Korea Selatan Rilis Foto Jet Tempur Ringan FA-50 Pesanan Polandia, Dilengkapi “Kanopi Palsu”

Jagad dirgantara tengah dibuat heboh, lantaran ‘begitu cepat’ Korea Aerospace Industries (KAI) menangani produksi pesanan jet tempur ringan – Light Combat Aircraft (LCA) FA-50 Fighting Eagle dari Polandia. Pasalnya, kontrak pengadaan total 48 unit FA-50 baru ditandatangani pada Juli 2022, dan saat ini KAI telah memperlihatkan unit perdana FA-50PL pesanan Angkatan Udara Polandia tersebut.

Baca juga: Polandia Borong Senjata Besar-besaran, Korea Selatan Raih Penjualan Alutsista Terbesar Sepanjang Sejarah

KAI persisnya telah merilis foto pertama dari pesawat tempur ringan FA-50 yang sudah menggunakan livery kamuflase abu-abu khas Angkatan Udara Polandia. Foto tersebut memperlihatkan FA-50 pesanan Polandia berada di fasilitas KAI yang berada di Sacheon, lokasi di mana prototipe jet tempur KF-21 Boramae berada.

Pesawat tersebut terlihat memiliki nomer 5002 dan ada tanda kotak-kotak putih dan merah sebagai lambang AU Polandia. Dan yang menarik, untuk pertama kalinya dalam sejarah angkatan udara Polandia, bakal mengoperasikan jet tempur yang memiliki ‘kanopi palsu’ yang dicat di bagian bawah badan pesawat, yang mengingatkan pada konsep serupa yang digunakan pada F/A-18 Hornet (CF-18) milik AU Kanada.

Polandia telah memesan batch pertama sebanyak 12 unit FA-50 senilai US$705 juta, dengan konfigurasi dan spesifikasi yang mirip dengan yang digunakan oleh Angkatan Udara Republik Korea. Kesepakatan pengadaan FA-50 juga mencakup paket pelatihan dan logistik, ditambah dukungan teknis.

FA-50 awal Polandia akan dikirim ke pangkalan udara Minsk Mazowiecki mulai kuartal ketiga tahun ini, dengan simulator misi penuh akan siap digunakan pada tahun 2024. Perbaikan infrastruktur saat ini sedang dilakukan di pangkalan termasuk membangun hanggar baru dan bangunan terkait.

Sejak Januari lalu, kelompok pertama yang terdiri dari empat pilot angkatan udara Polandia – tiga dengan latar belakang MiG-29 dan yang lainnya dengan pelatih PZL-130 – telah menerima pelatihan di Korea Selatan. Setelah menyelesaikan fase sekolah dasar selama satu bulan di fasilitas KAI, mereka sekarang berada di Republic of Korea Air Force’s 1st Fighter Wing di Gwangju, berpartisipasi dalam program 23 minggu termasuk pelatihan berbasis komputer dan penerbangan dengan pesawat latih T-50 Golden Eagle. Mereka diharapkan menyelesaikan pelatihan sebelum 21 Juli 2023.

Program berikutnya dari empat personel Polandia, termasuk pilot FA-50 wanita pertama, akan tiba di Korea Selatan pada awal April, dan akan kembali ke Eropa pada November 2023. Korea Selatan juga memberikan pelatihan bagi teknisi angkatan udara Polandia.

Baca juga: Ekspor FA-50 Fighting Eagle ke Eropa Barat, Airbus Tawarkan Strategi ‘Win-win’ ke Korea Selatan 

Pengiriman lebih lanjut dari 36 pesawat tempur ringan FA-50PL dijadwalkan berlangsung mulai dari tahun 2025 – 2028, dengan akuisisi senilai US$2,3 miliar. Dari aspek persenjataan, FA-50 pesanan Polandia nantinya akan mampu meluncurkan rudal udara ke udara Raytheon AIM-120 AMRAAM. (Bayu Pamungkas)

One Comment