Di tengah Ketegangan dengan Venezuela, Angkatan Laut AS Terima Wahana Amfibi Terbaru, LCAC 114 dari Textron

Di tengah ketegangan antara Venezuela dan AS, Korps Marinir AS (USMC) kini tengah melakukan latihan militer di Puerto Riko, berjarak sekitar 900 km dari Venezuela, ribuan marinir AS melakukan latihan pendaratan di pantai, salah satu yang kemudian viral adalah momen pendaratan amfibi menggukan hovercraft pengangkut atau Landing Craft, Air Cushion (LCAC), yang diluncurkan dari kapal amfibi jenis Landing Helicopter Dock (LHD) dan Landing Platform Dock (LPD) yang berada di Laut Karibia.

Baca juga: Diminati Panglima TNI, Inilah Spesifikasi LCAC – Wahana Pendarat Amfibi ‘Anti Ranjau’ Andalan US Navy

Bicara seputar LCAC, wahana amfibi legendaris ini selalu digunakan oleh USMC, meski begitu, operasional LCAC berada di bawah kendali Angkatan Laut AS (US Navy).

Dan belum lama ini, US Navy telah menerima unit terbaru, yaitu LCAC 114 dari Textron Systems. Seperti dikutip Naval Technology, LCAC 114 adalah bagian dari program Ship-to-Shore Connector (SSC) yang sangat penting, yang dirancang untuk menggantikan armada LCAC-1 yang sudah tua.

Penyerahan LCAC 114 menandai tonggak penting dalam upaya modernisasi kekuatan pendaratan amfibi AS. LCAC 114 adalah salah satu unit terbaru dari generasi hovercraft pendaratan yang jauh lebih modern dan efisien. Wahan amfibi ini akan digunakan untuk mengangkut pasukan, peralatan, dan kendaraan berat dari kapal induk amfibi ke pantai, mendukung operasi pendaratan di zona yang sulit dijangkau.

Dibandingkan dengan pendahulunya, LCAC 114 dilengkapi dengan teknologi digital yang lebih canggih, mesin baru yang lebih efisien, dan sistem kontrol yang lebih baik. Peningkatan ini membuat perawatan lebih mudah dan keandalan operasionalnya jauh lebih tinggi.

Sebelum LCAC 114, US Navy mengoperasikan LCAC-1 yang merupakan seri produksi pertama dari program LCAC. LCAC 114, dan varian-varian sebelumnya dari program Ship-to-Shore Connector (SSC), seperti LCAC 100 hingga LCAC 113. Sementara, LCAC 114, LCAC 113, dan LCAC 100 tidak memiliki perbedaan jenis atau varian yang signifikan. Mereka semua adalah bagian dari kelas yang sama, yaitu program Ship-to-Shore Connector (SSC) atau yang dikenal juga sebagai LCAC 100 class.

Perbedaan utama yang ada adalah antara kelas LCAC-1 yang lebih tua dengan seluruh kelas SSC (LCAC-100), perbedaan ini seperti SSC menggunakan dua mesin turbin gas yang lebih modern dan efisien, sementara LCAC-1 menggunakan empat mesin yang lebih lama. SSC memiliki sistem kontrol digital yang lebih canggih (fly-by-wire), sedangkan LCAC-1 menggunakan sistem kontrol analog. SSC menggunakan material komposit yang lebih ringan dan tahan korosi, dan SSC memiliki daya angkut yang sedikit lebih besar dan biaya perawatan yang lebih rendah.

LCAC 114 punya panjang sekitar 28 meter, lebar15 meter, dan punya daya angkut (payload) yang mampu membawa kargo seberat 74 ton, termasuk kendaraan lapis baja seperti M1A1 Abrams atau kendaraan amfibi lain, peralatan, dan personel. Diawaki 4 orang (pilot, co-pilot, loadmaster, dan teknisi dek).

Rusia Produksi Kembali Tsaplya Class – Hovercraft “Jumbo” dengan Kemampuan Serbu

LCAC 114 ditenagai empat mesin turbin gas MT7, mesin ini dirancang untuk memberikan tenaga angkat dan dorong, sehingga kapal dapat meluncur di atas bantalan udara. Kecepatan operasionalnya adalah lebih dari 35 knot (sekitar 65 km/jam) pada kondisi muatan penuh, dengan kemampuan mencapai kecepatan yang lebih tinggi dalam kondisi tertentu.

Dalam latihan pendaratan di Puerto Riko, LCAC menjadi elemen kekuatan utama dari 22nd Marine Expeditionary Unit (MEU) dan diluncurkan dari Amphibious Ready Group (ARG). Kapal-kapal yang berpartisipasi dalam latihan ini adalah USS Iwo Jima (LHD 7) – Wasp class, USS San Antonio (LPD 23), San Antonio class, USS Fort Lauderdale (LPD 29), San Antonio class. (Bayu Pamungkas)

Type 726 LCAC – Mampu Membawa MBT, Inilah Andalan AL Cina dalam Operasi Serbuan Amfibi