Eskalasi di Teluk Persia kembali memakan korban alutsista bernilai fantastis. Setelah laporan CBS menyebutkan Amerika Serikat telah kehilangan 24 unit MQ-9 Reaper dalam perang melawan Iran dengan kerugian mencapai US$720 juta, kini kabar lebih buruk menghampiri Gedung Putih. (more…)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy belum lama ini mengonfirmasi bahwa serangan rudal Rusia berhasil menghancurkan lini produksi rudal jelajah domestik Ukraina, FP-5 Flamingo. Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy dalam pengarahan di sela-sela Konferensi Keamanan Munich (14/2). (more…)
Di tengah ketegangan antara Venezuela dan AS, Korps Marinir AS (USMC) kini tengah melakukan latihan militer di Puerto Riko, berjarak sekitar 900 km dari Venezuela, ribuan marinir AS melakukan latihan pendaratan di pantai, salah satu yang kemudian viral adalah momen pendaratan amfibi menggukan hovercraft pengangkut atau Landing Craft, Air Cushion (LCAC), yang diluncurkan dari kapal amfibi jenis Landing Helicopter Dock (LHD) dan Landing Platform Dock (LPD) yang berada di Laut Karibia. (more…)
Umumnya suatu alutsista mendapatkan paket upgrade atau peningkatan kemampuan setelah dioperasikan. Namun, ada yang berbeda dari alutsista pesanan Australia. Pesawat spesialis peperangan elektronika (electronic warfare/EW) MC-55A Peregrine yang belum diserahkan, alias unitnya masih di negara produsen, diwartakan telah mendapatkan persetujuan untuk mendapatkan upgrade. (more…)
Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat dimuat di peluncur, yang dapat menampung total hingga 20 tabung sekaligus
Setelah serangkaian pengujian internal, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akhirnya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) yang lebih dulu menggunakan rudal Tamir pada sistem hanud Iron Dome buatan Israel. Pengadaan sistem hanud Iron Dome untuk USMC terdiri dari tiga baterai dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Tentu ada maksud tersendiri bagi pasukan pendarat terkuat di dunia ini untuk melengkapi arsenalnya dengan Iron Dome. (more…)