Selain F-35 Lightning II dan Dassault Rafale, maka jet tempur yang laris di pasar ekspor dalam satu tahun belakangan adalah FA-50 Fighting Falcon, yakni pesawat tempur ringan single engine produksi Korea Aerospace Industries (KAI). Dikembangkan dari jet latih tempur T-50 Golden Eagle, ada kabar bahwa Angkatan Udara Korea Selatan – Republic of Korea Air Force (RoKAF), belum lama ini merayakan momen “100,000 Accident Free Flight Hours.” (more…)
Selain jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation, jet tempur ringan (taktis) FA-50 Fighting Eagle produksi Korea Aerospace Industries (KAI) didapuk sebagai produk pesawat tempur dengan penjualan gemilang di sepanjang tahun 2022, apalagi KAI berhasil meraih kontrak jumbo untuk memasok FA-50 ke Polandia. Terlepas dari desain kompak dengan teknologi canggihnya, FA-50 juga dilirik salah satunya karena punya kemampuan close air support dan dogfight yang relatif baik. (more…)
Setelah diluncurkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) pada 7 Juni 2023, satu bulan kemudian batch pertama FA-50GF (Gap Fillers) Fighting Eagle telah tiba di Polandia. Sesuai standar yang berlaku, sebelum resmi diserahkan kepada Angkatan Udara Polandia, maka jet tempur taktis produksi Negeri Ginseng akan menjalani serangkaian pengujian oleh user. (more…)
Setelah foto-foto jet tempur ringan – Light Combat Aircraft (LCA) FA-50 Fighting Eagle pesanan Polandia beredar di media sosial pada bulan Maret lalu. Hanya berselang dua bulan, Korea Aerospace Industries (KAI) pada 7 Juni 2023, telah melangsungkan upacara peluncuran resmi unit perdana dari FA-50GF (Gap Fillers). Tak pelak peluncuran ini berhasil menuai perhatian, pasalnya peluncuran jet tempur produksi gress dilakukan hanya dalam delapan bulan setelah kontrak efektif berjalan. (more…)
Sebagai salah satu jet tempur ringan terlaris saat ini, FA-50 Fighting Eagle mendapatkan beragam tawaran upgrade, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Selain adopsi air refueling probe yang memungkinkan FA-50 melakukan pengisian bahan bakar di udara, jet tempur single engine tersebut juga tengah dipersiapkan untuk dipasangi jenis radar Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)
Dibeli dalam jumlah besar (48 unit) oleh salah satu negara anggota NATO yang wilayahnya bertetangga dengan area konflik, FA-50 Fighting Eagle yang dibeli Polandia mendapatkan peningkatan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya. Persisnya, FA-50 pesanan Polandia akan dilengkapi dengan pod intai dan penjejak sasaran dari jenis Sniper Advanced Targeting Pod. (more…)
Jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle, desain awalnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Korea Selatan. Lantaran untuk pasar domestik, maka FA-50 sedari awal tidak disiapkan untuk memiliki kemampan pengisian bahan bakar di udara (air refueling), maklum ruang udara Korea Selatan tidak luas. Namun, atas permintaan pasar ekspor, Korea Aerospace Industries (KAI) telah membuat adaptasi pada FA-50. (more…)
Mendapat berkah kebanjiran order, Korea Aerospace Industries (KAI) telah memutuskan untuk melipatgandakan kapasitas produksi jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle. Bentuk dari peningkatan kapasitas produksi dengan membuka dua jalur produksi tambahan untuk FA-50 pada tahun 2024. (more…)