Dengan Shield AI, Airbus Tuntaskan Uji Penerbangan Perdana Helikopter MQ-72C (H145) Secara Otonom

MQ-72C “Logistics Connector” yang selama ini dikembangkan Airbus US Space & Defense, diwartakan telah menyelesaikan penerbangan otonom perdana dengan dukungan Shield AI pada 20 Agustus 2025 di Grand Prairie, Texas, Amerika Serikat.

Baca juga: Airbus Helicopters H145M – Performa Unggul Helikopter Ringan Multirole Twin Engine

Pengembangan MQ-72C adalah bagian dari program “Aerial Logistics Connector” (ALC) yang diluncurkan oleh Korps Marinir AS (USMC). Program ini bertujuan untuk menciptakan helikopter kargo otonom yang dapat beroperasi di lingkungan yang diperebutkan. Airbus dalam hal ini berkolaborasi dengan perusahaan teknologi otonom, Shield AI untuk mengintegrasikan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) ke dalam helikopter, memungkinkannya untuk terbang dan menyelesaikan misi tanpa pilot manusia.

Penerbangan ini menggunakan platform helikopter H145 sebagai prototipe, yang mengintegrasikan perangkat lunak otonomi “Hivemind” dari Shield AI.

Selama uji terbang tersebut, helikopter melakukan lepas landas dan mendarat secara otomatis, serta menjalankan serangkaian tugas tanpa intervensi pilot. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan helikopter otonom untuk misi logistik militer.

MQ-72 tidak dirancang sebagai helikopter tak berawak dari awal. Sebaliknya, MQ-72 adalah varian otonom yang dikembangkan dari helikopter berawak yang sudah ada dan terbukti, yaitu UH-72 Lakota. Jadi, para pengembang mengambil kerangka pesawat yang telah digunakan dan teruji, lalu menambahkan teknologi otonomi untuk mengubahnya menjadi drone.

MQ-72C adalah sebuah konsep helikopter tak berawak (unmanned aerial vehicle) atau drone yang dikembangkan oleh Airbus. Konsep ini secara khusus didasarkan pada helikopter berawak UH-72 Lakota.

Modernisasi Helikopter Latih, TNI AU Pesan Empat Unit Airbus H145

Airbus bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti Shield AI dan L3Harris, untuk mengintegrasikan teknologi otonomi (seperti perangkat lunak “Hivemind” dari Shield AI) dan sistem lainnya ke dalam platform UH-72.

Meskipun memiliki kode “MQ” (Multi-mission, Unmanned Aerial Vehicle), MQ-72C adalah helikopter dan bukan pesawat sayap tetap (fixed-wing aircraft). Ini menunjukkan fleksibilitas dalam misi dan kemampuan lepas landas serta mendarat secara vertikal.

Turki Perlihatkan Prototipe T629, Helikopter Serang Tanpa Awak Bertenaga Listrik

Helikopter UH-72 Lakota adalah versi militer dari helikopter sipil Eurocopter EC145. Nama perusahaan Eurocopter kemudian diubah menjadi Airbus Helicopters, dan helikopter EC145 juga diperbarui kodenya menjadi Airbus H145. Perbedaan antara versi militer (UH-72) dan sipil (H145) terletak pada konfigurasi, peralatan, dan misi yang diemban.

UH-72 Lakota digunakan oleh Angkatan Darat AS (US Army) untuk berbagai misi non-tempur, seperti pelatihan pilot, evakuasi medis (MEDEVAC), bantuan bencana, keamanan perbatasan, dan transportasi ringan. (Gilang Perdana)

Sikorsky Lanjutkan Pengembangan Helikopter “Black Hawk MX”, Punya Kemampuan Otonom dan Tanpa Awak