Aselsan CENK 200-N: Radar Intai 4D AESA Jangkauan 100 Km, Terpasang di KRI Belati 622

Selain menjadi kapal perang TNI AL yang dipasangi rudal anti kapal Atmaca buatan Roketsan, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M KRI Belati 622, juga menjadi kapal perang pertama TNI AL yang mengadopsi radar CENK 200-N buatan Aselsan. Ditempatkan pada puncak menara KRI Belati 622, bagaimana kemampuan radar produksi Turki ini? dan apa kaitannya dengan operasional rudal Atmaca?
Baca juga: KRI Belati 622: KCR Hybrid Pengganti KRI Rencong (622), Diperkuat Rudal Anti Kapal Atmaca
CENK 200-N (sering disebut juga CENK 200) adalah radar yang dirancang khusus untuk platform maritim seperti kapal patroli dan kapal perang kecil hingga menengah. CENK 200-N adalah bagian dari keluarga radar CENK yang dikembangkan oleh Aselsan untuk memenuhi kebutuhan pengawasan, navigasi, dan kontrol tembakan di lingkungan laut.
CENK 200-N dirancang untuk kapal dengan ukuran lebih kecil karena bobotnya yang relatif rendah (di bawah 450 kg untuk bagian di atas dek) dan ukurannya yang ringkas. Salah satu kabar terbaru mengenai penerapan radar ini adalah pada Fregat Merah Putih (Indonesia) yang dibangun oleh PT PAL.
CENK 200-N mengadopsi teknologi AESA (Active Electronically Scanned Array), yang memungkinkan pemindaian elektronik cepat, daya tahan tinggi, dan kemampuan menghadapi gangguan elektronik (jamming) yang lebih baik daripada radar mekanis tradisional.

CENK 200-N mengusung dimensi data 4D, yang mampu mendeteksi dan melacak target dalam empat dimensi: azimut, ketinggian (elevasi), jarak, dan kecepatan.
Radar ini berjalan di frekuensi X-Band, yang merupakan frekuensi tinggi, ideal untuk akurasi tinggi dan deteksi target kecil, terutama di cakrawala (permukaan laut) atau target terbang rendah (sea-skimming) atau objek permukaan kecil dalam jarak yang lebih pendek dan sangat penting.

Modul antena CENK 200-N mengadopsi Solid State Transmit/Receive (T/R), yang menggunakan modul semikonduktor, menjadikan radar lebih modular, ringan, dan memiliki konsumsi daya yang lebih rendah.
Bagaimana dengan Jangkauan Radar?
CENK 200-N memiliki jangkauan instrumented sekitar 100 km (atau lebih, tergantung target). Radar ini dirancang untuk melakukan deteksi dan pelacakan target udara dan permukaan laut, termasuk target kecil yang bergerak cepat di dekat permukaan air (seperti rudal anti-kapal jelajah). Radar ini mampu melacak hingga 200 target secara simultan.
Sudut elevasi antena radar hingga 70∘ elevasi (ketinggian), membuatnya efektif untuk pengawasan di atas kapal. Radar ini juga dilengkapi dengan fitur Electronic Counter-Counter Measures (ECCM) yang ekstensif untuk beroperasi di lingkungan peperangan elektronik yang padat.

Angkatan Laut Filipina Pamer Kanon CIWS Aselsan Gokdeniz di Fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06)
Radar CENK 200-N sangat terkait dengan sistem senjata kapal. Peran utamanya bukan hanya untuk pengawasan umum, tetapi juga untuk mendukung sistem tempur kapal. CENK 200-N berfungsi sebagai salah satu mata utama kapal. Radar ini terus-menerus memberikan data pelacakan 4D (posisi, ketinggian, kecepatan) secara real-time ke Combat Management System (CMS) kapal,
CMS kemudian menggunakan data yang sangat akurat ini untuk menilai ancaman, memutuskan senjata mana yang akan digunakan, dan mentransfer data ke sistem penargetan senjata.
Radar ini secara langsung mendukung penargetan senjata dalam beberapa peran, seperti menyediakan data pelacakan permukaan laut yang sangat akurat, yang dapat digunakan untuk mengarahkan kanon kapal (seperti kanon 76 mm atau 40 mm) untuk penembakan terhadap kapal lain atau target di darat (jika dibutuhkan).
Meskipun CENK 200-N bukanlah radar pengendali tembakan khusus (radar iluminator), data yang dihasilkannya sangat vital untuk memberikan informasi penargetan awal kepada rudal anti-kapal (seperti Atmaca atau Exocet) atau rudal pertahanan udara yang diluncurkan oleh kapal. Rudal akan dipandu ke area target sebelum radar pengendali tembakan yang lebih presisi mengambil alih.
Frigat ‘Merah Putih’ (Arrowhead 140) Akan Dilengkapi CMS Advent dari Havelsan Turki
Kemampuan AESA dan X-Band-nya memungkinkan identifikasi target ancaman kecil dengan cepat, yang krusial untuk mengaktifkan sistem pertahanan jarak dekat (CIWS) atau rudal pertahanan diri kapal.
Secara ringkas, CENK 200-N adalah komponen integral dari rantai pembunuhan (kill chain) kapal, memastikan sensor paling awal dan paling akurat tersedia untuk mengarahkan senjata. (Gilang Perdana)
Leonardo Kronos Dual Band – Radar Pertama dengan Antena Sudut Tetap di Kapal Perang TNI AL



eh, sudah toh?, ok min
Hore, akhirnya Kapal Induk Garibaldi dan Istif Class siap diakuisisi. Beda dengan kondisi kilo class yg udah rame semua gegara info nomor lambung kasel 401 ada 2. Atau gegara foto Kilo nongol di kalender TNI.
Yah kalo yg sekarang emang uangnya ada dan sesuai kebutuhan. Bayraktar TB-3 dan Kizilelma mungkin yg akan menjadi sayap udara kapal Induk Indonesia disertai heli AKS/angkut Caracal dan bisa juga mungkin tambahan heli serang.
Radar Cenk 200N AESA boleh tuh di aplikasi pasang di kapal perang KCR 40M KRI Siwar series ada banyak menara KCR 40M masih kosong belum terpasang radar
https://www.navalnews.com/naval-news/2025/10/turkiye-successfully-test-fires-siper-1d-long-range-sam-from-indigenous-vls/ min, kayaknya ini cocok kalau dibahas juga hehe (mumpung ada hubungannya secara ngga langsung ke fregat merah putih)
Itu sudah dibahas 🙂 — > https://www.indomiliter.com/bakal-persenjatai-fregat-istanbul-class-turki-sukses-uji-coba-peluncuran-rudak-hanud-jarak-jauh-siper-1d/
buat yang salah paham, radar utama FMP bukan radar cenk 200 tapi rudal CAFRAD METE-HAN, kemungkinan untuk kegunaan radar cenk 200 di FMP mungkin hanya sebatas radar sekunder atau radar tambahan saja https://www.navalnews.com/naval-news/2025/02/indonesias-merah-putih-class-frigate-what-you-need-to-know/
mosok radar Cenk 200 N mau di taroh fregat merah putih (143 m)…? secara bobot kapalnya udah berat tuh…bukan menenagah lagi ….mestinya radar aesa 4D yg berdaya jangkau 450 km…bukan yg 100 km. kan katannya fregat MP mau di gunakan sebagai pengawas udara mobile. mirip CGI tapi di kapal.
kapal besar kok hanya dipasang radar yg berbobot ringan.
Radar sekelas SAAB 1X dan Thales NS-100…..tapi ko mau dipsangkan ke FMP ya 🤔
ternyata jangkauan radarnya kedah-cass punya malay lagi jauh
dulu cina lalu eropa dan sekarang turki, dan yang paling pertama uni Soviet berikutnya bakal lokal apa tetep impor lagi y