Ukraina Manfaatkan Koleksi Museum Poltava Untuk ‘Melatih’ Kecerdasan Buatan Pada Drone FPV

Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web) yang melibatkan ratusan drone FPV (First Person View) telah membuat kerugian besar bagi militer Rusia. Lantaran dilakukan jauh di dalam wilayah Rusia, maka Ukraina membutuhkan persiapan yang matang dalam serangan ini, yang salah satunya melengkapi drone dengan teknologi kecerdasan buatan.
Dioperasikan jauh di wilayah Rusia, yakni dengan mendekatkan lokasi peluncuran drone (truk kontainer) ke titik sasaran (pangkalan udara), maka pengerahan kawanan drone (swarm drone) dalam serangan diduga melibatkan jasa kecerdasan buatan (AI), yaitu kemampuan sensor untuk memilah, mengidentifikasi dan melancarkan serangan secara presisi pada target terpilih, seperti pembom strategis atau pesawat peringatan dini yang ada di shelter.
Pun untuk menghasikan kerusakan maksimal, maka drone quadcopter yang berukuran kecil harus mampu menabrakan diri ke titik vital pada pembom, semisal bagian sayap yang menjadi arena tangki bahan bakar, alhasil dapat menciptakan ledakan dan kehancuran total pada sasaran.
Nah, meski ada dukungan kecerdasan buatan, namun AI sudah barang tentu perlu ‘dikenalkan’ dengan desain asli dari sasaran itu sendiri, yakni untuk merekam dimensi dan karakter sasaran secara spesifik.

Mengutip United24 Media, disebut militer Ukraina dilaporkan melatih sistem kecerdasan buatan yang digunakan dalam drone dengan mempelajari pesawat pengebom era Soviet yang disimpan di museum militer, yang kebetulan koleksi di Poltava Museum of Long-Range and Strategic Aviation, juga menampilkan jenis-jenis pembom strategis yang sampai saat ini masih dioperasikan Angkatan Udara Rusia.
Algoritma penargetan AI dikembangkan menggunakan pesawat pengebom Tu-95MS Bear, Tu-160 Blackjack dan Tu-22M3 Blinder yang ada di Museum Poltava. Koleksi pembom pada museum ini digunakan untuk mensimulasikan profil radar, penanda visual, dan tata letak struktural untuk serangan drone dengan presisi tinggi.
[the_ad id=”77299″]
Poltava Museum of Long-Range and Strategic Aviation terletak di kota Poltava, Ukraina, tepatnya di bekas pangkalan udara militer Poltava-4. Museum ini resmi dibuka pada 1 September 2016 berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan Ukraina No. 192 tanggal 11 April 2016.
Sebelum menjadi museum, Poltava-4 merupakan markas dari Divisi Penerbangan Pembom Berat Garda ke-13 Dnepropetrovsk-Budapest, yang mengoperasikan pesawat pembom strategis seperti Tu-22M3 dan Tu-16 hingga tahun 2004. Setelah pembubaran unit ini, sebagian pesawat dibongkar sesuai perjanjian perlucutan senjata Ukraina-Amerika. Namun, beberapa pesawat diselamatkan dan dijadikan koleksi museum. (Bayu Pamungkas)



Sudah saatnya TNI belajar buat NEUTRALIZE ACTIVELY dan PASIVELY…..
Salah satunya……
https://youtu.be/lO-TaVGEryE?si=RRdKrvHexTefOYsc