Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Ondas Holdings, dikabarkan tengah dalam proses negosiasi serius untuk mengakuisisi mPrest, perusahaan perangkat lunak asal Israel yang dikenal sebagai “otak” di balik sistem pertahanan rudal Iron Dome. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai US$200 juta (sekitar Rp3,1 triliun) ini menjadi sorotan tajam, mengingat peran krusial mPrest dalam arsitektur keamanan Israel dan adopsi sistem serupa oleh militer Amerika Serikat. (more…)
Setelah Iron Dome (Israel) dan Steel Dome (Turki), nama “Golden Dome” baru-baru ini mencuat, merujuk pada sebuah proposal kerangka arsitektur pertahanan rudal dan udara terintegrasi yang ambisius, yang ditujukan untuk memperkuat keamanan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, terutama dalam menghadapi ancaman rudal balistik, jelajah, dan hipersonik dari Cina, Rusia dan Korea Utara. (more…)
Mengikuti langkah Israel, Presiden Taiwan, Lai Ching-te, secara resmi mengumumkan dan memperkenalkan nama “T-Dome” dalam pidatonya pada Hari Nasional (Double Ten Day) Taiwan pada tanggal 10 Oktober 2025. (more…)
Rumania belum lama ini mengumumkan bakal menjadi negara Eropa pertama yang menggunakan sistem pertahanan udara (hanud) Iron Dome. Hal tersebut diumumkan Menteri Pertahanan Rumania, Ionuț Moșteanu, yang menyebut akuisisi sistem hanud Iron Dome sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan keamanan nasional. (more…)
Seperti halnya Israel, Korea Selatan meski telah menggelar sistem pertahanan udara (hanud) yang rapat, termasuk mengoperasikan rudal hanud MIM-104 Patriot, namun masih dibayang-bayangi akan serangan udara masif dalam waktu singkat yang membuat sistem hanud yang ada kewalahan. (more…)
Bila Iran akhirnya melakukan serangan terbuka kepada Israel, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung, yakni sangat mungkin Israel akan melakukan serangan balasan ke jantung Iran, yakni serangan udara ke Teheran. Dan sebelum itu terjadi, otoritas militer Iran diketahui telah menempatkan beberapa sistem hanud di beberapa lokasi strategis di sekitaran Teheran, dan salah satu yang terekam dalam citra satelit adalah sistem hanud Zubin, atau kondang disebut “Iranian Iron Dome.” (more…)
Merujuk pada pemberitaan di Agustus 2023, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah memutuskan memborong tiga baterai (kompi) sistem hanud Iron Dome dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Persisnya, USMC telah menyusun rencana untuk mengakuisisi tiga baterai Iron Dome, yang terdiri dari 44 peluncur dan 1.840 rudal pencegat Tamir. (more…)
Sejatinya sistem hanud (pertahanan udara) Iron Dome terbilang canggih dan efektif untuk menangkal serangan rudal dan roket. Namun, dalam kasus serangan milisi Hamas pada 7 Oktober 2023, lebih dari 5.000 roket yang dilepaskan Hamas dari wilayah Lebanon, sontak membuat sistem hanud Israel, termasuk Iron Dome dibuat kewalahan. (more…)
Media internasional menyandingkan serangan drone dan roket besar-besaran milisi Hamas pada pagi hari 7 Oktober lalu ibarat ‘Pearl Harbor Attack’ yang menimpa Israel. Ratusan, bahkan mungkin ribuan roket dilepaskan Hamas dari wilayah Lebanon, menyebabkan ratusan warga Israel tewas, ribuan luka-luka, termasuk tertangkapnya perwira tinggi Israel oleh Hamas. Terlepas dari situasi yang terus berkembang, salah satu poin yang harus dicermati adalah jenis dan kemampuan roket Hamas, yang sedikit banyak mampu membuat ‘kewalahan’ sistem hanud Iron Dome. (more…)
Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat dimuat di peluncur, yang dapat menampung total hingga 20 tabung sekaligus
Setelah serangkaian pengujian internal, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akhirnya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) yang lebih dulu menggunakan rudal Tamir pada sistem hanud Iron Dome buatan Israel. Pengadaan sistem hanud Iron Dome untuk USMC terdiri dari tiga baterai dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Tentu ada maksud tersendiri bagi pasukan pendarat terkuat di dunia ini untuk melengkapi arsenalnya dengan Iron Dome. (more…)