
Bila merujuk ke pemberitaan terdahulu, semestinya pada bulan Februari lalu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sudah mengumumkan siapa pemenang tender pengadaan drone MALE (Media Altitude Long Endurance) untuk memperkuat armada pesawat nirawak TNI AU. Meski belum ada pengumaman resmi, namun dipercaya kini telah ada ‘keputusan’ yang diambil seputar tender pengadaan drone yang diikuti oleh Cina dan Turki. (more…)

Meski tak jelas kabar kelanjutannya, sekitar pertengahan 2017 sempat santer tersiar bahwa Indonesia akan mengkuisisi drone tempur (UCAV) dari Cina. Kala itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi menyebut bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). (more…)

Nama Chengdu Aircraft Design & Research Institute (CADI) belakangan jadi sering disebut, lantaran CADI adalah sosok dibalik rancang bangun Wing Loong I, drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) yang dipesan empat unit untuk kebutuhan Skadron Udara 51 TNI AU. Dan masih dari Chengdu Aircraft Design, ada pernyataan bahwa pada pertengahan 2019, biro desain di bawah Aviation Industry Corporation of China (AVIC) ini mulai akan melakukan uji terbang pada UCAV Stealth terbaru, Star Shadow. (more…)

Bila tak ada aral melintang, Indonesia bakal menjadi negara pertama, setidaknya di Asia Tenggara yang memiliki drone tempur alias UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) dengan dipilihnya empat unit Wing Loong I untuk memperkuat Skadron Udara 51. Tentu kita tak berharap saat Wing Loong tiba namun tanpa bekal senjata. Seperti halnya pengadaan jet tempur, idealnya paket sistem senjata sudah dicanangkan sedari awal. (more…)

Entah disengaja atau tidak, nampaknya kemunculan drone tempur (UCAV) Wing Loong I dan II di Singapore AirShow 2018 rupanya seperti memberi pesan tersendiri, bukan saja bagi pengunjung pameran dirgantara terbesar di Asia tersebut, lebih dari itu Cina ingin menunjukan tajinya di kawasan ini, berusaha eksis di tengah tekanan dan pengaruh Negeri Paman Sam. (more…)

Anda masih ingat dengan pernyataan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi di situs Merdeka.com (26/7/2017), disebutkan bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). Masih dari sumber yang sama, asal pengadaan drone tempur tersebut sudah terang benderang, bukan dari Negeri kiblat teknologi drone (Israel), melainkan Kemhan akan membeli drone tempur dari Cina. (more…)