
Di tengah memanasnya tensi di kawasan Teluk Persia, helikopter serang AH-64E Apache milik Angkatan Darat Uni Emirat Arab (UEA) baru saja mencatatkan sejarah. Selama ini, Apache dikenal sebagai “penghancur tank” yang superior dalam misi bantuan tembakan permukaan. Namun, melalui rilis video terbaru, sang predator menunjukkan sisi lain kemampuannya, memburu dan merontokkan drone kamikaze Shahed-136 buatan Iran di udara menggunakan kanon organik M230 Chain Gun. (more…)

Lanskap pertempuran modern telah berubah drastis dengan dominasi sistem pesawat tanpa awak atau drone di garis depan. Menanggapi ancaman yang kian dinamis, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) melakukan langkah strategis dengan memperkuat armada helikopter serang AH-64 Apache mereka. (more…)

Murka akibat serangan besar-besaran milisi Hamas pada 7 Oktober lalu, militer Negeri Zionis langsung merespon dengan serangan balasan yang tak terperi ke Jalur Gaza, yang berujung tewasnya ratusan warga Palestina, serta kerusakan bangunan dan infrastruktur dalam skala masif. (more…)

Kombinasi rudal AGM-114 Hellfire dan roket Hydra 70 mm pada stub wing jelas membuat AH-64E Apache Guardian Puspenerbad TNI AD sebagai mesin pembunuh yang amat lethal. Tapi toh jika keda senjata tersebut tak terpasang, helikopter Apache masih punya senjata pamungkas yang ampuh, dan yang disebut ini termasuk sebagai senjata ‘organik’ dari setiap varian Apache. (more…)