Pameran pertahanan Indo Defence 2022 yang berlangsung awal November lalu, mencatatkan momen tersendiri dalam jagad sistem senjata artileri pertahanan udara (arhanud). Pasalnya lewat kesepakatan bersama Kementerian Pertahanan RI, dua vendor besar alutsista global berhasil ‘diikat’ untuk mengembangkan solusi arhanud yang dirancang khusus untuk kebutuhan Indonesia. Kedua vendor yang dimaksud adalah Roketsan dari Turki dan Excalibur Army dari Ceko. (more…)
Seolah melanjutkan saat memperkenalkan rantis lapis baja Patriot 4×4 di Indo Defence 2018, yang kini dioperasikan oleh Kopaska TNI AL, maka di Indo Defence 2022, Excalibur Army dari Republik Ceko, memperkenalkan rantis baja varian terbaru yang diberi label Patriot II 4×4. (more…)
Meski Polandia bertetangga dengan Ceko, dan sesama anggota NATO, namun ada kabar, bahwa Polandia justu melirik peluncur roket multi kaliber – MLRS (Multiple Launch Rocket Systems) produksi Korea Selatan, K239 Chunmoo. Bukannya melirik MLRS produksi Excalibur Army dari Ceko, menurut informasi dari Defence24.com pada 27 Agustus 2022, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak mengumumkan bahwa Polandia akan memperoleh MLRS K239 Chunmoo dari Korea Selatan. (more…)
Seperti telah pernah dibahas pada artikel terdahulu, antara Ceko dan Hungaria punya kesamaan dalam adopsi jet tempur, yakni sama-sama mengandalkan Gripen C/D produksi Saab. Yang uniknya, kedua negara dengan alasan keterbatasan anggaran, memilih opsi leasing alias sewa guna Gripen dari Swedia. Dan ada kabar terbaru datang dari Swedia, yang menawarkan Ceko untuk kepemilikan armada 14 unit (12 unit Gripen C dan 2 unit Gripen D) secara gratis setelah masa sewa berakhir pada tahun 2027. Kok bisa? (more…)
Ukraina kembali mendapatkan bantuan persenjataan berat, kali ini datang dari Ceko, negeri eks Pakta Warsawa yang kini menjadi anggota NATO itu mengirimkan self propelled MLRS (Multi Launch Rocket System) RM70 Vampire kaliber 122 mm. Ceko setidaknya telah mengirimkan 20 unit RM70 Vampire. (more…)
Ukraina telah menerima beragam bantuan persenjataan dari negara-negara Barat, namun, sejauh ini belum ada yang menghadirkan ‘bantuan’ berupa ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle). Kabar terbaru datang dari Jerman, diwartakan Menteri Pertahanan Jerman Christina Lambrecht secara resmi telah setuju untuk memasok 56 ranpur PbV-501, atau lebih dikenal sebagai BMP-1 ke Ukraina. (more…)
Ada kabar dari Saab, manufaktur dirgantara dan persenjataan asal Swedia itu mewartakan telah mendapatkan kontrak untuk melakukan upgrade pada armada jet tempur Gripen C/D yang dioperasikan Angkatan Udara Hungaria. Sebagai informasi, AU Hungaria mengoperasikan 14 unit Gripen C/D yang didatangkan pada tahun 2006. (more…)
Lazimnya setiap jembatan sebelum resmi dioperasikan harus melalui serangkaian pengujian untuk memastikan kekuatan strukturnya. Salah satu tahapan yang harus dilalui yaitu uji beban (load test). Uji beban merupakan metode pengujian pada bangunan dengan menerapkan beban sesuai standar yang telah ditentukan. (more…)
Kebutuhan pesawat jet latih tempur antar negara tentu tak sama, seperti Angkatan Udara Vietnam yang armada jet tempurnya didominasi buatan Uni Soviet (Rusia), rupanya konsisten menjatuhkan pilihan pesawat latih tempurnya pada besutan Eropa Timur. Setelah sebelumnya mengoperasikan 25 unit Aero L-39 Albatros, masih dari pabrikan Aero Vodochody, Vietnam diwartakan telah memesan 12 unit Aero L-39NG (Next Generation). (more…)
Excalibur Army, tentu bukan nama yang asing dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya sudah beberapa item persenjataan di TNI yang dipasok oleh manufaktur alat berat dan persenjataan asal Ceko ini. Dan ada kabar terbaru, bahwa Excalibur Army telah memperkenalkan jenis sistem senjata artileri terbaru, yang namanya boleh jadi bakal akrab di telinga orang Indonesia, yaitu DITA. (more…)