Saat Armada Kapal Perang Cina Berlayar dalam Formasi, Maka Disitu ada TJN-906 High Speed Broadband Data Link

Bersamaan dengan komisioning kapal induk helikopter – Landing Helicopter Dock (LHD) Type 075 Hubei (34), Armada Laut Selatan (South Sea Fleet) Angkatan Laut Cina (PLA Navy) juga menggelar latihan maritim yang melibatkan formasi kapal perang dalam jumlah besar di Laut Cina Selatan.

Baca juga: IMAGE Console 1900s – Sistem Komunikasi dengan Enkripsi Berlapis Untuk Kapal Perang TNI AL

Nah, pelibatan formasi kapal dalam jumlah besar pada latihan, sudah barang tentu membutuhkan ketersediaan akses komunikasi data yang memadai antar elemen yang terlibat, termasuk pada unsur udara.

Terkait hal tersebut, maka dikenal teknologi TJN-906 high speed broadband data link yang digunakan armada kapal perang Angkatan Laut Cina. Sistem data link ini dirancang untuk mendukung operasi formasi laut gabungan, memberikan kemampuan komunikasi real-time, berkecepatan tinggi , dan berbasis jaringan.

Mengutip Sino Defence Forum, TJN-906 punya kecepatan lebih dari 2 Mbps untuk komunikasi line-of-sight, memenuhi kebutuhan transmisi informasi taktis antar-kapal dalam formasi tempur laut, serta mendukung mode komunikasi point-to-point, point-to-multipoint, multi-point-to-multi-point dan broadcast.

Proses pengembangan dan penerapan TJN‑906 telah dimulai sejak tahun 2008. Pada waktu itu, per sistem sudah berhasil dikembangkan sebagai bagian dari evolusi data link militer PLA.

Sebagai sistem data link militer, TJN-906 tersertifikasi dengan modul enkripsi internal serta kemampuan anti-interferensi dan anti-intersepsi yang kuat, dan dilengkapi kemampuan adaptasi satelit, sehingga dapat digunakan untuk transmisi melalui saluran satelit.

Bila Satelit Tidak Berfungsi, Bagaimana Armada Inggris Dapat ‘Survive’ dalam Pelayaran Jarak Jauh?

Masih dari sumber yang sama, TJN‑906 disebut merupakan bagian dari generasi lanjutan setelah sistem sebelumnya seperti TJN‑905 yang lebih dasar dan terbatas. Pengembangan dirancang untuk memperkuat komunikasi taktis maritim PLA agar sejajar atau setara dengan sistem data link modern barat (seperti Link 16 dan Link 22).

Di kalangan angkatan laut negara-negara Barat, terutama NATO, sistem data link canggih yang sebanding dengan TJN‑906 adalah Link 22. Link 22 dikembangkan sebagai pengganti Link 11, dengan kapabilitas keamanan, jangkauan, dan kecepatan yang jauh lebih baik, dirancang untuk menjadi kompatibel dan interoperabel dengan sistem Link 16, sehingga tidak menggantikan Link 16, tapi melengkapinya, terutama di operasi laut bersama (coalition/naval operations).

Dari spesifikasi, Link 22 berjalan di frekuensi HF (High Frequency) dan UHF (Ulta High Frequency), HF untuk jangkauan lebih dari 1.000 km, sementara UHF terbatas (line of sight). Bicara kecepatan, data rate Link 22 sekitar 2.4 kbps (HF) dan lebih tinggi untuk UHF. Untuk keamanan, Link 22 dibekali enkripsi dan anti jamming.

Type 052DL.

Link 22 adalah yang paling sebanding dengan TJN‑906 dalam konteks naval command and control, terutama karena mendukung komunikasi beyond line-of-sight via HF/UHF, meskipun TJN‑906 unggul di kecepatan broadband. TJN‑906 hanyalah sistem data link line-of-sight (LoS), dan tidak memiliki kemampuan over-the-horizon (OTH) seperti Link 22 yang digunakan NATO.

Meskipun sudah digunakan secara meluas sejak tahun 2008 sebagai data link broadband utama, TJN‑906 bukan satu-satunya dan belum bisa dikatakan paling dominan. Setelah tahun 2020, Angkatan Laut Cina memperkenalkan sistem lain seperti DTS‑03 dan rancangan terbaru XS‑3, yang memiliki kapasitas lebih tinggi, kemampuan cooperative engagement, dan kecepatan data hingga 2 Mbps.

Untuk komunikasi beyond line of sight (BLoS) di Angkatan Laut Cina, mereka tidak hanya mengandalkan satu sistem, tapi menggunakan kombinasi beberapa jenis sistem komunikasi jarak jauh, termasuk komunikasi satelit, HF (High Frequency) Long Range Radio, serta relay data via AEW&C dan (drone) UAV. (Gilang Perdana)

Flashing Light to Text Converter: Komunikasi Antar Kapal Perang Saat Jalankan “Radio Silent”