Sikorsky MH-60S Knighthawk: Workhorse Angkatan Laut AS dengan ‘Darah’ Black Hawk

Dari puluhan produk yang dipamerkan di tarmac selama Dubai Airshow 2025 (17- 21 November 2025), terdapat satu aset yang dibawa oleh Angkatan L:aut AS (US Navy), yaitu helikopter MH-60S Knighthawk yang berasal dari Littoral Combat Ship (LCS) USS Canberra. Meski bergenre sebagai helikiopter yang berpangkalan di kapal perang, namun helikopter ini ditampilkan dalam konfigurasi serbu udara ke permukaan.

Baca juga: Akuisisi 29 Unit AH-64E Apache Guardian dan 12 Unit MH-60R Seahawk, Australia Ciptakan Ratusan Lapangan Pekerjaan Baru

MH-60S Knighthawk adalah aset multi-misi yang tak tergantikan bagi Angkatan Laut AS, sering terlihat beroperasi dari kapal serbu amfibi besar dan kapal suplai. Helikopter ini merupakan evolusi unik yang dirancang untuk menggantikan helikopter utilitas tua CH-46 Sea Knight, mengombinasikan ketangguhan jet regional militer dengan kemampuan laut yang spesifik.

MH-60S dikenal sebagai “hybrid” karena menggunakan airframe (kerangka badan pesawat) utama yang diadaptasi dari UH-60 Black Hawk Angkatan Darat AS (US Army), bukan dari desain asli Seahawk yang lebih ramping. Hal ini memberikannya keunggulan krusial, yaitu kabin yang jauh lebih luas dan lantai yang diperkuat.

Desain kabin yang besar ini memaksimalkannya untuk tugas utama VERTREP (Vertical Replenishment), yaitu transfer kargo dan pasokan vertikal dari kapal suplai ke kapal perang lainnya.

Berbeda dengan varian MH-60R Seahawk (Romeo) yang merupakan spesialisasi peperangan anti-kapal selam (ASW) dan anti-kapal permukaan (ASuW), MH-60S adalah utility helicopter.

MH-60R didesain dengan roda pendaratan yang dapat dilipat agar muat di dek frigat kecil dan dilengkapi sonar celup (dipping sonar) canggih. Sebaliknya, MH-60S menggunakan roda pendaratan tetap (fixed landing gear) yang lebih sederhana dan tangguh, dengan fokus sensor pada operasi Penanggulangan Ranjau (Mine Countermeasures – MCM) menggunakan sistem seperti AN/AES-1 ALMDS (Laser Mine Detection System).

Dibuat oleh Sikorsky Aircraft, MH-60S ditenagai oleh dua mesin turboshaft General Electric T700-GE-401C/D yang andal. Helikopter ini biasanya diawaki oleh 3 hingga 4 personel (Pilot, Co-Pilot, dan 1-2 Crew Chiefs/Gunners).

Meskipun fokusnya adalah utilitas, Knighthawk memiliki jangkauan yang mengesankan. Kecepatan jelajahnya sekitar 260 km/jam (140 knot). Dalam misi tempur, MH-60S memiliki radius operasional yang efektif hingga sekitar 460 km.

Berkat kapasitas bahan bakar internal yang besar, MH-60S dapat mencapai jangkauan ferry (jarak tempuh maksimum tanpa muatan tempur) hingga lebih dari 800 km, menjadikannya aset logistik yang mampu mendukung operasi di kawasan yang luas. Kapasitas muatan internal atau eksternalnya pun mencapai hingga 4.000 kg (sekitar 9.000 lbs), memungkinkan pengangkutan 10-12 prajurit bersenjata lengkap.

Total Lost, Helikopter AKS MH-60R Angkatan Laut Australia Jatuh di Laut Filipina

Sesuai dengan peran multi-misi, MH-60S memiliki sistem senjata modular yang dapat dikonfigurasi untuk serangan ringan atau perlindungan diri (self-defense).

Untuk pertahanan diri dan penekanan tembakan, helikopter ini sering membawa senapan mesin M240D atau FN MAG kaliber 7.62 mm atau senapan mesin berat GAU-21 kaliber .50 yang dipasang di pintu samping. Ketika ditugaskan untuk misi serangan (light attack), Knighthawk dapat membawa amunisi presisi pada pylon, seperti rudal Hellfire (AGM-114), yang digunakan untuk menghancurkan sasaran permukaan seperti kapal cepat musuh atau instalasi darat di dekat pantai.

Roket 70mm dengan Kit Pemandu APKWS, Solusi Efektif dan Murah untuk Hancurkan Drone

Bekal persenjataan lain adalah APKWS (Advanced Precision Kill Weapon System), roket 70 mm konvensional yang dilengkapi dengan panduan laser, memberikan solusi serangan presisi yang lebih ekonomis dibandingkan rudal Hellfire.

Kombinasi fleksibilitas kargo, daya jelajah yang baik, dan kemampuan senjata presisi ringan menjadikan MH-60S Knighthawk sebagai aset yang sangat vital dalam setiap gugus tempur Angkatan Laut AS di seluruh dunia.

Tandingi Sikorsky MH-60L, Pasukan Khusus Cina Punya ‘Tiruannya’ – Helikopter Serbu Harbin Z-20T Assault Eagle

MH-60S Knighthawk dalam konfigurasi standar Angkatan Laut AS saat ini (untuk peran Utilitas/Logistik/MCM) tidak dilengkapi dengan air refueling probe dan tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

Untuk memperpanjang jangkauan (misalnya saat ferry flight atau transit), MH-60S menggunakan tangki bahan bakar eksternal yang dapat dipasang pada pylon senjata (di sisi lambung helikopter). Ini adalah solusi yang lebih sederhana daripada IFR (In-Flight Refueling).

MH-60S milik AL Thailand.

MH-60S secara resmi mulai beroperasi (memasuki layanan Angkatan Laut AS) pada Februari 2002. Helikopter ini mencapai Initial Operational Capabilities (IOC) pada Agustus 2002 dan dikerahkan secara operasional pertama kali pada Januari 2003 untuk mendukung Operasi Pembebasan Irak (Operation Iraqi Freedom).

MH-60S Knighthawk tidak secara eksklusif dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Meskipun operator utamanya dan yang terbesar adalah US Navy, helikopter ini telah diekspor ke Angkatan Laut Thailand, yang mana Thailand menjadi pelanggan ekspor pertama MH-60S. Mereka memesan dua unit pada Juni 2007 dan menerimanya pada Agustus 2011 untuk digunakan dalam peran utilitas maritim dan logistik. (Gilang Perdana)

Hari Ini 45 Tahun Lalu, Sikorsky SH-60 Terbang Perdana – Salah Satu Helikopter Angkatan Laut Paling Laris di Dunia