
Meski bisnis pesawat komersialnya sedang sekarat, namun bisnis Boeing pada alat-alat pertahanan masih terbilang cerah. Selain belum lama ini sukses melakukan uji terbang perdana F-15QA pesanan Qatar, Boeing Defence juga baru saja merayakan keberhasilannya dalam mengirimkan 500 unit helikopter AH-64E Apache, total sejak diproduksi pada tahun 1983, keseluruhan varian AH-64 Apache yang berhasil diproduksi hingga awal April 2020 mencapai 2.485 unit. (more…)

Meski jarang disandingkan, namun kodrat F-16 sebagai jet tempur multirole sedari dulu memang punya kebisaan untuk meluncurkan rudal anti kapal AGM-84L Harpoon. Dan belum lama ini, Maroko telah memproklamirkan order AGM-84L Harpoon Block II kepada Amerika Serikat. Rudal besutan Boeing ini telah disetujui izin penjualannya oleh US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada 14 April lalu lewat skema Foreign Military Sales (FMS). (more…)

Jagad alutsista global kembali mendapat kabar baru, setelah F-15QA Advanced Eagle pesanan Qatar telah sukses terbang perdana pada 14 April 2020 di fasilitas uji coba Boeing di Lambert International Airport di St. Louis. Boeing menyebut varian tercanggih F-15 ini diterbangkan oleh Chief Test Pilot Matt Giese selama 90 menit untuk menguji kemampuan multirole pesawat, pemeriksaan radar dan sistem avionik. (more…)

Jepang adalah contoh bagaimana suatu negara kaya dapat bermain cantik, di satu sisi tetap dalam kelompok ‘sekutu’ Amerika Serikat, namun disisi lain punya ketegasan dalam pengembangan dan pemenuhan industri pertahanan dalam negeri. Bukti ketegasan Jepang belum lama ini ditunjukkan dengan keputusan untuk mengembangkan sendiri jet tempur stealth masa depan pengganti Mitsubishi F-2, dan menolak tawaran desain dari Lockheed Martin dan Boeing dari AS, dan BAE Systems dari Inggris. (more…)

Ada yang spesial hari ini (26/3/2020) bagi AU Australia (Royal Australian Air Force/RAAF), pasalnya angkatan udara Negeri Kangguru tersebut tepat hari ini merayakan 10 tahun pengoperasian jet tempur F/A-18F Super Hornet. Merujuk dari sejarahnya, unit perdana F/A-18F Super Hornet tiba di Australia pada 26 Maret 2010. Dan sampai saat ini, AU Austalia telah mengoperasikan 24 unit Super Hornet yang ditempatkan di No.1 Squadron di Lanud Amberley. (more…)

Di dekade 90-an, saat kekuatan udara Indonesia mengandalkan pada F-16 A/B Block15 OCU Fighting Falcon, maka di belahan selatan, yaitu Australia mengoperasikan ‘rival’ F-16, yaitu F-18 A/B Hornet. Sayang kepak F-16 di Indonesia sempat terganjal embargo dari Amerika Serikat pada periode 1998 – 2006, sebaliknya F-18 Australia terus terbang mulus. Bahkan bila ada yang ingat tentang insiden 16 September 1999 di atas udara Nusa Tenggara Timur, saat itu ‘pelakunya’ diduga adalah F/A-18 AU Australia (RAAF). (more…)

Kompetisi teknologi alutsista antara Amerika Serikat, Rusia dan Cina, boleh jadi akan memulai babak baru, yaitu dalam implementasi ‘loyal wingman.’ Seperti belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia pada 27 September 2019 mengumumkan uji terbang perdana secara bersamaan, antara jet tempur stealth Sukhoi Su-57 dengan drone tempur stealth Sukhoi S-70 Okhotnik. (more…)

Seolah mengikuti jejak TNI AU, rencananya TNI AL lewat Puspenerbal bakal membentuk skadron khusus drone/UAV (Unmamned Aerial Vehicle). Bila di TNI AU ada Skadron Udara 51 yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, maka nantinya skadron drone TNI AL akan bermarkas di Lanudal Juanda, Surabaya, dan kesatuan baru tersebut dibentuk dengan nama Skadron Udara 700. (more…)

Di level pemangku kebijakan, pembahasan tentang pengadaan pesawat intai, khususnya dari jenis AEW&C (Airborne Early Warning & Control) memang kurang greget, maklum fokus pengadaan matra udara masih berkutat di proses pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II yang tak kunjung rampung. Ditambah kabar pemangkasan anggaran pertahanan, menjadikan pengadaan pesawat intai seolah tenggelam. (more…)

Tarik ulur pemberian ToT (transfer of technology) dalam proses pembelian alutsista umumnya terkait dengan beberapa prinsip, mulai dari urusan politik dan pastinya nilai total pembelian tersebut. Ada yang menarik dari rencana pengadaan helikopter angkut berat CH-47 Chinook buatan Boeing. Pasalnya Indonesia hanya membeli empat unit dan tetap mensyaratkan ToT dalam skema offset. (more…)