Trump Guncang Dunia Militer: Luncurkan Inisiatif “Golden Fleet” dan Battleship Nuklir USS Defiant (Trump Class)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan kebangkitan kembali era battleship (kapal perang utama) bagi Angkatan Laut AS (US Navy). Dalam sebuah acara spektakuler di Mar-a-Lago yang dihadiri oleh petinggi pertahanan termasuk Menhan Pete Hegseth, diumumkanlah proyek ambisius Trump class, dengan unit pertama yang diberi nama USS Defiant (BBG-1).

Baca juga: Stonefish “Carrier Killer” – Ancaman Terbesar untuk Kapal Induk AS di Masa Depan

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif “Golden Fleet”, sebuah rencana besar untuk menghidupkan kembali industri galangan kapal Amerika sekaligus memastikan dominasi absolut di samudera.

USS Defiant bukan sekadar kapal besar; Trump menyebutnya akan memiliki kekuatan “100 kali lipat” dari kapal legendaris kelas Iowa seperti USS Missouri. Berikut adalah detail spesifikasi teknis yang baru saja terungkap:

Dengan bobot 30.000 hingga 40.000 ton, kapal ini secara resmi akan menggeser posisi kapal penjelajah nuklir Kirov class milik Rusia sebagai kapal kombatan permukaan terbesar di dunia.

USS Defiant akan dipersenjatai dengan Sea-Launched Cruise Missile – Nuclear (SLCM-N). Ini adalah langkah berani yang memasukkan elemen triad nuklir langsung ke armada permukaan.

Trump mengonfirmasi bahwa kapal ini akan mengusung sistem Railgun di bagian haluan, didampingi oleh dua meriam Mark 45 kaliber 5 inci di sisi kiri dan kanan.

USS Defiant akan dilengkapi dengan lebih dari 100 sel VLS (Vertical Launch System). Menariknya, terdapat bank VLS berdiameter besar yang khusus dirancang untuk meluncurkan rudal hipersonik Conventional Prompt Strike (CPS).

Dari rendering menunjukkan empat sistem serangan elektronik SEWIP Block III terintegrasi dan sistem senjata laser untuk pertahanan udara jarak dekat.

Washington kabarnya telah menyetujui pembangunan dua unit pertama, namun dalam jangka panjang, Trump merencanakan pembangunan hingga 10 unit, bahkan berpotensi mencapai 25 unit.

‘Tertidur Puluhan Tahun’, Kapal Penjelajah Nuklir Admiral Nakhimov Siap Perkuat Lini Angkatan Laut Rusia

Strategi ini juga melibatkan kemitraan internasional yang mengejutkan. Trump mengumumkan niat untuk menggandeng raksasa Korea Selatan, Hanwha, guna mempercepat produksi kapal-kapal perang baru dan membangun galangan kapal baru di tanah Amerika. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan lapangan kerja besar-besaran bagi warga AS.

Sekretaris Angkatan Laut John Phelan menjelaskan bahwa jika Iowa class dulu mengandalkan meriam besar untuk menyerang, maka USS Defiant dirancang untuk “membunuh sang pemanah” (kill the archers). Artinya, kapal ini mampu menghancurkan platform peluncur musuh dari jarak yang sangat jauh sebelum mereka sempat menyerang. Kapal ini juga akan berfungsi sebagai Fleet Command Platform, tempat para laksamana memimpin koordinasi jet tempur, kapal perang, hingga armada drone.

Dengan pengumuman ini, Amerika Serikat secara resmi menantang dominasi Rusia yang selama ini menjadi satu-satunya pengguna kapal perang nuklir kelas berat melalui Kirov class. USS Defiant akan menjadi simbol baru kekuatan global AS, membawa pesan “Peace Through Strength” langsung ke perairan internasional dengan teknologi yang belum pernah terlihat sebelumnya. (Bayu Pamungkas)

Kapal Penjelajah Nuklir Rusia RFS Admiral Nakhimov (Kirov Class) Jalani Uji Coba Laut Pabrik – Factory Acceptance Test (FAT)

2 Comments