Rangkaian insiden yang menimpa keluarga jet tempur stealth F-35 Lightning II telah menjadi sorotan, khususnya pada varian F-35B yang dominan mengalami beragam insiden sejak beberapa tahun. Dari beberapa insiden pada F-35B, menarik untuk diperhatikan bahwa pilot dapat melontarkan diri dengan selamat, yang secara langsung mengangkat pamor produsen kursi lontar (ejection seat) asal Inggris, Martin Baker. Namun, tahukah Anda, bahwa ada yang berbeda dari kursi lontar pada F-35B. (more…)
F-35B Lightning II, bisa lepas landas vertikal seperti Harrier.
Terlibat dalam latihan tempur udara multilateal Pitch Black 2022 di Australia Utara, membawa penyegaran strategi bagi Angkatan Udara Singapura. Mendapat kesempatan untuk berlatih erat dengan awak penempur stealth F-35A (Australia) dan F-35B (Korps Marinir AS), rupanya mempengaruhi obsesi AU Singapura pada jet tempur masa depannya. Selain telah mengorder empat unit F-35B SVTOL yang mulai diterima tahun 2026, rupanya Singapura punya keinginan untuk bisa memiliki varian lain dari F-35. (more…)
Pelan namun pasti, Lockheed Martin berusaha mengatasi beragam problem dan tantangan yang terkait jet tempur stealth F-35 Lightning II. Selain masalah cacat produksi yang belum teratasi secara tuntas, pekerjaan rumah bagi Lockheed Martin adalah bagaimana menurunkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan F-35 yang dikenal sangat tinggi. (more…)
Dari insiden jatuhnya dua jet tempur F-35 dalam waktu berdekatan, yaitu 17 November 2021 yang menimpa F-35B Inggris di Laut Mediterania dan 24 Januari 2022 yang menimpa F-35C AS di Laut Cina Selatan, sejatinya justru mengangkat pamor dan citra positif dari Martin Baker. Ya, manufaktur kursi lontar (ejection seat) asal Inggris ini secara tak langsung kebagian berkah, lantaran produk dari Martin Baker sukses menyelamatkan nyawa dua penerbang F-35. (more…)
Nama jet tempur F-35C Lightning II dalam beberapa hari ini menjadi trending topik dunia, bukan lantaran predikatnya sebagai (saat ini) satu-satunya penempur stealth yang bisa lepas landas (normal) dari kapal induk, melainkan insiden jatuhnya F-35C di Laut Cina Selatan pada 24 Januari 2022, jauh lebih membetot perhatian. Meski begitu, publik masih menyimpan tanya, sebenarnya apa yang menjadi karakteristik khusus pada F-35C, maklum publik belakangan lebih dominan menyimak pemberitaan seputar F-35A dan F-35B. (more…)
Setelah sempat bungkam terkait status F-35C yang mengalami insiden saat melakukan pendaratan di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70). Kini telah dipastikan, bahwa F-35C yang dimaksud telah jatuh ke Laut Cina Selatan. Sebelumnya pihak AL AS hanya mengkonfirmasi insiden berikut kondisi pilot dan tujuh korban luka pada kejadian 24 Januari lalu. Publik saat itu masih menduga-duga, apakah jet tempur stealth itu jatuh di dek kapal atau ‘nyemplung’ ke laut. (more…)
Saat proses take-off, pada 17 November 2021 telah terjadi kecelakaan dengah jatuhnya jet tempur F-35B Lightning II di Laut Mediterania. Maka pada 24 Januari kemarin, telah tejadi kecelakaan atas F-35 yang terjadi di lautan pula, yakni menimpa F-35C Lightning II yang sedang dalam proses landing di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70), dimana kapal induk nuklir tersebut sedang berlayar di Laut Cina Selatan. (more…)