Kilas balik ke bulan November 2022, kala itu dalam pameran pertahanan DefExpo 2022 di Gandhinagar, Gujarat, India, dipamerkan untuk pertama kalinya Samar-2 Air Defense System, yakni jenis sistem pertahanan udara (hanud) dengan basis rudal udara ke udara R-27 buatan Rusia. Samar-2 menjadi buah pembicaraan, lantaran mengubah fungsi rudal udara ke udara menjadi rudal permukaan ke udara. (more…)
Semenjak pemberlakukan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) oleh AS, berlanjut ke invasi Rusia ke Ukraina yang berujung pada sejumlah sanksi yang memberatkan Kremlin, membuat netizen di Tanah Air bertanya-tanya, bagaimana dengan nasib 16 unit jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 yang dioperasikan Skadron Udara 11. Bagaima tingkat kesiapan tempurnya? Apakah bakal melorot? (more…)
Bila AIM-120 AMRAAM sukses dikonvergensi dari rudal udara ke udara jarak menengah menjadi rudal hanud (pertahanan udara), maka bagiamana dengan rudal sejenis lansiran Blok Timur? Meski belum mentas seperti halnya AMRAAM pada platform NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), namun, rudal R-27, yang notabene diproduksi oleh Rusia dan Ukraina, juga telah dicanangkan untuk menjadi rudal hanud, alias surface to air missile (SAM). (more…)
Jauh sebelum invasi Rusia ke Ukraina, rupanya Polandia dan Ukraina punya obsesi bersama untuk merancang sistem pertahanan udara jarak sedang – medium-range air defense system. Persisnya UkrOboronProm, kelompok industri pertahanan milik negara (Ukraina) menawarkan perusahaan Polandia WB Electronics untuk bersama-sama mengembangkan versi yang lebih baik dari sistem pertahanan udara yang diluncurkan di permukaan, dengan basis rudal eksisting R-27 produksi Artem,Ukraina. (more…)
Meski Iran telah memproklamirkan Amerika Serikat sebagai musuh besarnya, namun sampai saat ini Iran belum juga move on dari nostalgia manis seputar legenda alutsista buatan AS. Di lini jet tempur, selain masih mengoperasikan varian upgrade dari F-4 Phantom dan F-5 Tiger, fakta yang menarik Angkatan Udara adalah operator satu-satunya jet tempur bersayap ayun supersonic F-14 Tomcat. (more…)
Ukraina rupanya sukses mendulang kontrak di lini rudal, tapi ini bukan tentang rudal anti kapal RK-360MC Neptune. Melainkan ada kabar bahwa Artem, manufaktur rudal dari Ukraina, telah mendapatkan kontrak senilai US$200 juta untuk ekspor rudal udara ke udara jarak sedang R-27. Seolah memanfaatkan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), Ukraina sejak beberapa tahun belakangan gencar menawarkan rudal ini ke negara-negara pengguna jet tempur produksi Rusia. (more…)
Belum lama ini diwartakan bahwa AU India kecewa atas performa rudal udara ke udara jarak sedang buatan Rusia, Vympel R-77, terutama saat duel udara dengan jet tempur Pakistan pada 27 Februari 2019. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti India dengan rencana mengganti R-77 dengan rudal Derby guna dipasangkan pada jet Sukhoi Su-30MKI. Namun kecewa dengan R-77 tak lantas India kehilangan minat pada rudal produksi Rusia. (more…)
Meski membuat pukulan pada industri pertahanan Rusia, di sisi lain, sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang diterapkan Amerika Serikat justru membawa berkah dan kesempatan bisnis bagi Ukraina. Sebagai negara yang dahulu tergabung dalam Uni Soviet, Ukraina mempunyai basis sistem dan standar senjata yang relatif sama dengan Rusia. Bahkan, beberapa pasokan penting alutsista Uni Soviet berada di tangan Ukraina, sebut saja seperti mesin kapal. (more…)
Mengikuti jejak TNI AL, TNI AU juga melirik Ukraina sebagai salah satu negara pemasok untuk alutsista. Sayangnya akibat konflik yang berkecamuk, TNI AL lewat Kementerian Pertahanan kemudian membatalkan pesanan panser amfibi BTR-4. Tapi mungkin karena situasi kian kondusif, kini TNI AU tengah melirik berbagai produk militer dari Ukraina. Kabar ini datang dari Ukroboronprom, perusahaan plat merah di Ukraina yang bergerak di bidang pertahanan. (more…)