
Dengan segala kontroversinya, satu yang pasti, Cina telah membuktikan pencapaian dalam hal pembuatan pesawat amfibi, yakni lewat kehadiran AG-600 Flying Boat yang diproduksi Aviation Industry Corporation of China (AVIC). AG-600 adalah pesawat amfibi terbesar di dunia saat ini, yang prototipe (pertama) terbang perdana pada 24 Desember 2017, dilanjutkan dengan sukses uji take-off perdana dari air pada akhir 2020. (more…)

Entah sekedar iseng atau ada niatan lain, mengarahkan pointer laser ke arah kokpit pesawat bisa berujung fatal. Meski tak ada efek kehancuran seperti halnya laser gun, namun berkas laser yang diarahkan ke kokpit dapat menyebabkan gangguan serius pada penglihatan awak yang pada akhirnya bisa berujung petaka. (more…)

Meski varian tercanggih pesawat turboprop CN-235 tidak dimiliki oleh Indonesia, namun apa pun yang terkait dengan label “CN-235” pasti membuat bangga warganet Indonesia, maklum CN-235 memang hasil kongsi rancangan antara Indonesia dan Spanyol yang sudah digunakan secara luas di manca negara. Nah, tahukah Anda, bahwa CN-235 ternyata juga dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerka Serikat (USAF) sebagai pesawat dengan misi serba rahasia. (more…)

Berseteru dengan India, sudah barang tentu Pakistan tak ingin tertinggal dalam kelengkapan alutsistanya. Bila India telah mengoperaskan pesawat intai maritim Boeing P-8I Poseidon, maka Pakistan tak bisa berdiam diri melihat rivalnya punya keunggulan komparatif di lautan. Seperti dikabarkan Angkatan Laut Pakistan telah menunjuk Leonardo untuk mengkonversi pesawat jet narrow body besutan Brasil, Embraer Lineage 1000. (more…)

Dalam misi SAR terhadap hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali, Amerika Serikat diwartakan akan memberikan bantuan, yaitu dengan mengirimkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia, Boeing P-8A Poseidon. Punya kemampuan menjalankan misi anti kapal selam (AKS), kali ini dalam misi SAR, kemapuan AKS Poseidon akan dimanfaatkan untuk mencari keberadaan KRI Nanggala 402. (more…)

Di Indonesia, pelibatan unsur militer dalam misi bantuan tugas penegakan hukum sipil dikenal dengan istilah BKO (Bawah Kendali Operasi), dimana militer mendapat mandat untuk mendukung tugas pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Tapi lain halnya di Amerika Serikat, pelibatan unsur militer untuk mengatasi masalah sipil, memicu kontroversi. Selain keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan ribuan Pasukan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan rasial yang meluas di berbagai kota, kini parlemen kembali mempertanyakan pengerahan pesawat intai ‘mata-mata’ selama aksi unjuk rasa dan kerusahan rasial akibat tewasnya George Floyd. (more…)

Tak jauh dari Pulau Natuna, persisnya berjarak 405 mil laut (atau setara 750 km) arah utara Laut Cina Selatan, AL Cina mulai pasang kuda-kuda dengan mempersiapkan gugus pesawat dan helikopter intainya di Fiery Cross Reef. Meski belum menyertakan unsur tempur utama, komposisi pesawat anti kapal selam KQ-200, pesawat intai KJ-500 airborne early warning (AEW) dan helikopter angkut berat Changhe Z-8, menjadi penanda kian hangatnya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan pasca mondar-mandirnya pembom strategis B-1B Lancer di kawasan tersebut. (more…)

Lepas dari kecanggihan perangkat yang ada di dalamnya, salah satu kunci sukses pemasaran pesawat intai maritim P-8 Poseidon dan AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) E-7A Wedgetail adalah pemilihan platform pesawatnya. Dengan basis pesawat narrow body Boeing 737-700/800, negara pengguna akan lebih mudah dalam melakukan perawatan dan ketersediaan suku cadang yang melimpah. Tapi di pasar commercial narrow body, Boeing 737 series faktanya tak melenggang sendiri, dari Eropa ada Airbus A320 series yang populasinya juga sangat besar, termasuk di Indonesia, dan tentunya bersaing keras dengan penjualan Boeing 737. (more…)

Antara TNI AU dan TNI AL kini punya standar pesawat intai maritim yang sama, yakni platform CN-235 220M (military version). Dalam hal penempatan, TNI AU lewat Skadron Udara 5 lebih dulu mengoperasikan CN-235 220M MPA (Maritime Patrol Aircraft), yaitu per Agustus 2009. Dan, agak lama berselang Puspenerbal TNI AL lewat Skadron Udara 800 pada Oktober 2013 juga menerima CN-235 220M NG MPA dari PT. Dirgantara Indonesia (DI). (more…)