Bikin AS Cenat-cenut, Inilah Rudal Udara ke Udara PL-15/PL-15E yang Disebut “AWACS and Tanker Killer”

Sejak kemunculannya pada tahun 2016, rudal udara ke udara jarak jauh – beyond-visual-range missile (BVR) PL-15 digadang beberapa analis pertahanan global sebagai game changer yang dimiliki Cina dalam dominasi kekuatan udaranya saat menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya. PL-15 saat ini dinobatkan sebagai rudal udara ke udara terberat dengan jangkauan terjauh yang telah berhasil dibuat secara mandiri oleh Cina.
Baca juga: Vympel R-37M – Disebut Sebagai “AWACS Killer,” Inilah Rudal Andalan Sukhoi Su-35
Rudal dengan pemandu kombinasi INS/Sat navigation dan radar AESA aperture ini dirancang dan diproduksi oleh 607 Air-to-Air Missile Research Institute. Punya kecepatan luncur Mach 4 dan jarak jangkau 200-300 Km, tak diragunakan lagi bahwa sasaran utama rudal udara ke udara ini adalah pesawat intai AWACS dan pesawat tanker. Dalam doktrin udara Cina, dengan mengeliminasi pesawat AWACS dan pesawat tanker, maka akan mempersulit AS untuk melakukan dominasi udara di sekitar Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur.
Meski desainnya tidak identik, spesifikasi PL-15 mirip dengan rudal udara ke udara Vympel R-37M buatan Rusia yang disebut sebagai “AWACS Killer.” R-37 sendiri tak terlalu baru-baru amat, didapuk sebagai Very Long Range Missile, desain R-37 sudah dirancang perdana sejak awal 1980-an, dan pertama kali diketahui keberadaannya pada 1989.

Dengan bobot mencapai 600 kg dan jarak tembak sampai 398 km, rudal udara ke udara super jarak jauh ini dipersiapkan Rusia (d/h – Uni Soviet) sebagai kompetitor rudal berkemampuan sejenis milik Amerika Serikat, AIM-54 Phoenix. Bahkan kecepatan luncur R-37 mencapai Mach 6, sementara AIM-54 Phoenix yang kondang dilepaskan dari F-14 Tomcat, kecepatan maksimumnya Mach 5.
[the_ad id=”12235″]
Kembali tentang PL-15, pada ajang Zhuhai AirShow 2021 yang belum lama ini berlangsung, Cina telah merilis varian ekspor yang diberi label PL-15E. Varian eskpor sudah barang tentu berbeda dengan varian original, dalam display produk disebutkan bahwa jarak jangakau PL-15E ‘hanya’ 145 Km.


Baca juga: Di Tangan NASA, Rudal Udara ke Udara Legendaris AIM-54 Phoenix Dipasang di F-15 Eagle
Lain dari itu, antara PL-15 dan PL-15E adalah sama, keduanya punya panjang 4 meter, berat 210 kg dan diameter 203 mm. Sebagai sumber tenaga adalah dual pulsed solid propellant rocket. Sejauh ini, PL-15/PL-15E dapat diluncurkan dari jet tempur stealth Chengdu J-20, Chengdu J-10C, Shenyang J-16, J-11B dan JF-17 Block-3 Thunder. Yang disebut terakhir, adopsi PL-15 pada JF-17 Thunder Pakistan telah meningkatkan kewaspadaan ekstra bagi AU India. (Gilang Perdana)



@Acoy, sorry coy. Kenyataan emang senjata China menghawatirkan.
@acoy rumah lo aja yg di rudal napa rumah orang lain,secara itu kan nenek moyang lo cing cay lah…😂😂😂
Menembak AWACS ngga semudah menembak drone. AWACS di lindungi sistem peperangan elektronik canggih yg bisa mengacaukan sistem pengendus rudal. Blm lagi pasti di kawal jet tempur klo perang terjadi. Yg ada pesapur bebek cingpeng keburu rontok dl sblm sempat nembak. Dlm sejarah perang modern, blm pernah pesawat Amerika kalah dalm perang udara, ketembak sekali2 masih wajar spt ketika U-2 ditembak jatuh oleh soviet. Itupun bkn krn pertempuran, tp ngintip ketauan dan di tembk rudal SAM.
Tinggal pesawat AWACS sama Tanker pasang APS jd aman bisa menghindar seperti di tank merkava RPG?? Siapa takut..
Hohoho
AWACS killer kok bombastis bingits
Kalau pakai loft glide trajectory seperti R37 memang speed & range memang meningkat tapi manuver dan akurasi dikorbankan. Untuk urusan VLRAAM Phoenix masih yang terbaik. Speed & range super tanpa mengorbankan akurasi dan manuver. Tapi sayangnya pensiun. Untuk urusan counter ISR, AEW, tanker & bomber bakal dialihkan ke SM6 block 2. Solusi pengganti yang maha mahal
@soleh
Jiplakan R37
Ngelawak amat!!
Dimensi, desain, spek, bobot, jenis motor roket, parameter dll tak ada satupun yang mirip
Phoenix dan R37 lebih duluan Phoenix lho
Artinya kalau menurut opini situ R37 jelas jelas jiplakan Phoenix dong
Baca artikel sampai khatam!!
Rudal China di anggap blm terbukti ,giliran mau dibuktikan utk di tembak ke rumahnya ,pada kagak ada yg mau , padahal kalau meleset atau tepat sasaran nya di kasih duit
Memang luar biasa netizen Indonesia kalau komen selalu menganggap remeh persenjataan China
Mungkin Indonesia negara super power yg lebih hebat dr AS di benaknya ,jadi persenjataan China dianggap kaleng kaleng yah,luar biasa benar indonesia
Ketika China membuat PL-15 untuk membungkam pesawat AWACS dan Tanker USAF dan US Navy, USA sudah mengembangkan F-35 yg memiliki fitur berbagi data dan menerima data antar platform kemudian menggabungkan semuanya layaknya kemampuan AWACS, dan pesawat tanker sudah dialihkan pada RQ-25 Stingray. China terlambat 30-40 tahun dalam pengembangan alutsista. Maka cara yg hanya bisa diasah oleh China adalah kemampuan serang rudal hipersonik dan ASBM sebagai senjata utama doktrin Anti Access/Area Denial, sayangnya saat ini USA dan sekutu sudah menyiapkan segala rancangan untuk menyerang balik China dari tempat yg jauh selain rudal hipersonik juga penangkalnya.
So, Ane merasa pesimis China bakal siap untuk membuat gaduh dunia termasuk menyerang Taiwan bahkan selepas tahun 2025.
AWACS nya tinggal diganti drone.
Jatuh tinggal terbangin cadangan nya.
Bikin rugi nembak pake misil mahal.
Blom terbukti seperti aim 120 amram yg sudah terkenal di negeri para alien dan para dedemit , ini rudal kaleng Khong ghuan 😤
Emang dasarnya ni rudal jiplakan R37, kecepatan sama jarak jangkaunya melorot
Masa USA cenat cenut dg rudal ecek” dan super kaleng” chipeng