Rheinmetall Defence secara resmi memperkenalkan Main Battle Tank (MBT) generasi terbarunya, Panther KF51 di ajang Eurosatory 2022 di Paris, Perancis. Rheinmetall menyebut Panther dirancang dengan konsep MBT baru yang radikal, dengan tidak dibatasi oleh penerapan teknologi MBT sebelumnya, meski nuansa MBT Leopard 2 series masih terasa kental. (more…)
Banyak hal menarik ditampilkan dalam pameran militer Eurosatory 2022 di Paris, Perancis (13 – 17 Juni 2022). Salah satu yang membetot perhatian di hari pertama adalah static display dari kendaraan tempur (ranpur) lapis baja roda ban besutan Rheinmetall, yakni Boxer. Bila selama ini publik mengenal Boxer dalam platform roda ban 8×8, maka di Eurosatory 2022, pertama kalinya Rheinmetall memperlihatkan Boxer dalam wujud lain. (more…)
Sejak tahun 2018 Rheinmetall Defence telah memperkenalkan prototipe High Energy Laser (HEL) Gun yang disematkan pada desain kanon Oerlikon Skyshield. Namun, kala itu adopsi HEL pada kubah Skyshield masih dirasa kurang pas dan ergonomis, sehingga jika ditawarkan ke pasar, senjata dengan konsumsi energi besar itu akan sulit terjual. Nah, guna menyiasati perkembangan dan tentunya kebutuhan pasar, kemudian HEL diintegrasikan sebagai bagian dari sistem senjata pada kanon Skyranger. (more…)
Rheinmetall dan Hanwha kini sedang bertarung dalam program Land 400 Phase 3 yang nilainya mencapai Aus$18,1 miliar atau setara 11,1 miliar euro, yakni tender untuk memasok ranpur roda rantai IFV (Infantry Fighting Vehicle) untuk Angkatan Darat Australia (Australian Army). Dalam pertarungan ini, Rheinmetall asal Jerman menawarkan Lynx KF41, sedangkan Hanwha dari Korea Selatan menawarkan Redback. (more…)
Nama Rheinemetall kadung tersohor sebagai manufaktur persenjataan kelas berat, maklum yang diproduksi perusahaan asal Jerman ini memang alutsista kampiun seperti kanon penangkis serangan udara, meriam, ranpur lapis baja sampai kendaraan berat lainnya. Namun, di luar kelaziman, rupanya Rheinmetall juga melirik senjata kelas poket nan mini. (more…)
Modernisasi alutsista besar-besaran tengah dijalankan Australia, di lini darat, selain sedang mengevaluasi dua ranpur roda rantai lapis baja, antara IFV (Infantry Figting Vehicle) Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence. Rupanya ada kabar bahwa Angkatan Darat Australia akan segera kedatangan gelombang (batch) pertama dari ranpur IFV roda ban Boxer 8×8. (more…)
Lama tak terdengar kabar tentang KRI Teluk Ende, namun belum lama ini, kapal perang dengan nomer lambung 517 itu didaulat sebagai kapal markas dalam Latihan Operasi Amfibi Koarmada I (Latopsfib Koarmada I), dan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah latihan penembakan cepat anti serangan udara di malam hari atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEX). (more…)
MBDA dan Rheinmetall, adalah dua nama besar dalam jagad industri alutsista global, terasuk di Indonesia, nama keduanya dikenal sebagai pemasok papan atas kebutuhan persenjataan bagi TNI. Lantas ketika keduanya ‘disatukan’ dalam satu program pengebangan sistem senjata, maka bisa diproyeksikan seperti apa hasilnya kelak. Belum lama ini, diwartakan MBDA dan Rheinmetall bersatu dalam program pengembangan senjata laser untuk kebutuhan Angkatan Laut Jerman. (more…)
Oerlikon Skyranger dari Rheinmetall Air Defence bukanlah produk asing dalam jagad alutusista hanud (pertahanan udara). Kilas balik ke akhir 2017, Skyranger pernah ditawarkan sebagai unsur tactical response dalam sistem hanud di Pulau Natuna. Skyranger pada prinsipnya mengintegrasikan keunggulan mobilitas dan lapis baja dalam gelar operasi hanud, lantaran unit hanud taktis ini mengusung platform kendaraan tempur (ranpur) lapis baja. (more…)
Jangan dikira bila Cina hanya meng-copas desain alutsista dari Rusia, Amerika Serikat, Perancis dan Swedia. Tak disangka, rancangan ranpur lapis baja roda rantai bertampang imut asal Jerman, Rheinmetall Wiesel ternyata juga dicaplok desainnya oleh pabrikan dari Negeri Panda. (more…)