Rusia Pertimbangkan Ubah Pesawat Komersial Tu-214 Jadi Peluncur Rudal Jelajah Kh-101 ALCM, Tak Mudah Tapi Mungkin Saja

Kreativitas ala perang dingin kembali mengemuka, salah satunya adalah Rusia yang tengah mempertimbangkan penggunaan basis pesawat komersial Tupolev Tu-214 sebagai pembawa/peluncur rudal jelajah udara ke permukaan jarak jauh Kh-101 ALCM (Air Launched Cruise Missile).
Dalam perkembangan mengejutkan dari Rusia, para pakar militer dan orang dalam industri pertahanan dilaporkan tengah mendiskusikan rencana radikal untuk mengubah pesawat sipil Tu-214, menjadi “mobilization missile carrier” yang mampu meluncurkan rudal jelajah Kh-101 dan Kh-22.
Mengutip Bulgarianmilitary.com. proposal tersebut muncul pada awal Juni 2025, bertujuan untuk menggunakan kembali Tu-214 guna melengkapi atau bahkan menggantikan armada pembom strategis Rusia yang sudah tua, termasuk Tu-22M3, Tu-95MS, dan Tu-160.
Ide tersebut dilontarkan oleh kalangan pertahanan Rusia, telah memicu intrik dan skeptisisme, karena berupaya mengatasi tekanan yang meningkat pada kemampuan penerbangan jarak jauh Rusia di tengah kerugian yang terus berlanjut dalam konflik Ukraina dan tantangan produksi yang terus-menerus di dalam negeri.

Sementara pihak manufaktur, Kazan Aviation Plant – di bawah United Aircraft Corporation (UAC), kemungkinan akan mendukung inisiatif tersebut. Tu-214 adalah pesawat jet bermesin ganda yang dirancang oleh Tupolev pada tahun 1990-an, pada dasarnya adalah pesawat komersial, dengan berat lepas landas maksimum 110,7 ton dan kapasitas muatan 25 ton.
Tu-214 awalnya dikembangkan sebagai evolusi dari Tu-204 era Soviet, pesawat ini dimaksudkan untuk bersaing dengan pesawat penumpang Barat, seperti Boeing 757 dan A321-200 dan A321XLR.
Rusia Canangkan Adopsi Radar AEW&C A-100 pada Tupolev Tu-214
Pesawat ini memiliki jangkauan sekitar 4.340 mil (setara 6.984 km) dan dapat mengangkut hingga 210 penumpang dalam konfigurasi umum. Desainnya mengutamakan efisiensi untuk rute komersial jarak menengah, dengan kecepatan jelajah sekitar 540 mil per jam dan ketinggian layanan 39.000 kaki (11.887 meter)
Namun, Tu-214 juga telah diadaptasi untuk peran khusus, termasuk varian pengintaian seperti Tu-214R, yang dilengkapi dengan radar canggih dan sensor elektro-optik untuk pengumpulan intelijen, dan Tu-214ON, yang digunakan untuk misi observasi berdasarkan perjanjian internasional. Namun, varian militer ini diproduksi dalam jumlah terbatas, dan desain inti pesawat tetap berakar pada asal-usul sipilnya.
Proposal untuk mengubah Tu-214 menjadi platform pembawa rudal berasal dari kebutuhan Rusia untuk memperkuat kemampuan penerbangan strategisnya.
[the_ad id=”77299″]
Angkatan Udara Rusia sangat bergantung pada pembom strategis mereka untuk mengirimkan rudal jelajah jarak jauh, seperti Kh-101 dan Kh-22, dalam operasi melawan Ukraina. Kh-101, rudal jelajah subsonik siluman dengan jangkauan hingga 2.800 mil, dirancang untuk serangan presisi terhadap target bernilai tinggi.
Sementara, Kh-22 adalah rudal anti kapal supersonik dengan jangkauan sekitar 370 mil (595 km), yang utamanya dibawa oleh Tu-22M3. Kedua rudal tersebut telah banyak digunakan dalam operasi Rusia di Ukraina, menargetkan infrastruktur dan aset militer dari jarak jauh untuk menghindari pertahanan udara Ukraina.
Gunakan Rudal Anti Kapal Kh-22, Pembom Tupolev Tu-22M Hantam Basis Ukraina di Pulau Ular
Namun, armada pesawat pengebom strategis Rusia menghadapi tantangan yang signifikan. Tu-95MS, pesawat pengebom bertenaga turboprop yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an, merupakan salah satu pesawat tertua di gudang senjata Rusia. Meskipun telah ditingkatkan untuk membawa rudal jelajah modern seperti Kh-101, rangka pesawatnya sudah ketinggalan zaman, dan perawatannya semakin sulit karena usia armada.
Serangan pesawat nirawak Ukraina baru-baru ini telah memperburuk ketegangan pada armada pesawat pengebom Rusia. Dalam operasi berani yang dijuluki “Jaring Laba-laba” pada 1 Juni 2025, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim telah merusak atau menghancurkan 41 pesawat militer Rusia, termasuk pembom Tu-95MS dan Tu-22M3, di lapangan udara seperti Olenya di Oblast Murmansk dan Engels-2 di Oblast Saratov.
Mentok di Eksperimental
Sejatinya, ada beberapa contoh pesawat sipil (komersial) yang diadaptasi menjadi peluncur rudal jelajah udara ke permukaan (ALCM), meskipun ini sangat jarang karena sifat dan bobot rudal ALCM serta sensitivitas operasionalnya. Berikut adalah beberapa kasus nyata dan eksperimental:
1. Tu-154 Rusia
Ada indikasi bahwa versi eksperimental Tu-154 pernah digunakan dalam uji integrasi rudal jelajah Kh-55 (AS-15 ‘Kent’) untuk keperluan pengujian aerodinamika dan sensor — bukan sebagai platform tempur tetap. Namun, proyek ini tidak pernah dioperasikan secara aktif sebagai peluncur ALCM.
2. Boeing 747 – Project “Pelican” dan versi militer
Beberapa proyek riset DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) mempertimbangkan penggunaan 747 sebagai arsenal platform, termasuk kemungkinan membawa dan meluncurkan rudal jelajah. Salah satu usulan adalah “Missile Carrier Aircraft (MCA)” untuk membawa sejumlah besar rudal ALCM. Namun, ini tidak pernah diimplementasikan operasional, hanya konsep.
3. Boeing 707/E-8 JSTARS
Sementara pesawat seperti Boeing 707 (E-3 Sentry, E-8 JSTARS) digunakan untuk misi pengintaian dan kontrol tempur udara-ke-darat, mereka tidak dilengkapi peluncur ALCM. Tapi pesawat berbasis sipil ini menunjukkan potensi adaptasi airframe sipil untuk kebutuhan militer berat, termasuk sensor, radar, dan komunikasi.
Menjadi pertanyaan, mengapa ide atau konsep pesawat komersial sulit diwujudkan sebagai pembawa/peluncur rudal jelajah? Beberapa alasan mengemuka seperti ALCM sangat berat dan panjang, biasanya butuh suspensi internal besar.
Kemudian struktur pesawat sipil tidak dirancang untuk pelepasan senjata, terutama dari bawah sayap atau lambung. Dan masalah integrasi sistem tembak, stabilitas, dan kecepatan pelepasan, menjadikan tantangan yang tak mudah untuk diatasi. (Bayu Pamungkas)
Unik! Iran Pasang Kokpit F-5 Tiger pada Stabiliser Vertikal Tupolev Tu-154



sebenarnya sih asal niat maka bisa digas, contoh termudah bisa melihat argentina pada argentina yang menggunakan pesawat jet pribadi untuk meluncurkan rudal exocet pada perang malvinas