Langkah Berani Riyadh: Saat F-35 Digantung Washington, KF-21 Boramae Jadi Jawaban Nyata

Upaya Arab Saudi untuk memodernisasi armada udaranya kini memasuki babak baru yang sangat strategis. Di tengah penantian panjang atas permohonan pembelian jet tempur siluman F-35 Lightning II yang belum mendapatkan respon dari Amerika Serikat, Riyadh mulai secara terbuka menjajaki alternatif lain yang tak kalah potensial.
Langkah nyata ini terlihat saat Komandan Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF), Letnan Jenderal Turki bin Bandar bin Abdulaziz, memimpin delegasi senior dalam kunjungan resmi ke markas Korea Aerospace Industries (KAI) di Korea Selatan pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kunjungan tingkat tinggi ini menjadi sinyal kuat bahwa Arab Saudi tidak lagi ingin bergantung sepenuhnya pada satu sumber pasokan persenjataan Barat. Di fasilitas produksi KAI yang terletak di Sacheon, Letnan Jenderal Turki bin Bandar melakukan inspeksi teknis mendalam terhadap lini perakitan pesawat.
Meski tidak ikut terbang secara langsung, Ia melakukan pemeriksaan mendalam pada bagian kokpit dan sistem avionik secara statis, serta menyaksikan demonstrasi mobilitas KF-21 dari darat. Peninjauan profesional ini bertujuan untuk memvalidasi kesiapan KF-21 yang baru saja menyelesaikan uji terbang finalnya dan bersiap masuk ke layanan operasional aktif pada paruh kedua tahun ini.
Ketika Indonesia Melirik KAAN, Korea Selatan Tawarkan UEA Peran Kunci dalam Program KF-21 Boramae
Apa yang membuat KF-21 Boramae begitu menarik bagi Arab Saudi bukan sekadar spesifikasi teknisnya, melainkan paket kemitraan komprehensif yang ditawarkan oleh Korea Selatan. Berbeda dengan model penjualan konvensional negara Barat, Korea Selatan melalui KAI menawarkan kolaborasi industri yang sangat dalam dan transparan.
Penawaran ini mencakup transfer teknologi kunci, keterlibatan perusahaan lokal Saudi dalam rantai pasokan produksi, hingga pembangunan pusat perawatan, perbaikan, dan operasional (MRO) di dalam wilayah Kerajaan. Model kerja sama ini dinilai sangat selaras dengan visi nasional “Saudi Vision 2030” yang berambisi melokalisasi industri pertahanan domestik.
Filipina Pertimbangkan Tawaran Korea Selatan, 10 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae Block I
Selain aspek industri, pihak Korea Selatan juga menjanjikan fleksibilitas penuh dalam integrasi sistem persenjataan. Hal ini menjadi poin krusial karena memungkinkan Arab Saudi untuk memasang kombinasi amunisi buatan lokal maupun global tanpa hambatan protokol politik yang sering menyertai alutsista asal Amerika Serikat. Dengan komitmen kedaulatan teknologi ini, Arab Saudi kini resmi tercatat sebagai negara ketiga yang secara publik menyatakan minat serius pada KF-21, mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Filipina.
Pertemuan di Korea Selatan ini merupakan awalan dari diplomasi pertahanan yang lebih intens, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pameran World Defense Show (WDS) 2026 di Riyadh pada 8-12 Februari 2026. Melalui KF-21 Boramae, Korea Selatan tidak hanya menawarkan sebuah pesawat tempur generasi 4.5 yang canggih, tetapi juga memberikan kunci teknologi yang selama ini sulit didapatkan Arab Saudi dari mitra tradisionalnya di Barat. (Bayu Pamungkas)
Update Kesepakatan Arab Saudi-Pakistan: Alasan di Balik Akuisisi Jet Tempur JF-17 Senilai $4 Miliar


Wah di photo yg pertama bendera Indo di tutup sama bendera Arab saudi…tanda2 dikeluarkan ini..
Percuma dan sia-sia 🤣🤣🤣
Toh banyak banget komponen penting si Borameong yang termasuk di ITAR.
Lirik bahkan minat dengan KF-21 bagaimana dengan KAAN yang dua tahun lalu dikabarkan Arab Saudi juga berminat? 🤔