Mampu mengemban misi angkut taktis dan strategis, C-130J Super Hercules Skadron Udara 31 TNI AU telah dilengkapi dengan perangkat proteksi dari ancaman lawan. Setelah di artikel terdahulu dikupas perangkat AN/AAR-47 Missile Approach Warning System (MAWS), di C-130J Super Hercules juga terdapat perangkat embedded AN/ALR-56 Radar Warning Receiver (RWR). (more…)
Hari ini, 6 Maret 2023, menjadi momen yang bersejarah dalam jagad dunia pesawat angkut militer di Indonesia. Pasalnya C-130J-30 Super Hercules dengan nomer registrasi A-1339 Skadron Udara 31, akan tiba pada siang hari ini di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (more…)
Selasa, 21 Februari 2023, Lockheed Martin telah menyerahkan unit pertama dari total lima unit pesawat angkut taktis C-130J-30 Super Hercules kepada TNI AU lewat upacara penyerahan secara simbolis yang diadakan di Marietta, Georgia, Amerika Serikat, yang juga memperingati era baru pengoperasian Hercules oleh TNI AU, sebagai salah satu operator C-130 terlama di luar AS. (more…)
Kemampan mobilitas dan deployment alutsista artileri medan (armed) lewat jalur udara kini menjadi perhatian bagi TNI. Setelah sebelumnya melakukan uji loading/unloading pada self propelled howitzer (SPH) CAESAR 155 mm ke ruang kargo C-130 Hercules. Kini lini kesenjataan armmed TNI AD melakukan uji loading/unloading howitzer KH-178 kaliber 105 mm berikut truk KIA KM250 sebagai kendaraan penariknya. (more…)
Dari desainnya, satu unit ranpur self propelled howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, memang dapat dimasukkan ke dalam ruang kargo pesawat angkut C-130 Hercules. Meski dalam kondisi sangat ngepas, toh CAESAR 155 mm dapat dimuat sukses ke ruang kargo C-130 Hercules. (more…)
Sejatinya tak ada yang baru dari dua alat utama TNI AU di foto ini, yang satu adalah pesawat angkut C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, sedangkan satunya lagi, yang akan dimasukkan ke dalam ruang kargo C-130 adalah MATC 8100 Tower, yakni menara ATC mobile. Keduanya sudah lama dioperasikan TNI AU, tapi yang menarik adalah unggahan foto yang terbilang jarang. (more…)
Salah satu peran dari pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU adalah mendukung mobilitas helikopter ke pangkalan aju. Dan kegiatan tersebut sudah dibuktikan beberapa kali lewat pengiriman helikopter jenis NBO-105 dan Bell-412 Puspenerbad. Namun, kedua helikopter TNI AD itu merupakan jenis helikopter dengan landing skit. Sementara jarang terlihat helikopter dengan landing wheel (roda) di angkut menggunakan C-130 TNI AU. (more…)
Guna mewujudkan rencana strategis dalam pengembangan kekuatan udara di kawasan Indonesia Timur, selain rencana membangun skadron tempur, kini lebih dulu TNI AU meresmikan operasional dua skadron angkut baru di Indonesia Timur. Yang dimaksud adalah Skadron Udara 27 dan Skadron Udara 33. Skadron Udara 27 adalah skadron angkut sedang dengan armada pesawat CN-235 220 buatan PT Dirgantara Indonesia. Sementara Skadron Udara 33 adalah skadron angkut berat dengan armada pesawat C-130 Hercules besutan Lockheed Martin. (more…)
Ada yang unik dari awak kabin di Skadron Udara 17, meski menyandang status sebagai militer sejati, namun kostum yang dikenakan punya ciri khas tersendiri, yakni mengenakan kostum layaknya pramugari/pramugara dari penerbangan sipil komersial. Seperti yang diperlihatkan pada Minggu, 17 Desember 2017, Indomiliter.com berkesempatan melihat dari dekat sosok “Hercules Kepresidenan” C-130HS di Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)
Bertempat di hanggar Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu, 17 Desember 2017, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, mantan KSAU yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31 dan Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, meluncurkan tujuh buku dan penyerahan 100 buku kepada TNI AU. Yang menarik dalam momen tersebut adalah ditampilkannya dua Hercules dalam demo statis kepada kolega dan rekan-rekan media. (more…)