KAI Luncurkan FA-50GP Pesanan Polandia, Hanya Delapan Bulan Setelah Kontrak Efektif

Setelah foto-foto jet tempur ringan – Light Combat Aircraft (LCA) FA-50 Fighting Eagle pesanan Polandia beredar di media sosial pada bulan Maret lalu. Hanya berselang dua bulan, Korea Aerospace Industries (KAI) pada 7 Juni 2023, telah melangsungkan upacara peluncuran resmi unit perdana dari FA-50GF (Gap Fillers). Tak pelak peluncuran ini berhasil menuai perhatian, pasalnya peluncuran jet tempur produksi gress dilakukan hanya dalam delapan bulan setelah kontrak efektif berjalan.

Baca juga: ‘Direstui’ AS, FA-50 Fighting Eagle Pesanan Polandia Dibekali Sniper Advanced Targeting Pod

Upacara peluncuran (rollout) FA-50GP berlangsung di markas KAI di Sacheon, yang berlokasi sekitar 300 kilometer selatan Seoul. Upacara tersebut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Lee Jong-sup, bersama rekannya dari Polandia Mariusz Blaszczak.

KAI berkomitmen untuk mengirimkan total 12 unit FA-50GF ke Polandia pada akhir tahun ini, menyusul uji terbang yang dijadwalkan berlanjut hingga bulan berikutnya. Pada September 2022, KAI menandatangani kontrak “eksekutif” dengan Badan Persenjataan Polandia untuk mengirimkan 48 jet FA-50. Penambahan GF (Gap Filler) ke penunjukan pesawat menandakan tujuannya untuk mengganti armada usang Polandia dengan kelompok baru pesawat canggih ini.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee menyatakan kepuasannya atas keberhasilan implementasi proyek kerja sama pertahanan, menghubungkannya dengan teknologi dan kapasitas produksi perusahaan mereka yang luar biasa, serta rasa saling percaya antara kedua negara dan tekad Polandia.

Acara peluncuran itu dijuluki “luar biasa” oleh media Korea Selatan, karena menandakan jangka waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya hanya delapan bulan dari penandatanganan kontrak pada September 2022 hingga pengenalan pesawat tempur.

Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak juga mengakui bahwa peluncuran yang cepat akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya Polandia untuk memperkuat kemampuan pertahanannya.

Bersamaan dengan 12 unit FA-50GP yang dijadwalkan untuk pengiriman tahun ini, KAI akan mengirimkan 36 unit model FA-50PL yang ditingkatkan dari paruh kedua tahun 2025 hingga tahun 2028.

Menurut KAI, FA-50PL telah diperbarui dengan meningkatkan jangkauannya dengan pengisian bahan bakar di udara dan adopsi active electronically scanned array (AESA) dan persenjataan udara ke permukaan dan udara ke udara.

Niat Polandia untuk memperkenalkan pesawat FA-50 ke militernya bermula dari keinginan untuk menghapus sepenuhnya penggunaan jet tempur MiG-29 dan Su-22. Polandia juga memindahkan beberapa jet tempur MiG-29 lamanya ke Ukraina.

FA-50PL dikenal karena kompatibilitasnya dengan jet tempur Barat, terutama F-16, telah dirancang khusus untuk unggul dalam pelatihan pesawat tempur, terutama untuk jet generasi kelima, F-35 Lightning II.

Pada Januari 2020, pemerintah Polandia memesan 32 unit Lockheed Martin F-35A Lightning II, dengan nilai kontrak sekitar $4,6 miliar. Pengiriman pesawat ini akan dimulai pada tahun 2024.

Polandia bermaksud untuk memanfaatkan kemampuan FA-50PL untuk meningkatkan program pelatihan tempurnya, mempersiapkan Angkatan Udaranya untuk menggabungkan F-35, yang diantisipasi sebagai jet tempur utama dalam AU Polandia.

Baca juga: Korea Selatan Rilis Foto Jet Tempur Ringan FA-50 Pesanan Polandia, Dilengkapi “Kanopi Palsu”

Sementara itu, setelah selesainya upacara peluncuran, Lee dan Blaszczak, menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) yang menguraikan niat mereka untuk membentuk komite kementerian bersama yang berfokus pada peningkatan kerja sama industri pertahanan dan senjata bilateral.

Langkah ini diambil karena kesepakatan mereka sebelumnya selama diskusi yang diadakan di Polandia pada bulan Februari, di mana mereka memutuskan bersama untuk membentuk badan konsultasi reguler. (Bayu Pamungkas)

One Comment