Gantikan A330-200, Airbus Kembangkan Pesawat Tanker (MRTT) Baru dari Platform A330neo

Sejak terbang perdana pada 15 Juni 2007, sampai Oktober 2023 sudah 58 unit pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport) berhasil diproduksi Airbus Defence and Space (ADS). Salah satu ciri khas A330 MRTT adalah menggunakan platform pesawat komersial widebody A330-200 yang dikonversi. Melihat tuntutan di masa depan pada pesawat yang lebih modern dan efisien, maka ADS berencana untuk memilih platform baru untuk MRTT generasi mendatang.

Baca juga: Jubir Airbus: “Pengadaan Pesawat Tanker A330 MRTT Indonesia Masih Menanti Kontrak Efektif”

Dikutip breakingdefense.com (21/11/2023), ADS telah mengambil langkah pertama dalam potensi pengembangan MRTT generasi baru berdasarkan pesawat komersial A330neo, dengan harapan pesawat tanker masa depan tersebut dapat siap dipasarkan pada akhir dekade ini.

“Kami sedang memikirkan (A330neo), ini adalah evolusi yang sangat alami dari solusi pesawat tanker kami,” kata Maria Angeles Marti, Head of Tanker and Derivatives at Airbus Defence and Space. “Kami akan beralih dari A330-200 ke A330neo.”

Angeles Marti mengatakan bahwa mesin Trent 700 pada A330neo yang baru akan memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik bagi operator, selain itu A330neo akan lebih efisien dalam bahan bakar berkat desain sayap yang berbeda dari A330-200. Ia menggambarkan sayap A330neo sedikit lebih fleksibel jika dibandingkan A330 yang usianya lebih tua.

Desain sayap baru pada A330neo dapat menghasilkan gaya hambat yang lebih rendah dan gaya angkat yang lebih tinggi pada semua kecepatan dan fase penerbangan, yang pada gilirannya menghasilkan efisiensi aerodinamis, pembakaran bahan bakar yang lebih rendah, dan peningkatan jangkauan. Lebar sayap A330neo ini mencapai 64 meter, sama dengan panjang badan pesawat.

Airbus A330 MRTT Perancis F-UJCK (Foto: istimewa)

Perubahan platform dari A330-200 ke A330neo akan memerlukan modifikasi pada pemasangan pod. Seperti diketahui bahwa pod di bawah sayap merupakan bagian penting dari kapal tanker A330, karena memungkinkan pengisian bahan bakar selang dan drogue dengan laju pelepasan bahan bakar yang lebih cepat, yang berarti penerima tidak terlalu terbebani dengan interval pengisian bahan bakar yang lama.

Airbus mengatakan pod tersebut mampu mengisi bahan bakar pesawat NATO atau pesawat penerima yang dilengkapi probe seperti Eurofighter Typhoon, Tornado atau F/A-18 Hornet. Sementara sistem Boom Pengisian Bahan Bakar Udara buatan Airbus digunakan saat mengisi bahan bakar jet tempur yang dilengkapi wadah seperti F-15 dan F-16 buatan AS

Hingga Agustus 2023, total 76 pesawat A330MRTT telah dipesan oleh Australia, Perancis, NATO, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Inggris, Spanyol, dan Kanada.

Baca juga: Pesawat Tanker Australia Tiba di Lanud Ngurah Rai, Ternyata Pengguna Pertama A330 MRTT Bukan Perancis atau Inggris

Keputusan untuk menjajaki pengembangan kapal tanker A330neo terjadi kurang dari sebulan setelah Lockheed Martin tiba-tiba mengakhiri kemitraan dengan Airbus pada proposal LMXT berbasis A330 MRTT mereka, sebuah upaya bersama yang awalnya bertujuan untuk mengamankan program kapal tanker KC-Y Angkatan Udara AS (USAF). (Gilang Perdana)

2 Comments