
Eskalasi di Timur Tengah memaksa Amerika Serikat untuk mulai mengeluarkan kartu as terbarunya. Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkapkan bahwa Komando Sentral AS (CENTCOM) telah mengajukan permintaan untuk mengerahkan rudal hipersonik “Dark Eagle” milik Angkatan Darat AS (US Army) guna menghadapi ancaman Iran. (more…)

Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang keunggulan rudal hipersonik Cina dan Rusia, Amerika Serikat kini berada di ambang pintu sejarah baru. Militer AS melaporkan bahwa baterai pertama Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW), yang dikenal dengan nama Dark Eagle, akan segera mencapai status operasional penuh dalam hitungan minggu. Langkah ini menandai kebangkitan kembali kekuatan artileri strategis AS di panggung dunia. (more…)

Serangan rudal balistik jarak mengenah alias intermediate-range ballistic missile (IRBM) dengan hulu ledak hipersonik MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) 9M729 Oreshnik (Kedr) ke Dnipo di Ukraina apda 21 November 2024, telah meningkatkan antisipasi tingkat tinggi bagi Amerika Serikat dan negara-negara NATO. (more…)