Batch Perdana Tiba: Uraldronzavod Pasok Drone Berat ‘Berdysh’ ke Medan Perang Ukraina

Laporan terbaru dari industri pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa gelombang pertama (batch perdana) yang terdiri dari 100 drone multirotor berat berlabel “Berdysh” telah mulai dikerahkan dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Drone ini dikembangkan oleh Uraldronzavod (Ural Drone Plant), pabrikan yang namanya kini mulai naik daun sebagai pusat inovasi sistem nirawak dari wilayah Ural.

Baca juga: Rusia Lengkapi Drone Copter Kamikaze “Boomerang” dengan Fitur Anti Jamming dan Penargetan Berbasis AI

Berbeda dengan drone FPV (First Person View) kecil pada umumnya, Berdysh dirancang oleh Uraldronzavod sebagai heavy-lift UAV yang mampu menjawab tantangan logistik dan gempuran taktis di garis depan secara simultan.

Nama “Uraldronzavod” (yang terinspirasi dari pabrik tank legendaris Uralvagonzavod) mencerminkan filosofi desain drone ini yang kokoh dan tahan terhadap gangguan peperangan elektronik (EW).

Berdysh menonjol karena kapasitas angkutnya yang luar biasa untuk ukuran drone multirotor taktis. Berdasarkan data teknis dari Uraldronzavod, Berdysh mampu membawa beban hingga 20 kilogram dan memiliki jangkauan operasional sejauh 20 kilometer.

Keunggulan utama Berdysh terletak pada fleksibilitas operasionalnya di medan tempur. Di Ukraina, drone buatan Uraldronzavod ini menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai penyokong logistik. Berdysh digunakan untuk mengirimkan pasokan kritis seperti amunisi, makanan, dan obat-obatan ke posisi pasukan yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat akibat ancaman artileri maupun ranjau.

Kemudian peran kedua sebagai platform serang (Striker). Dengan daya angkut 20 kg, drone ini mampu membawa senjata berat. Berdysh dikonfigurasi untuk membawa peluncur granat anti-tank (RPG) atau berfungsi sebagai platform penyebar ranjau udara untuk menghambat pergerakan lawan.

Pengerahan ini menandai langkah maju bagi Uraldronzavod dalam memproduksi massal sistem udara tak berawak yang tangguh. Selain Berdysh, pabrikan ini sebelumnya juga dikenal lewat pengembangan drone FPV “Upyr (Vampire)” yang efektif menghancurkan kendaraan lapis baja. Integrasi Berdysh menunjukkan bahwa Rusia mulai serius membangun ekosistem drone kelas berat untuk mendukung unit infanterinya secara mandiri.

Dengan mengoperasikan Berdysh, Rusia mencoba menandingi kemampuan drone “Baba Yaga” milik Ukraina. Strategi Uraldronzavod adalah menyediakan platform yang tidak hanya mematikan secara ofensif, tetapi juga vital secara logistik. (Gilang Perdana)

Tandingi “Baba Yaga”, Rusia Kirim “Night Witch” ke Ukraina – Drone Tempur dan Logistik untuk Operasi Malam Hari