Black Hawk ‘Next’: Rahasia US Army Jaga Armada UH-60M Tetap Gahar Hingga 2050

Meski Angkatan Darat AS (US Army) tengah mengembangkan pesawat masa depan melalui program Future Long Range Assault Aircraft (FLRAA), helikopter legendaris UH-60 Black Hawk dipastikan tidak akan pensiun dalam waktu dekat.

Baca juga: Angkatan Darat AS Batalkan Program Helikopter Intai FARA dengan Lanjutkan FLRAA

Melalui pengumuman terbaru dari Utility Helicopters Project Office (UHPO) pada Desember 2025, US Army berencana melakukan upgrade besar-besaran agar varian UH-60M tetap relevan hingga melampaui tahun 2050.

Kabar ini muncul setelah US Army menyadari bahwa meskipun mereka akan mulai mengoperasikan pesawat tilt-rotor baru (seperti Bell V-280 Valor) di masa depan, jumlahnya tidak akan cukup untuk mengganti seluruh armada Black Hawk secara instan. Untuk menjaga kesiapan tempur, Black Hawk harus tetap menjadi “kuda beban” utama selama beberapa dekade mendatang.

Langkah ini juga diambil untuk memastikan rantai pasok industri tetap stabil dan terjangkau hingga pertengahan abad ini. Walaupun UH-60M sudah sangat canggih, tantangan medan tempur tahun 2030-2050 menuntut kapabilitas yang jauh lebih futuristik.

Poin-poin utama modifikasinya meliputi integrasi autonomi dan AI, penggunaan sistem kendali yang memungkinkan helikopter terbang dengan sedikit awak atau bahkan tanpa pilot (unmanned) dalam misi berisiko tinggi. Modifikasi juga mencakup struktur agar Black Hawk bisa meluncurkan drone kecil atau amunisi pintar (loitering munitions) dari udara untuk menyerang target jarak jauh sebelum pesawat mendekat.

UH-60M Black Hawk: Program Modernisasi Angkatan Darat AS yang Kedepankan Kecepatan, Efisiensi dan Akselerasi Kapabilitas

UH-60M juga akan mengadopsi Modular Open Systems Approach (MOSA) yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak dan sensor dilakukan secepat “mengunduh aplikasi di ponsel”, tanpa perlu membongkar ulang seluruh sistem elektronik helikopter.

Dapur pacu pun menjadi fokus dalam modifikasi, yaitu penggantian mesin T700 lama dengan mesin General Electric T901 yang memiliki daya 3.000 shp (naik 50%) namun jauh lebih hemat bahan bakar, meningkatkan daya angkut dan jarak tempuh secara signifikan.

Australia Umumkan Kemampuan Operasi Awal (IOC) Helikopter Multirole UH-60M Black Hawk

UH-60M (Mike) adalah varian standar paling modern yang saat ini diproduksi secara massal. Varian ini pertama kali beroperasi pada tahun 2006. Namun, US Army berpandangan bahwa teknologi sensor dan peperangan elektronik berkembang jauh lebih cepat daripada umur rangka pesawat (airframe).

Oleh karena itu, upgrade ini bukan membuat varian baru dari nol, melainkan menyuntikkan teknologi “generasi keenam” ke dalam badan UH-60M yang sudah terbukti tangguh.

Saat ini, US Army mengoperasikan sekitar 2.100 unit keluarga Black Hawk, di mana varian UH-60M merupakan tulang punggung utama dengan jumlah yang terus bertambah melalui kontrak multi-tahun dengan Sikorsky.

Ciri khas dan keunggulan utama UH-60M meliputi penggunaan layar multifungsi kaca (glass cockpit) penuh yang mengurangi beban kerja pilot. Kemudian desain ujung bilah rotor yang melebar (wide chord) memberikan daya angkat lebih besar dibandingkan varian lama (UH-60A/L).

UH-60M Memiliki sistem kendali terbang otomatis yang sangat stabil, memudahkan misi di malam hari atau cuaca buruk. Struktur diperkuat yang dirancang untuk lebih tahan benturan dan memiliki sistem perlindungan diri (peperangan elektronik) yang lebih terintegrasi.

Dengan rencana ini, Black Hawk akan mencatatkan sejarah sebagai salah satu alutsista dengan masa pengabdian terlama, yakni hampir 75 tahun sejak pertama kali terbang di era 1970-an. Bagi pasukan infanteri US Army, ini adalah jaminan bahwa “Malaikat Penyelamat” mereka akan tetap hadir dengan teknologi paling mutakhir hingga tahun 2050 dan seterusnya. (Bayu Pamungkas)

Pasukan Khusus Uni Emirat Arab Uji Kolaborasi UH-60M Black Hawk dengan Sepeda Motor Listrik

One Comment