AN/ALR-56 Radar Warning Receiver (RWR) – Sistem Peringatan Deteksi Radar Lawan di C-130J Super Hercules TNI AU

Mampu mengemban misi angkut taktis dan strategis, C-130J Super Hercules Skadron Udara 31 TNI AU telah dilengkapi dengan perangkat proteksi dari ancaman lawan. Setelah di artikel terdahulu dikupas perangkat AN/AAR-47 Missile Approach Warning System (MAWS), di C-130J Super Hercules juga terdapat perangkat embedded AN/ALR-56 Radar Warning Receiver (RWR).

Baca juga: AN/AAR-47 Missile Approach Warning System (MAWS) – Sistem Peringatan Serangan Rudal di C-130J Super Hercules TNI AU

AN/ALR-56 RWR adalah perangkat elektronik yang sensornya dipasang pada bagian ekor. Perangkat ini dirancang untuk mendeteksi sinyal radar dari sistem radar musuh dan memberikan peringatan kepada pilot. Perangkat ini dapat membedakan antara sinyal radar musuh dan sinyal radar dari sumber lain, seperti navigasi dan cuaca.

Diproduksi oleh BAE Systems, AN/ALR-56 menggunakan teknologi yang canggih untuk mendeteksi sinyal radar musuh yang dikirimkan dalam berbagai frekuensi dan modulasi. Setelah mendeteksi sinyal radar musuh, perangkat ini memberikan peringatan kepada pilot dengan suara atau tampilan visual. Seperti halnya AN/AAR-47 MAWS, maka AN/ALR-56 dapat diadiposi juga pada pesawat tempur dan pesawat angkut VVIP.

AN/ALR-56 di jet tempur F-15 dan C-130J.

Dengan menggunakan AN/ALR-56, selanjutnya pilot dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari ancaman radar musuh dan mempertahankan keselamatan pesawat dan awaknya.

Jangkauan deteksi AN/ALR-56 RWR bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis radar musuh yang digunakan, kondisi atmosfer, dan topografi daerah terbang.

AN/ALR-56 mampu mendeteksi sinyal radar musuh dalam jarak yang jauh, mulai dari beberapa mil hingga puluhan mil tergantung pada jenis radar musuh yang digunakan. Selain itu, AN/ALR-56 juga mampu menentukan arah dan jenis sinyal radar musuh.

Namun demikian, jangkauan deteksi AN/ALR-56 tidak selalu bisa diandalkan karena ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perangkat, seperti interferensi elektromagnetik dan penggunaan teknologi radar terbaru yang sulit dideteksi.

Selain itu, AN/ALR-56 hanya memberikan peringatan tentang adanya radar musuh dan bukan memberikan informasi tentang ancaman secara spesifik. Oleh karena itu, pilot harus menggabungkan informasi dari AN/ALR-56 dengan informasi dari sistem pertahanan elektronik lainnya, seperti AN/AAR-47 Missile Approach Warning System.

Baca juga: TNI AU Lakukan Upgrade Radar Warning Receiver Untuk Armada Hawk 109/209

Meskipun AN/ALR-56 memiliki sejumlah kelemahan, namun perangkat ini tetap merupakan komponen penting dalam sistem pertahanan pesawat militer modern dan terus dikembangkan untuk meningkatkan kinerjanya. (Gilang Perdana)

One Comment