Buntut dari konflik perbatasan dengan Cina di Laut Filipina Barat, Angkatan Udara Filipina (PAF) berencana meningkatkan kemampuan endurance dan jangkauan terbang helikopter S-70i Black Hawk agar lebih mampu menjalankan misi pengamanan dan patroli di sekitar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). (more…)
Perairan Barat Filipina kembali memanas, kali ini bukan karena melintasnya kapal selam Rusia, melainkan karena melintasnya “Monster Ship” di dekat Zambales, yakni provinsi di Filipina yang terlatak di Luzon Tengah. (more…)
Bila Angkatan Laut Inggris mempunyai Offshore Patrol Vesssel (OPV) River class sebagai kapal perang (patroli) dalam penggelaran misi di Indo Pasifik, maka Angkatan Laut Perancis juga mempunyai OPV POM (Patrouilleurs Outre-mer) class untuk misi kehadiran militer Perancis di wilayah koloni. Dari emam unit yang akan dibangun, unit pertama, yakni Auguste Bénébig P779, saat ini sedang dalam pelayaran menuju wilayah penugasan di Pasifik selatan. (more…)
Beijing rupanya mulai gerah dengan serangkaian manuver kapal perang Amerika Serikat dan sekutunya di sekitaran Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan. Alih-alih hanya meladeni psy war dan aksi saling intai, Angkatan Laut Cina belum lama ini melakukan aksi ‘balasan’ dengan langkah berani dan di luar dugaan, yakni melayarkan armada kapal perangnya ke wilayah Zona Ekononi Eksklusif (ZEE) Amerika Serikat di Kepulauan Aleutian, Alaska. (more…)
Berita pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) atas dua unit Offshore Patrol Vessel (OPV) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI AL oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU), kamis (26/8/2021), membuat ramai jagad pemberitaan alutsista nasional. Lantaran merupakan jenis kapal baru di lingkup TNI AL, maka tak sedikit warganet yang bertanya, apa definisi dan perbedaan OPV jika dibandingkan korvet atau pun frigat. (more…)
Beijing rupanya tak tinggal diam atas protes yang dilayangkan Manila terkait kabar ‘pendudukan’ 200 lebih kapal nelayan di terumbu karang (reef) Julian Felipe (Whitsun) di Laut Filipina Barat. Tak ingin mendapat sentimen negatif dari dunia internasional, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina telah menyatakan bantahannya terkait ‘pendudukan’ ratusan kapal milisi maritim tersebut. (more…)
Formasi ratusan kapal nelayan Cina di Julian Felipe Reef pada 7 Maret 2021. (NTF WPS)
Kelompok yang diduga sebagai “milisi maritim” kembali berulah di Laut Cina Selatan, setelah Pemerintah Filipina menginformasikan keberadaan lebih dari 220 kapal nelayan Cina yang diyakini diawaki oleh milisi maritim di terumbu karang (reef) di Laut Filipina Barat. Formasi ratusan kapal-kapal itu terbilang janggal, seperti tidak menunjukkan aktivitas penangkapan ikan dan lampu putih menyala pada malam hari. (more…)
Ini bukan April mop, tapi memasuki awal April 2020 ini ada peristiwa di lautan yang membuat ironi sekaligus jadi bahan lelucon internasional. Persisnya pada 30 Maret 2020, sebuah kapal pesiar berbendara Portugal RCGS Resolute, telah mengkaramkan sebuah kapal patroli milik AL Venezuela di Perairan Internasional. Padahal, sang kapal patroli, yaitu ANBV Naiguatá merupakan kapal patroli dengan bobot 1.720 ton dan dilengkapi meriam reaksi cepat OTO melara 76 mm dan kanon CIWS (Close In Weapon System) Rheinmetall Oerlikon Millennium Gun 35 mm. Nah, mengapa itu bisa terjadi? (more…)
Masuknya kapal nelayan, kapal penjaga pantai, bahkan sampai kapal perang Cina di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara sempat membuat geger seluruh negeri ini. Bagi Otoritas keamaman laut, pengerahan armada kapal perang lantas dilakukan secara bergantian untuk meronda dan mencegah elemen asing mengambil manfaat atas ZEE tersebut. (more…)
Meningginya tensi ketegangan di Laut Natuna Utara direspon Pemerintah Indonesia dengan pengerahan Satuan Tugas Tempur yang berisikan beberapa kapal perang dan pesawat intai maritim. Sebaliknya Pemerintah Cina, meski agresif dan ngotot mengerahkan nelayan “milisi maritimnya,” masih mengedepankan armada kapal penjaga pantai (China Coast Guard) di wilayah ZEE Indonesia. (more…)