
Airbus Helicopters dan mitranya telah melakukan demonstrasi skala penuh sistem kerja sama wahana berawak-nirawak atau manned-unmanned teaming (MUM-T) system yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek yang didanai oleh Uni Eropa dan diberi nama kode MUSHER. (more…)

KADEX 2024 yang diselenggarakan pada akhir Mei silam menjadi satu ajang unjuk gigi bagi Korea Selatan. Pasalnya, pada pameran pertahanan internasional ini pihak Korea Selatan memboyong sejumlah drone taktis yang diperkirakan akan masuk ke dalam daftar militer mereka, termasuk next-generation military drone yang dilengkapi dengan senapan serbu yang diplot untuk memperkuat lini pertahanan di daerah perbatasan dan juga untuk meningkatkan kemampuan serangan terhadap musuh.
(more…)

Setelah menggelar uji coba drone copter yang akan digunakan untuk tugas operasi di wilayah Papua, kini Korps Marinir kian serius untuk mengoptimalkan kemampuan drone copter. Bila sebelumnya peran drone copter diutamakan untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional, maka kemampuan drone copter yang mampu membawa payload, mulai diperankan untuk membawa dan melepaskan (meluncurkan) amunisi. (more…)

Semestinya pengembangan drone copter bersenjata di Indonesia dapat bercermin dari apa yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina dalam konflinya yang masih berkobar. Dari kubu Rusia, drone quadcopter FPV (First Person View) yang dipersenjatai dengan roket anti tank RPG-26 Aglen nampak dominan digunakan, pasalnya senjata anti tank disposable ini punya bobot relatif ringan dan tersedia dalam jumlah besar. (more…)

Terlepas dari efektivitasnya, fungsi penting dari alutsista adalah kemampuannya untuk menciptakan rasa takut, atau kengerian bagi lawan. Nah, terkait hal tersebut, babak dalam perang Ukraina kehadiran dengan jenis drone copter berukuran kecil, namun bisa menciptakan ketakutan luar biasa. Meski belum ada nama resmi, tapi drone ini kadung populer disebut sebagai “Dragon Fire Drone”. (more…)

Drone yang dipersenjatai senapan serbu konvensional sudah beberapa kali diwartakan keberadaannya, ternasuk tengah diuji coba oleh Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Namun, sebuah video yang dinggah di akun X belum lama ini telah menjadi viral, pasalnya ini pertama kali diperlihatkan video penembakan senapan serbu dengan sudut perekaman gambar dari arah laras, yakni oleh drone berjenis First Person View (FPV). (more…)

Satu lagi drone yang meraimaikan perang Ukraina, setelah pengembang Rusia mengumumkan produksi massal drone hexacopter, tempur dan logistik “Night Witch” untuk operasi malam hari, yang mampu membawa payload 20 kg dan terbang sejauh 50 km. (more…)

Drone yang dipasangi senapan serbu konvensional sudah beberapa kali diuji coba (di luar negeri), namun, di Indonesia hal tersebut masih langka, meski dalam lingkup prototipe sekalipun. Kalau pun ada, seperti drone yang dipasangi roket anti tank, baru dalam tahap mockup desain. Sementara uji coba belum pernah dijalankan. Nah, belum lama ini ada kabar Litbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan pengujian drone yang dipersenjatai senapan serbu. (more…)

Meski dalam tahapan uji coba, drone hybrid yang bisa beroperasi di air dan udara sudah beberapa dibuat dan lumayan menjanjikan dalam penghembangannya. Namun, belum lama ini ada drone hybrid ‘dua alam’ yang terbilang unik, pasalnya selain dapat menyelam kemudian meluncur dari bawah permukaan air, selama terbang dan mendarat, drone ini mengadopsi konsep VTOL (Vertical Take-off and Landing). (more…)

Dengan ukuran yang relatif kecil, bukan perkara mudah untuk mempersenjatai drone quadcopter, apalagi ada harapan untuk menempatkan senjata berpresisi tinggi. Namun, Roketsan, manufaktur pertahanan terkemuka dari Turki berhasil meluncurkan rudal berpemandu laser yang disebut terkecil di dunia. Rudal yang dimaksud adalah “Mete” dan telah sukses diuji coba pada drone Gokalp produksi Pavo Group. (more…)