Taiwan Mulai Terima Rudal Harpoon (HCDS), Bakal Jadi ‘Mimpi Buruk’ Kapal Perang Cina di Selat Formosa

Taiwan secara resmi mulai menerima pengiriman sistem rudal anti-kapal berbasis darat, Harpoon Coastal Defense System (HCDS), dari raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Taipei untuk memperkuat doktrin pertahanan asimetrisnya, guna memastikan bahwa setiap upaya invasi melalui jalur laut akan menghadapi risiko yang sangat fatal.
Baca juga: Harpoon : Rudal Canggih Yang “Loyo” Akibat Embargo Militer
Pengadaan ini sendiri berakar dari kontrak besar yang disepakati pada tahun 2021 dengan nilai mencapai US$2,37 miliar. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Taiwan dijadwalkan akan menerima total 100 unit peluncur Transporter Erector Launchers (TEL) mobile (baterai) beserta 400 rudal RGM-84L-4 Harpoon Block IIU, dengan target penyelesaian seluruh pengiriman pada tahun 2028 mendatang.
Varian Harpoon Block IIU (Update) yang didatangkan oleh Taiwan bukanlah rudal anti kapal biasa. Rudal ini merupakan versi tercanggih dari keluarga Harpoon yang telah teruji dalam berbagai medan tempur. Secara spesifik, RGM-84L-4 dibekali dengan hulu ledak penetrasi tinggi seberat 221 kilogram yang mampu meledak dengan daya hancur masif di dalam lambung kapal sasaran.
Dari sisi performa, rudal ini sanggup melesat pada kecepatan subsonik tinggi (high subsonic) sekitar 0,85 Mach atau 864 km/jam. Hal yang paling krusial adalah jangkauan operasionalnya yang mencapai lebih dari 124 kilometer, memungkinkan Taiwan untuk menyapu kapal-kapal musuh bahkan sebelum mereka mendekati garis pantai.
NEW: Per local media, a convoy of military equipment was sighted overnight driving from Kaohsiung’s harbor to Zuoying Naval Base.
The specific systems being delivered remain unconfirmed, though commentators assess the shipment could relate to long-delayed U.S. arms packages,… pic.twitter.com/2mHFqP0I5h
— Taiwan Security Monitor (台灣安全觀測站) (@TaiwanMonitor) February 5, 2026
Keunggulan utama dari sistem Harpoon ini terletak pada teknologi kendalinya yang sangat presisi. Berbeda dengan rudal generasi lama, varian Block IIU menggunakan sistem navigasi inersia yang dipadukan dengan GPS canggih untuk memastikan akurasi tinggi, bahkan saat menghadapi gangguan elektronik (jamming) dari pihak lawan.
Rudal ini juga memiliki kemampuan navigasi pesisir yang memungkinkan mereka terbang sangat rendah di atas permukaan laut (sea-skimming), sehingga sangat sulit dideteksi oleh radar kapal perang musuh hingga detik-detik terakhir sebelum benturan terjadi. Kehadirannya dalam format peluncur mobile berbasis truk memberikan keuntungan taktis berupa fleksibilitas tinggi; unit-unit ini dapat bergerak cepat, bersembunyi di pegunungan, dan menembak dari berbagai titik yang sulit diprediksi.
Melihat spesifikasi dan kapabilitas tersebut, kapal-kapal perang modern lawan sangat layak untuk merasa khawatir. Meskipun kapal permukaan masa kini dilengkapi dengan sistem pertahanan udara yang berlapis, serangan jenuh atau saturated attack yang dilakukan oleh ratusan rudal Harpoon secara bersamaan dapat melumpuhkan sistem pertahanan kapal secanggih apa pun.
Dengan kemampuan rudal yang sanggup membedakan target di pelabuhan yang ramai maupun di laut lepas, sistem Harpoon dari Boeing ini kini berdiri sebagai pilar utama pertahanan pesisir Taiwan, sekaligus menjadi faktor penggentar yang sangat nyata bagi armada laut mana pun yang mencoba mengusik kedaulatan pulau tersebut. (Gilang Perdana)
AS ke Denmark: “Terima Kasih untuk Kesediaan Mengirim Rudal Anti Kapal Harpoon ke Ukraina”



@tn.iya tapi indo mau perang dengan sopo
Ini lho contoh pengadaan alutsista yang serius.
Pengadaan serentak dengan jumlah yang sangat masif untuk melindungi wilayah yang tidak begitu luas. Walaupun jangkauan tidak begitu jauh tapi presisi dan jumlah yang masif adalah daya gentar tersendiri.
Tinggal arhanudnya memadai kah untuk melindungi jumlah baterai rudal permukaan segitu.