Airbus Ingin Garap A400M Menjadi Pesawat Jammer (EW) Jarak Jauh yang Hemat Biaya

Entah pada akhirnya sukses dipasaran atau sebaliknya, manufaktur dirgantara harus mencoba peluang baru untuk mengembangkan produknya. Seperti Airbus Defence and Space (ADS), bila dahulu bersama Angkatan Laut Spanyol pernah mengembangkan A400M varian intai maritim dengan pemasangan rudal anti kapal, maka dari Paris Airshow 2025 (16 – 22 Juni) di Le Bourget, ada kabar bahwaAirbus punya harapan untuk menambahkan kemampuan A400M menjadi pesawat peperangan elektronik (electronic warfare/EW).

Baca juga: Airbus A400M Angkatan Udara Jerman Dipasangi Sistem Anti Rudal DIRCM dari Elbit Systems

Seperti dikutip Armyrecognition, pada Paris Airshow 2025, ADS mempresentasikan peta jalan terbarunya untuk mengubah A400M menjadi platform yang mampu melaksanakan misi peperangan elektronik (EW) jarak jauh.

Secara paralel, Airbus menegaskan kembali bahwa A400M sedang dipertimbangkan untuk profil misi tambahan, seperti bertindak sebagai pembawa drone, dan berkontribusi pada arsitektur jet tempur generasi keenam dalam proyek Future Combat Air System (FCAS).

Meskipun A400M dapat dilengkapi dengan berbagai perangkat pencegahan defensif seperti radar warning receivers, dispenser chaff dan flare dan jammer canggih seperti Directed Infrared Counter Measures (DIRCM), namun, Airbus menyatakan bahwa A400M secara teknis juga cocok untuk berperan sebagai pesawat pengacau (jammer) jarak jauh yang beroperasi di luar wilayah udara yang diperebutkan sambil memberikan efek pengacauan dari jarak jauh.

Peran A400M sebagai pesawat EW memerlukan integrasi beberapa antena, dan A400M menawarkan volume struktural yang cukup untuk menampungnya. Keempat mesin TP400-D6-nya menghasilkan output listrik yang memenuhi permintaan daya sistem jammer di dalam pesawat.

Tidak seperti platform pada pesawat EW tradisional yang diubah dari pesawat jet yang lebih kecil atau pesawat pengintai, A400M diuntungkan oleh kapasitas pengisian bahan bakarnya yang besar, yang memungkinkannya beroperasi untuk durasi yang lama pada jarak yang aman dari garis depan.

Airbus saat ini sedang mempelajari pemasangan sistem jammer pod atau antena konformal terintegrasi, dan sedang mengevaluasi instalasi paket misi EW tetap dan roll-on/roll-off. Airbus menganggap peningkatan misi ini sebagai bagian dari visi yang lebih luas untuk memperluas portofolio kemampuan multimisi A400M, karena varian EW ini tidak hanya akan melengkapi upaya dominasi spektrum NATO tetapi juga memungkinkan angkatan udara yang lebih kecil untuk mengerahkan kemampuan jammer yang hemat biaya tanpa berinvestasi dalam armada pesawat EW khusus.

Secara global, beberapa pesawat EW turunan dari pesawat angkut telah beroperasi atau diusulkan. Seperti EC-130H Compass Call tetap dalam layanan Angkatan Udara AS, dengan tujuh pesawat beroperasi dari 14 yang sedang dibuat. Penggantinya, EA-37B Compass Call, yang didasarkan pada Gulfstream G550, sedang dikirim dan menggabungkan sistem misi SABER baru dan rangkaian pengacau modular.

EC-37B Compass Call – Pesawat Spesialis Peperangan Elektronika Terbaru USAF, Pengganti EC-130H

Italia telah menyetujui akuisisi dua sistem misi untuk diintegrasikan dengan platform G550 miliknya sendiri. Di Rusia, Yak-28PP bertugas hingga awal 1990-an dan digantikan oleh turunan pesawat tempur yang mampu melakukan EW. Cina mengoperasikan beberapa varian Y-9DZ dan Y-9G yang berasal dari Shaanxi Y-9, yang menampilkan radar radom dorsal, susunan antena samping, dan sistem pengacau atau ELINT.

Jia Airbus melanjutkan konversi EW pada pesawat A400M, maka ini akan menjadi adaptasi skala besar pertama Eropa terhadap pesawat angkut taktis untuk misi peperangan elektronik, menggunakan platform yang sudah beroperasi yang digunakan bersama oleh beberapa negara anggota NATO. (Gilang Perdana)

Angkatan Laut Spanyol Sulap Airbus A400 Jadi Pesawat Intai Maritim