Meski modernisasi yang dilakukan Filipina di lini kavaleri terbilang lamban, namun secara perlahan rencana akuisisi telah dijalankan, setelah menimbang-nimbang pengadaan tank dari Korea Selatan Doosan K-21 105 dan Tank dari Indonesia Pindad Harimau, akhirnya Filipina malah memutuskan untuk meminang tank ringab Sabrah buatan Elbit Systems, Israel. (more…)
Jenis rudal yang satu ini boleh dikata amat lekat di hati warganet pemerhati alutsista, betapa tidak, lebih dari dua dekade, rudal hanud SHORAD (Short Range Air Defence) besutan Inggris ini menjadi ujung tombak pelindung beberapa obyek vital di Indonesia. Namun, lantaran sudah uzur, debut Rapier kini sudah tergantikan dengan jenis rudal hanud baru yang lebih canggih dan lebih mobile. (more…)
Di luar kelaziman, ternyata Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ternyata telah memilih truk taktis – heavy duty truck rancangan bekas negara Uni Soviet. Meski yang dibeli merupakan truk produksi Ukraina, yang notabene kini menjadi sekutu dekat AS dan NATO, namun tak bisa dikesampingkan produk-produk lansiran Ukraina masih kental dengan cita rasa Soviet dan Rusia. (more…)
Masih terkait dengan persiapan Satgas Muara dan Perairan ke Papua, Batalyon Infanteri 3 dari Pasmar 2 Surabaya, terus mematangkan sejumlah persiapan guna mendukung penugasan di wilayah operasi. Setelah sebelumnya ditampilkan rantis jip KIA KM420 4×4 yang dipasangkan plat lapis baja, maka kendaraan lain berupa truk, ikut dipasangkan plat baja untuk tugas di Papua. (more…)
Di Indonesia, sepertinya stok truk Mercedes-Benz Unimog 4×4 lumayan banyak, selain digunakan oleh ketiga matra TNI, truk besutan Jerman ini juga dioperasikan oleh Korps Brimob Polri. Meski populasiya banyak, namun, truk Unimog umumnya hanya digunakan sebagai kendaraan angkut (taktis) untuk personel dan ‘penarik’ bagi meriam arhanud/armed. Tapi lain di Belgia, truk Unimog 4×4 justru disulap sebagai rantis serbu bagi keperluan pasukan khusus. (more…)
Banyak jalan untuk mendapatkam self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket Systems), selain dari dalam negeri yang prototipenya sudah dirilis, dari luar negeri juga bertabur pilihan. Khusus di segmen self propelled MLRS kaliber 122 mm, maka pengguna utamanya di Indonesia adalah Korps Marinir. Selain dominan mengoperasikan RM70 Grad/Vampire buatan Ceko, ada beberapa unit yang diketahui adalah buatan Cina. (more…)
Lantaran pernah ditawarkan Rusia untuk Asia Tenggara, dan belakangan ini kembali ‘naik daun’ pasca disebut sebagai rudal balistik ‘tidak berguna’ oleh Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, nama rudal balistik Iskander menjadi santer dibicarakan, termasuk oleh warganet di Indonesia. Alih-alih, tak sedikit yang punya mimpi agar Indonesia juga memiliki rudal hipersonik ini, sampai sebuah postingan di media sosial sempat membuat warganet dibuat heran. (more…)
Ada beragam cara untuk memindahkan ranpur lapis baja yang berbobot belasan atau bahkan puluhan ton. Untuk jalur darat, cara yang paling lazim yaitu dengan mengangkutnya dengan truk trailer atau tank transporter. Bahkan model pemindahan ranpur juga tak asing dilakukan lewat rangkaian gerbong kereta api. Namun, rupanya ada cara lain yang lebih unik, yaitu dengan memanfaatkan kontainer (peti kemas). (more…)
Warganet mungkin masih ingat dengan turunan terbaru dari keluarga ranpur BMP-3, yaitu Derivatsiya-PVO 57 mm SPAAG (Self Propelled Anti Aircraft Gun), dimana kanon yang diusung dari kaliber 57 mm, alias satu kaliber dengan meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) “Si Mbah” S-60 yang digunakan Arhanud TNI AD. Nah, masih dari satu pabrikan, juga diperkenalkan kendaraan penyuplai amunisi yang diberi label 9T260. (more…)
Sebagai pengguna truk ponton M3 Amphibious Rig, Indonesia memang lebih senior ketimbang Korea Selatan, pasalnya sejak tahun 2019, gelombang perdana kendaraan khusus untuk satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI AD itu telah tiba di Indonesia. Namun, untuk urusan alih teknologi alias transfer of technology (ToT) M3 Amphibious Rig, rasanya Indonesia harus belajar dari cara Korea Selatan. (more…)