Bukti Tingkat Kesiapan Tempur, Sukhoi Su-30 TNI AU Tampil Gotong Rudal Vympel R-27 dalam Operasi Balat Samodra dan Tangkis Halilintar

Semenjak pemberlakukan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) oleh AS, berlanjut ke invasi Rusia ke Ukraina yang berujung pada sejumlah sanksi yang memberatkan Kremlin, membuat netizen di Tanah Air bertanya-tanya, bagaimana dengan nasib 16 unit jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 yang dioperasikan Skadron Udara 11. Bagaima tingkat kesiapan tempurnya? Apakah bakal melorot?

Baca juga: Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Uganda Kirim Jet Tempur Sukhoi Su-30 ke India untuk MRO

Meski Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pernah memastikan suku cadang jet tempur Sukhoi, tak terganggu akibat perang Rusia Ukraina, karena TNI AU telah memiliki suku cadang sebelum perang meletus. Tetap saja dalam jangka menengah dan panjang, hal tersebut akan berimbas pada tingkat kesiapan tempur armada Sukhoi, terlebih ada sanksi juga yang diarahkan ke sekutu Rusia, yakni Belarusia. Yang mana selama ini perawatan berat armada Sukhoi TNI AU dilakukan di Belarusia.

Seolah menjawab keraguan atas tingkat kesiapan operasional dan tempur, belum lama ini satu flight (tiga pesawat tempur) Skadron Udara 11 menggelar Operasi Balat Samodra dan Tangkis Halilintar, yang menggunakan Lanud Sam Ratulangi sebagai pangkalan aju untuk dapat melaksanakan patroli di wilayah utara NKRI.

(Foto-foto: Instagram Skadron Udara 11)

Selain membuktikan kesiapan operasional Skadron Udara 11 dengan armada Sukhoi-nya, menarik diperhatikan dalam Operasi Balat Samodra dan Tangkis Halilintar, setiap jet tempur Sukhoi Su-30 sudah dipasangi dua rudal udara ke udara Vympel R-27.

Vympel R-27 (dalam kode NATO disebut AA-10 Alamo), adalah rudal jenis medium-to-long-range air-to-air missile yang telah dikembangkan sejak era Uni Soviet pada tahun 80-an.

R-27 ditawarkan dalam beberapa varian untuk bisa dicantolkan pada sayap Sukhoi Su-27/30, seperti tipe R-27R (Alamo A), R-27T (Alamo B), R-27ER (Alamo C), R-27ET (Alamo D), R-27P (Alamo E), dan R-27EP (Alamo F).

Baca juga: India Tampilkan Samar-2 Air Defense System – Senjata Hanud dengan Basis Rudal Udara ke Udara R-27

Dengan tenaga solid fuel rocket motor, rudal R-27 punya kecepatan luncur antara Mach 2.5 hingga 4.5. Dari bobot rudal yang sekitar 253 kg, 39 kg di antaranya adalah berat hulu ledak. Mekanisme peledakan pada target menggunakan dua jenis metode, yakni radar proximity dan impact fuze. R-27 punya dimensi panjang 4,08 meter dan lebar 230 mm. (Gilang Perdana)

14 Comments