
Kembali ke Januari 2018, tersiar kabar bahwa PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) dalam tahap finalisasi kerjasama pengembangan drone MALE untuk kebutuhan TNI AU. Dan lebih dalam disebutkan kedua manufaktur aviasi tersebut menggodok rancangan UAV MALE yang diambil dari basis UAV Anka, drone MALE produksi TAI yang saat ini sudah digunakan AU Turki dan Kepolisian Negeri Otoman tersebut. (more…)

Sampai tulisan ini dibuat, Indonesia belum mengoperasikan drone dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) dan kendali NLoS (Non Line of Sight). Beberapa tawaran dari luar negeri, termasuk rencana produksi bersama memang telah dilontarkan, namun statusnya masih berupa komitmen dan upaya penjajakan lebih lanjut.
(more…)

Entah disengaja atau tidak, nampaknya kemunculan drone tempur (UCAV) Wing Loong I dan II di Singapore AirShow 2018 rupanya seperti memberi pesan tersendiri, bukan saja bagi pengunjung pameran dirgantara terbesar di Asia tersebut, lebih dari itu Cina ingin menunjukan tajinya di kawasan ini, berusaha eksis di tengah tekanan dan pengaruh Negeri Paman Sam. (more…)

Anda masih ingat dengan pernyataan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Leonardi di situs Merdeka.com (26/7/2017), disebutkan bahwa Kementerian Pertahanan memastikan akan membeli drone dalam jumlah besar dan yang dibeli adalah drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance), serta punya kemampuan melakukan penyerangan (UCAV). Masih dari sumber yang sama, asal pengadaan drone tempur tersebut sudah terang benderang, bukan dari Negeri kiblat teknologi drone (Israel), melainkan Kemhan akan membeli drone tempur dari Cina. (more…)

Indomiliter.com pada Juli 2017 pernah mengulas tentang Watchkeeper WK450, drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehice) dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) besutan Thales UK yang ditawarkan kepada TNI AU. Dan merujuk ke pemberitaan terbaru, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Turkish Aerospace Industries (TAI) dikabarkan dalam tahap finalisasi kerjasama pengembangan drone MALE untuk kebutuhan TNI AU. (more…)

Industri Dalam Negeri yang selama ini berkecimpung dalam rancang bangun prototipe drone (UAV/Unmmaned Aerial Vehicle) mulai mendapatkan angin segar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Meski sebagian besar belum mendapatkan kontrak produksi, belum lama ini dilakukan Demo Terbang Drone yang digelar di Komplek Pustek Roket LAPAN, Rumpin Bogor Jawa Barat pada 27 Juli 2017. Beraham jenis drone yang dirilis institusi pemerintah dan perusahaan swasta bersatu dalam satu event yang lebih mirip disebut “drone carnaval.” (more…)

Hampir setiap militer dibelahan dunia kini memanfaatkan jasa drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle), namun faktanya hanya sedikit negara yang mengoperasikan drone tempur, atau drone yang dipersenjatai, alias kondang disebut UCAV (Unmanned Aerial Combat Vehicle). Meski tak melulu identik dipakai oleh negara maju, kehadiran drone tempur membawa perubahan dalam taktik militer suatu negara. Dikenal mumpuni untuk misi ofensif, adanya UCAV di suatu kawasan bisa membawa pengaruh pada bangkitnya perlombaan senjata. Dan seperti yang kini tengah jadi tajuk berita, adalah rencana Indonesia untuk membeli drone tempur. (more…)

Dari segi kelengkapan alutsista, Indonesia punya drone berkemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) untuk misi intelijen, pengintaian udara, dan akuisisi target. Berdasarkan spesifikasi, drone paling mutakhir dioperasikan Skadron Udara 51 TNI AU yang menggunakan TUAV (Tactitcal Unmanned Aerial Vehicle) Aerostar buatan Aeronautics Defense Systems, Israel. Namun karena jumlah yang belum mencukupi dan ‘mungkin’ kapabilitasnya masih tertinggal dari drone intai negara tetangga, menjadikan peluang pengadaan drone TNI masih terbuka. Sebagai bukti, Thales UK dari Inggris belum lama ini dikabarkan telah mengajukan proposal penawaran drone MALE, Watchkeeper WK450 kepada pihak TNI AU. (more…)

Bila Israel didaulat sebagai negara pengembang drone paling maju di dunia, maka Singapura di Asia Tenggara dikenal sebagai negara pengadopsi drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) militer paling maju di kawasan. Meski bentang ruang udaranya amat terbatas, Negeri Jiran ini mengoperasikan dua drone yang tergolong terbaik di kelas medium size multi payload UAV, yaitu Heron dan Hermes 450. (more…)