Pertama Kali, P-8A Poseidon ‘Satu Frame’ dengan Type 815 Dongdiao Class – Kapal Mata-mata Cina yang Intai Talisman Sabre 2023

Departemen Pertahanan Australia merilis foto pertama kalinya pertemuan pesawat intai RAAF P-8A Poseidon dengan kapal mata-mata Cina, yang diyakini berusaha mengumpulkan informasi sensitif tentang Latihan Tempur Laut Talisman Sabre 2023 (21 Juli – 4 Agustus 2023). Sebuah foto udara, yang dibagikan Departemen Pertahanan ke Komisi Penyiaran Australia, menggambarkan P-8A Poseidon terbang di atas kapal mata-mata Cina dalam perjalanan ke Australia.

Baca juga: P-8A Poseidon AU Australia Nyaris Celaka, Diserang Flare dan Chaff oleh Jet Tempur Shenyang J-16 Cina

Foto itu diambil minggu lalu dari pesawat militer Australia yang berbeda. Kapal intai Cina yang dimaksud diketahui dari jenis Type 815 Dongdiao Class Auxiliary General Intelligence (AGI), dan posisinya saat itu terlihat di perairan internasional yang terletak di Laut Coral.

Pada tanggal 23 Juli 2023, kapal Cina yang diidentifikasi milik Angkatan Laut Cina dengan nomor lambung 793, dilaporkan posisinya sudah berada di lepas pantai Queensland, kemungkinan jauh ke selatan Shoalwater Bay. Kehadiran kapal tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa kapal itu mungkin berusaha mengumpulkan informasi sensitif tentang Latihan Talisman Sabre 2023.

Letnan Jenderal Greg Bilton, Kepala Operasi Gabungan, memberi tahu ABC bahwa dia mengizinkan pengerahan pesawat pengintai P-8 pada pagi hari tanggal 20 Juli untuk menjalin komunikasi dengan kapal Cina. Bilton lebih jauh menjelaskan bahwa untuk sementara kapal pengintai Cina terlibat dalam pengumpulan data pasif, “kami akan menyesuaikan operasi berdasarkan perkembangan yang ada di lapangan,” ujar Bilton.

Sebelumnya, pakar pertahanan dan keamanan Australia mengantisipasi bahwa Beijing akan mengirim dua kapal mata-mata ke Talisman Sabre tahun ini, mengingat skala luas dari latihan Talisman Sabre 2023 yang dilakukan di seluruh Australia Barat, Wilayah Utara, dan pantai timur Australia.

Sejak tahun 2017, Angkatan Laut Cina telah secara proaktif mengerahkan setidaknya satu kapal Auxiliary General Intelligence (AGI) untuk tujuan eksplisit terlibat dalam operasi pengawasan selama latihan militer laut dua tahunan Talisman Sabre.

Pola reguler pengerahan kapal AGI untuk mengintai latihan ini menunjukkan upaya berkelanjutan Cina untuk memantau dan mengumpulkan informasi secara dekat tentang aktivitas dan kemampuan militer Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya. Latihan Talisman Sabre tahun ini melibatkan partisipasi signifikan dari 30.000 personel dari 13 negara.

Dengan skala yang meluas dan kecanggihan yang meningkat, latihan tersebut mencerminkan perencanaan strategis AS saat ini dalam menghalangi potensi aksi militer Cina terhadap Taiwan. Untuk mencapai tujuan ini, Amerika Serikat bertujuan untuk memperkuat jaringan aliansinya di kawasan dan mendukung interoperabilitas kekuatan militernya dengan negara-negara sahabat.

Latihan ini secara khusus dirancang untuk memungkinkan tentara berlatih berbagai operasi militer, termasuk pendaratan amfibi, manuver darat, pertempuran udara, dan operasi maritim.

Selain itu, latihan tersebut menekankan logistik, yang memungkinkan AS menguji kemampuannya dalam mengerahkan pasukan dan peralatan dengan cepat di seluruh kawasan Pasifik.

Awalnya, Talisman Sabre merupakan upaya bersama antara AS dan Australia, latihan Talisman Sabre kini telah berkembang. Iterasi saat ini, yang menandai momen ke-10, melibatkan partisipasi militer dari 13 negara, jumlah terbesar yang pernah ada, dan akan menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.

Jepang juga berpartisipasi dalam latihan militer selama dua minggu dan bahkan melakukan uji coba rudal anti kapal Type-12 untuk pertama kalinya di Australia. Jerman juga bergabung untuk pertama kalinya, memungkinkan pasukannya mengakses tempat pelatihan baru yang luas.

Selain itu, beberapa pasukan militer dari negara-negara kepulauan Pasifik, di mana telah terjadi persaingan pengaruh antara AS dan Cina, berpartisipasi dalam latihan tersebut. Ini termasuk partisipasi negara-negara seperti Papua Nugini, Fiji, dan Tonga.

Tentang Type 815 Dongdiao Class, adalah kapal mata-mata andalan AL Cina. Sebagai spy ship, maksud dan tujuan kapal ini sudah bisa ditebak, yaitu berusaha mengamati, bahkan jika memungkikan merekam berbagai data-data penting selama aktvitas latihan laut. Di antara informasi penting yang rawan ‘disadap’ adalah jalur komunukasi radio.

Tapi apa saja perangkat perekam dan pendeksi di Type 815 Dongdiao Class masih misteri, sebagai kapal mata-mata, Cina sedari awal menutup rapat-rata jeroan yang ada di kapal dengan bobot 6.000 ton ini.

Beberapa analis militer menduga bahwa apa yang ada di dalam kapal tersebut mencakup alat pendukung operasi intelijen. Hal tersebut ditunjukan dengan keberadaan large spherical radomes dengan diameter 6-8 meter. Antena dalam kubah ini dipercaya berperan untuk ‘menguping’ berbagai jalur komunikasi, sinyal radar, ballistic missile tracking dan berbagai emisi dari uji coba persenjataan lainnya.

Baca juga: Type 815 Dongdiao Class – Kapal Mata-Mata yang ‘Rajin’ Mengintip Aktivitas di RIMPAC

Type 815 Dongdiao class tidak digadang berhadapan secara frontal dengan kapal perang lawan, kapal ini hanya dipersenjatai sepucuk kanon twin kaliber 37 mm dan dua pucuk kanon kaliber 25 mm. Kapal dengan panjang 130 meter dan lebar 16,4 meter ini juga dilengkapi fasilitas deck dan hanggar untuk helikopter ukuran sedang. (Gilang Perdana)