Umumkan Kehadiran Tayfun Block-4, Turki Jadi Negara NATO Ketiga yang Memproduksi Rudal Balistik Hipersonik

Dari International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul, 22 – 27 Juli 2025, Turki memantapkan predikat sebagai negara ketiga di NATO yang mampu membangun dan memproduksi rudal balistik berkecepatan hipersonik, setelah Amerika Serikat dan Perancis. Persisnya pada 22 Juli, Roketsan memperkenalkan secara resmi Tayfun Block-4, yang masuk kategori rudal balistik jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile/SRBM).

Baca juga: Hipersonik dan Anti Jamming, Turki Lakukan Uji Penembakan Ketiga Rudal Balistik Jarak Pendek “Tayfun”

Pengembangan rudal Tayfun, termasuk varian Block‑4, merupakan tonggak penting dalam kemandirian teknologi pertahanan Turki, khususnya dalam kategori rudal balistik jarak pendek dan hipersonik. Pengembangan rudal Tayfun dimulai sejak awal 2010-an, dengan Roketsan sebagai pemain utama di bawah koordinasi Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB). Tujuan utamanya adalah menciptakan rudal balistik yang mandiri dari pengaruh asing, sebagai respons terhadap embargo dan kebutuhan strategis kawasan.

Uji coba pertama Tayfun dilaporkan terjadi pada 18 Oktober 2022, diluncurkan dari peluncur bergerak di Rize (pantai Laut Hitam) dan mendarat di Sinop, berjarak 561 km. Kementerian Pertahanan Turki kemudian secara resmi mengakui program Tayfun dan menyebutnya bagian dari langkah strategis mempertahankan wilayah dan memperkuat deterensi nasional (pencegahan serangan musuh).

Setelah uji kedua pada Mei 2023 yang sukses, program masuk ke tahap penyempurnaan varian kecepatan tinggi (Block-4), yang kini dipresentasikan sebagai rudal hipersonik dengan jangkauan hingga 800–1.000 km dan akurasi tinggi.

Secara resmi, tidak ada bantuan asing langsung pada pengembangan Tayfun, namun, ada dugaan bahwa pengembangan Tayfun terinspirasi atau berbasis pada sejumlah platform luar negeri. Yang mana, sebelumnya, Turki mengimpor teknologi rudal B-611 dari Cina pada awal 2000-an. Dari sinilah Turki mengembangkan J-600T Yıldırım – rudal balistik jarak pendek dengan jangkauan 150–300 km. Tayfun kemungkinan adalah evolusi dari J-600T dengan peningkatan pada propelan, avionik, dan guidance system.

Hingga saat ini, rudal balistik Tayfun buatan Roketsan diketahui memiliki dua varian utama, yaitu Tayfun (varian awal / Block‑1), merupakan SRBM dengan kecepatan supersonik (di bawah Mach 5) dan jangkauan 500 – 561 Km. Tayfun Block 1 mengadopsi sistem pemandu INS dan GPS, sementara hulu ledak yang bisa dibawa adalah jenis HE (High Explosive) fragmentation dengan berat 470 kg.

Status Tayfun Block-1 sudah operasional dan diproduksi massal secara terbatas sejak akhir 2023. Rudal ini masuk inventaris Angkatan Bersenjata Turki sebagai bagian dari sistem rudal strategis darat ke darat.

Varian kedua, dan yang baru saja resmi diperkenalkan, Tayfun Block-4, masuk kategori SRBM dengan kecepatan hipersonik (di atas Mach 5 dengan estimasi Mach 8 – 10). Ciri khas dari Tayfun di antaranya punya panjang 10 meter, berat 7.300 kg dan mempunyai akurasi CEP ≤ 5 meter. Tayfun Block-4 membawa hulu ledak HE fragmentation 500–600 kg, hulu ledak konvensional dengan daya ledak tinggi dan efek fragmentasi.

Dengan kecepatan hipersonik Mach 5+, kombinasi hulu ledak 500+ kg ini dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara, menimbulkan kerusakan besar terhadap target stasioner (markas, sistem radar, landasan, infrastruktur militer berat) dan akurasi tinggi (CEP ≤ 5 m) menjadikannya sangat efektif untuk serangan presisi

[the_ad id=”77299″]

Tayfun Block-4 masuk kategori SRBM, walaupun di ambang batas menuju MRBM (Medium Range Balistic Missile). Namun jika varian mendatang melewati 1.000 km, maka bisa dikategorikan sebagai MRBM.

Sampai saat ini belum ada laporan resmi atau kredibel bahwa rudal Tayfun (Block-1) telah digunakan dalam operasi militer aktif seperti di Suriah, Irak, atau Libya. (Gilang Perdana)

Korea Utara Uji Coba Hwasongpho-11-Da-4.5 – Rudal Balistik Jarak Pendek dengan Hulu Ledak 4,5 Ton

3 Comments