Korps Marinir AS Uji LMADIS, Sistem Anti Drone di Rantis Buggy Polaris MRZR

Batalyon Arhanud Korps Marinir Amerika Serikat (USMC), baru saja mengumumkan memulai pengujian sistem hanud terbaru yang disebut Light Marine Air-Defense Integrated System (LMADIS). Menurut siaran pers dari USMC, LMADIS dipersiapkan bagi Korps Marinir untuk mencegah dan menetralisir ancaman dari drone. Meningkatnya penggunaan drone komersial untuk peperangan ofensif, menjadikan Korps Marinir  melakukan penyesuaian pada kemampuan pertahanan udara berbasis darat mereka.

Baca juga: HELMA-P – Senjata Laser Anti Drone untuk Amankan Olimpiade Paris 2024

Mengutip dari defence-blog.com (1/12/2022), LMADIS disebut dapat membantu mengurangi ancaman dari drone dengan mengganggu sinyal elektronik (jamming) antara unit drone dan pengontrolnya. Dengan drone komersial yang terus berkembang, satu hal yang tidak akan berubah adalah frekuensi yang diperlukan yang digunakan untuk mengendalikan drone apa pun itu, dan frekuensi itu yang akan di-jamming dalam solusi ini.

Lantaran bakal digunakan oleh Marinir,maka LMADIS ditempatkan dalam platfom rantis lapis baja ringan Polaris MRZR D4 4×4, yakni jenis buggy dengan desain tubular. Memungkinkan bagi LMADIS untuk disebarkan di lingkungan yang keras melalui transportasi udara. Untuk itu, LMADIS dirancang untuk bisa dimuat di ruang kargo helikopter jenis CH-53E Super Stallion, CH-53K King Stallion dan MV-22B Osprey.

LMADIS dalam operasionalnya menggunakan dua unit Polaris MRZR, dimana satu kendaraan bertindak sebagai pengendali dan kendaraan satu lagi sebagai eksekutor yang dilengkapi perangkat jamming. Bersama-sama, mereka menampung optik CM262U, yang bertindak sebagai ‘mata’ sistem; radar RPS-42 dan Skyview MP yang menyediakan pengawasan udara 360 derajat dan deteksi drone dari jarak jauh.

Modi II, yang merupakan sistem peperangan elektronik yang dapat diturunkan yang digunakan untuk mengganggu drone dan komunikasi musuh; dan AN/PRC-158 multichannel manpack radio system, yang memungkinkan LMADIS untuk mengkomunikasikan semua yang drone terdeteksi kepada pasukan di sekitarnya dan komandan di eselon atas.

Baca juga: Inilah Stupor, Senjata Anti Drone Portable Berbasis Elektromagnetik Terbaru Rusia

“Karena ancaman drone saat ini, kami membutuhkan sistem dengan kemampuan ekspedisi untuk melawannya. LMADIS berfungsi sebagai sistem yang dapat digunakan kapan saja dan dipasang ke unit yang membutuhkan kemampuan contra UAV,” ujar pihak USMC. (Bayu Pamungkas)