Diluncurkan dari F-16 Fighting Falcon, Thailand Hantam Basis Militer Kamboja dengan KGGB (Korean GPS-Guided Bomb)

Bersama dengan jet tempur Gripen, F-16 Fighting Falcon juga dikerahkan Angkatan Udara Thailand untuk melancarkan serangan presisi ke basis militer Kamboja di perbatasan. Dan terkait serangan udara dari F-16, kabar beredar mengindikasikan penggunaan bom pintar (smart bomb) buatan LIG Nex1, KGGB (Korean GPS-Guided Bomb).
Media sosial lokal menyebut Angkatan Udara Thailand telah menggunakan KGGB untuk serangan jarak jauh selama bentrokan yang sedang berlangsung dengan pasukan Kamboja. Sumber-sumber mengindikasikan serangan udara tersebut menghancurkan sebuah pos komando, beberapa depot amunisi, dan setidaknya dua sistem roket BM-21 Grad.
Janes.com pernah melaporkan bahwa Thailand telah memesan 20 unit KGGB dalam dua batch terpisah dari LIG Nex1 pada tahun 2022. Total biaya kontrak tersebut adalah 102 juta baht, atau sekitar US$2,8 juta. Dan baru kali ini, KGGB digunakan dalam pertempuran.
#Thailand‘s 2nd Army Region has released footage showcasing #F16s executing an accurate airstrike with #KGGB. This precision operation targeted the 8th and 9th Support Infantry Division Headquarters of #Cambodia, units identified as responsible for artillery attacks against Thai. pic.twitter.com/yi1uwQOhyD
— Hwarang (@KDefenseInsight) July 27, 2025
KGGB, atau Bom Berpandu GPS Korea, berfungsi sebagai perangkat luncur yang dirancang untuk mengubah bom serbaguna konvensional seperti Mk82 menjadi senjata presisi. Perangkat ini mencakup sayap yang dapat dilipat dan sistem navigasi inersia serta panduan satelit gabungan. Kemungkinan kesalahan melingkar (CEP) sekitar lima meter pada jarak pendek dan hingga 13 meter pada jarak luncur maksimumnya.
Uji terbang telah menunjukkan bahwa KGGB dapat mencapai target dari jarak 47 hingga 103 kilometer, dengan akurasi dilaporkan berkisar antara 0,4 hingga 8 meter, tergantung pada jarak dan kondisi.
Polandia Incar KGGB (Korean GPS-Guided Bomb) – Bom Pintar untuk Persenjatai FA-50PL Fighting Eagle
KGGB dimodelkan berdasarkan sistem seperti JDAM-ER (Joint Direct Attack Munition – Extended Range). KGGB merupakan solusi modern untuk meningkatkan kinerja amunisi konvensional dengan tetap menjaga efektivitas biaya. Bom-bom ini kompatibel dengan berbagai macam platform udara, termasuk pesawat tempur ringan seperti FA-50, serta pesawat angkut dan pendukung yang lebih besar, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk berbagai operasi militer.
LIG Nex1 memproduksi KGGB bersama dengan Agency for Defense Development (ADD) yang menangani aspek penelitian dan pengembangan.
Proses pengembangan KGGB dimulai pada awal 2000-an, dengan tujuan menciptakan senjata pintar yang mampu memberikan kemampuan serangan presisi sambil tetap hemat biaya. Uji coba berhasil dilakukan pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, membuktikan bahwa sistem GPS/INS dan sayap lipatnya dapat bekerja secara efektif.
Dengan lebar sayap sekitar 3 meter saat mengembang, KGGB menunjukkan kemampuan optimal dalam peran stand-off weapon, menjaga pesawat pembawa tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh. (Bayu Pamungkas)


