Bikin Cemas Banyak Negara, Cina Ungkap Punya Alat Pemotong Kabel Bawah Laut Paling Kuat di Dunia

Sabotase pada kabel bawah laut tak pelak menjadi momok menakutkan bagi dunia, pasalnya putusnya jaringan kabel serat optik (fiber optic) di dasar laut, langsung berdampak besar pada banyak aspek, seperti pada infrastruktur komunikasi yang berimbas pada ekonomi dan bisnis manca negara.

Baca juga: Spy Ship Rusia “Yantar Class” Keluar dari Sarang – NATO Wajib Pantau Kabel Bawah Laut

Berbeda dengan kebanyakan negara terduga yang ‘menyembunyikan’ kemampuan sabotase bawah laut, maka tidak demikian dengan Cina. Seperti dikutip South China Morning Post – scmp.com (22/3/2025), Cina telah mengungkapkan keberadaan pemotong kabel bawah laut dalam yang ringkas dan mampu memutus jaringan komunikasi atau kabel listrik bawah laut yang paling kuat di dunia, dan alat ini diklaim dapat mengguncang dinamika kekuatan maritim global.

Ini menandai pertama kalinya negara mana pun secara resmi mengungkapkan bahwa mereka memiliki aset semacam itu, yang mampu mengganggu jaringan bawah laut yang penting.

Alat pemotong tersebut, dapat mampu memotong kabel pada kedalaman hingga 4.000 meter (13.123 kaki) – dua kali jangkauan operasional maksimum infrastruktur komunikasi bawah laut yang ada. Dan pemotong tersebut telah dirancang khusus untuk diintegrasikan dengan kapal selam berawak dan nirawak canggih buatan Cina, seperti Fendouzhe, Striver, dan seri Haidou.

Begini Cara Kapal Selam Rusia Lakukan Sabotase Pada Jaringan Kabel Bawah Laut

Alat pemotong kabel bawah laut ini dikembangkan oleh China Ship Scientific Research Centre (CSSRC) dan Laboratory of Deep-sea Manned Vehicle. Masih dari sumber yang sama, dikatakan perangkat pemotong tersebut menargetkan kabel berlapis baja, karet, dan selubung polimer yang saat ini menopang 95 persen transmisi data global.

Meski alat ini menjadi ancaman secara global, namun alat pemotong kabel bawah laut juga punya sisi positif, yakni ketika digunakan sebagai alat untuk penyelamatan dan penambangan dasar laut.

Lantaran rawan pada sabotase, sejumlah strategi dilakukan untuk mengamankan kabel bawah laut, di antaranya kabel laut dipasang pada kedalaman dan jalur yang sulit diakses, kemudian adanya perlindungan ekstra (armored cable), kabel diberi lapisan baja atau beton untuk melindungi dari serangan langsung.

Yang lebih canggih dengan menggunakan sensor dan sistem deteksi dini, seperti sensor seismik dan akustik yang bisa mendeteksi aktivitas kapal selam atau penyelam di sekitar kabel. Lainnya ada sistem peringatan intrusi, mirip dengan sistem alarm, memberi peringatan jika ada gangguan fisik terhadap kabel. (Gilang Perdana)

Empat Negara NATO Jadi Korban ‘Sabotase’ di Laut Baltik, Terduga adalah “Yi Peng 3” Bulk Carrier Berbendera Cina

2 Comments