selama itu tidak ada hasil apa pun yang baik termasuk ketergantungan.
mungkin itu maksud mu ?.
bukan hanya kemerdekaan dari kolonial saja yang harus diperjuangkan tapi kemandirian dan kesejahtraan serta kesetaraan itu juga butuh diperjuangkan.
whoahahahaha… ternyata blom merdeka… kuchiyose no jutsu ! (Mr. Soekarno)
@Suga
di kira nasionalisasi perusahaan asing bakal menyelesaikan masalah? malah justru bikin tambah parah, belajar dari sejarah, Sukarno dulu nasionalisasikan persuahaan asing, jadinya ekonomi kita longsor dengan inflasi, defisit ditambah kegagalan sanering, dll.
Silahkan kembali ..rasakan sendiri…tak bisa beli baju..makan hanya nasi saja…itupun sulit…sering hanya bisa makan pelepah pisang…tak ada televisi..hanya radio RRI..itupun hanya ada di kelurahan..tak bisa beli sikat gigi..hanya bisa pakai bata merah yang di haluskan…silahkan…
selama maidset kita mengikuti apa yang orang lain tanamkan(doktrin)selama itu juga kita selalu ikut arusnya.
apa kita berpikir perang dingin hanya merebutkan pepesan kosong dengan nama idiologi(kapitalism+sosialism)tapi kita tidak berpikir itu yang menentukan sistem dunia saat ini,termasuk industrialisasi dan perbankan yang dikuasi pemodal.negara boleh kecil dan tanpa sumberdaya tapi mereka makmur sejahtra pertanyaanya mengapa bisa?.
contoh sederhananya jepang dengan investasi otomotifnya,bahan baku punya kita pekerja nya juga kita yang beli juga orang kita lantas uangnya dan keuntunganya punya siapa?.
engak perlu lahan engak perlu sumberdaya yang diperlukan adalah pengetahuan(ilmu)dan sistem perbankan(monopoly).
Angkat
Banting
Angkaaat
Bantiiing
ANGKAAAAT
BANTIIIIING
ANGKAT LAGIIIIIIII…..
BANTING LAGIIIIIIIII……
ayo? Ada yang masih kuat gak??
Gagal maning….gagal maning….
Tambah Super Tukino ae wes murah meriah…cukup kalo cuma lawan OPM….
Leh ugha mas. Biaya perawatan murah dan mudah. Oh iya kita Ra sah tuku rudal suruh ae dukun dukun santet kirim santet wkwkwkwk
Merdeka…., trnyata blom merdeka😊
kamu punya hp ? kamu bisa beli fresh chiken ? kamu bisa makan enak ? kamu bisa beli sepda motor ? kamu bisa mobil ? kamu bisa……bla bla bla…kok ngomong belum merdeka ?
Mungkin maksudnya bukan secara langsung. Buktinya untuk kepentingan negara kita, kita masih bisa di stir oleh negara lain. Kemungkinan kalau kita nekat gak ikut haluan setirnya bukan gak mungkin kita kehilangan semua yg mas bro tadi sebut.
Siapa yang nyetir ? tidak ada…baca CAATSA itu apa ? Amerika mempersilahkan beli Su-35….tapi setelah itu jangan lagi pakai produknya Amerika…silahkan pakai produk negara lain…LoL
Iyalah demikian ? Haha gak kali, hanya sektor pertahanan
Blomberg media sales produk us/barat 🤭🤭😂
RBTH media sales produk rusia…wkwkwk
Akhir riwayat Sukhoi di Indonesia? Kalau begitu tinggal menunggu Su 27 dan Su 30 pensiun tanpa ada penerus. Saat itulah kekuatan udara kita bakalan dikendalikan barat 100%.
Penerus air superioritas adalah IFX
Daripada nanggung, takut kena sanksi atau engga. Langsung borong aja 50 unit viper. Biar Amerika puas.
Daripada minta f35 dikit juga pasti ga dikasih.
it’s all about money….
NO MONEY….NO PARTY…
NO MONEY…NO DELIVERY….
Ancaman sanksi amerika hny salah satu dr bberapa kelemahan tarik ulur SU-35..
It’s all about MONEY my friend…..tdk usah bny alasan yg lain2…
Amerika jg tk mw kehilangan potensi uangnya…
Di lirik…di lhat…d bayar…
Gripen aja. Sapa yg setuju? Hehehe
Fury@ ane setuju om… Murah meriah muntah😀😀😀
Bungkus F35 aje dahh,….
Mahal om…
Jadi Belum merdeka dari penjajahan ??
kalau tak pernah merasakan dijajah sebelum tahun 1945 diam aja loe.
Sales Amerika ngamuk,
Amerika penjajah, mau nutupin fakta??
Komennya merasa jadi pahlawan.
Maunya di stir negara lain. Lalu jika beli blok barat terus kita akan sangat menderita jika sewaktu – waktu terkena sanksi embargo. Gak bisa liat sejarah apa???
Gw bukan fanboy Rusia cuma menilik sejarah memilukan kita pernah kena embargo blok timur dan yg terbaru blok barat seharusnya memiliki alutsista dari kedua blok pilihan terbaik saat ini, sebelum industri militer dalam negeri kita bisa mandiri.
Kalo punya duit sih bisa melihara alutsista dari dua kubu sekaligus. Jangan dikira, mahal loh. Harus punya sistem komunikasi masing2. Punya data link masing2. Sekarang kan kalo lagi tugas, Sukhoi2 kita nggak bisa komunikasi data dengan kapal2 permukaan kita (misal PKR) yang menggunakan teknologi barat. Atau dengan F-16, nggak bisa nyambung. Paling cuma komunikasi radio doang.
Akan jadi sulit untuk membuat sistem yang benar2 terintegrasi. Bisa (contoh India) tapi sulit dan mahal.
Kalo ingin benar2 bebas dari embargo dari kubu manapun, ya… bikin sendiri.
Link 16
Makanya mas bro ane bilang sebelum industri militer kita mandiri.
Cara ini cukup aman. Masalahh perawatan mahal memang benar, untuk itu TNI tadinya hanya fokus ke dua varian tersebut yakni Sukhoi dan F 16. Yang penting gak terlalu gado gado lah misal, tambah Gripen, tambah Rafale, tambah lagi yg dari China Shenyang atau apalah.
Tak bisa mandiri…wong mesin dan beberapa komponen masih buatan amerika.
Apalagi NC212, CN235, N219 masih pakai mesin dan komponen amerika. diganti mesin rusia, china. tak ada yang mau beli LoL
CAATSA bukan hanya untuk Industri Militer, namun juga berdampak Ekspor kita ke amerika yang sangat besar (kedua terbesar) dan Surplus (ekspor kita lebih besar dari Impor) belum lagi pengaruhnya ke sekutu sekutunya, PHK besar besaran menanti kita
Semua mesin pesawat pesawat PT.DI buatan General Electric dan Pratt & Whitney USA, tak mungkin pakai mesin Rusia atau China pasti TIDAK LAKU
berlaku juga PT. PAL dan Pindad
Bahkan bisa memengaruhi sekutunya Jerman, Perancis, Inggris agar memutus hubungan dengan Indonesia
Jadi intinya bayang2 embargo masa lalu terus mengamcam selama terus memakai buatan AS kan? ….hehehe
Lebih baik akuisisi 32 rafale sebagai pengganti Sukhoi dan sekaligus menyingkirkan si Viper. Itu win win solution terbaik.
Rafale lebih mumpuni ketimbang F-16.
Dagangan gue tuh, rafale…..maen samber aja 😏
Oon benar nih org…lupa ya tahun 1999 perancis juga ikut mengembargo tni…lupa ya amerika bisa nekan perancis seperti kasus mistral pesanan rusia
Lantas kita harus menurut saja begitu? Lalu bagaimana kalo kita mau gunakan untuk operasi melawan KKB?? Mereka melarang. Belum lagi kalau gesekan dgn sekutunya contoh Singapura dan Australia yg sudah punya F 35?? Gak ingat kasus Bawean dan lanud Kupang?
Memang sih ini jadi dilema. Kalau dapat sanksi sudah pasti program program pemerintah pasti terdampak. Jadi ya lihat saja, kalau memang harus akuisi produk barat lebih baik langsung ke AS sekalian, soalnya dampaknya sama saja.
Jangan beli produknya amerika….gampang kan. gitu aja kok repot
baca CAATSA itu apa….
Vote buat 35 yang paling sakti bukan Su35 ataupun F35. Tapi Mig35.
Yes!
Rafale? F-15? SHornet?
Huhuhuhu…..
Stregyschy 4 unit, 1 skuadron Su 30 MK2 buat Skuadron Udara 16 yang sudah tercantum di MEF, Osa 5 baterai hanud yang hampir tanda tangan kontrak dan Kilo 5 unit sudah kontrak pula akhirnya batal karena tidak ada titik temu antara Indonesia dan Rusia serta kita kepincut alutsista lain dengan harga lebih bersahabat. Ada apa dengan Su 35. Ganti saja deh dengan opsi lain yang lebih bersahabat terutama harga tentu saja Mig 35. Kalau mau lebih murah Yak 130 saja. Pokoknya dual engine strong!!!
Sama aja bung, itu produk Rusia jg. Masih tetap terkena sanksi.
Yg terbaik adalah akuisisi Rafale buatan Perancis. Jadi No AS and No Rusian product
Boleh aja promoin produk perancis…..tapi itu namanya ganti dulu jadi “bang frangky” 😨😱😳
ola ola Oon benar nih org…lupa ya tahun 1999 perancis juga ikut mengembargo tni…lupa ya amerika bisa nekan perancis seperti kasus mistral pesanan rusia
Nah looo, Nyimak aja, nunggu munculnya amarah kubu Ruzkeya..hehehe