
Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42. (more…)

Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42. (more…)

Amunisi artileri bakal punya kemampuan lebih dahsyat, tapi ini bukan bicara tentang hulu ledak dan daya hancur, jangkauan tembak senjata artileri medan (armed) howitzer dengan kaliber standar nantinya bisa setara jangkauan rudal balistik jarak pendek. Dan itu bukan isapan jempol, belum lama Kementerian Pertahanan Inggris telah memberikan kontrak senilai US$5 juta untuk pengembangan dan uji prototipe Spectre. (more…)

Selain restu dari Berlin untuk penjualan jet tempur Eurofighter Typhoon, rupanya hubungan kerja sama industri pertahanan antara Jerman dan Turki kian hangat. Hal ini ditandai dengan tercapainya kontrak pembangunan fasilitas bahan peledak antara pemerintah Jerman dengan perusahaan pertahanan Turki. (more…)

Jauh dari surut, perang Rusia versus Ukraina yang telah memasuki tahun ketiga justru kian berkobar. Dan di antara jenis senjata yang masif digunakan adalah penggunaan artileri medan oleh kedua belah pihak. Bila Ukraina sepenuhnya mengandalkan pasokan dari negara-negara Barat, maka Rusia berupaya menggenjot produksi amunisi artileri dari dalam negeri. Mengingat jalannya peperangan yang intens, maka menjadi pertanyaan, berapa banyak amunisi yang diproduksi Rusia? Serta berapa kocek yang dibutuhkan untuk memproduksinya. (more…)

Dari begitu banyak segmen alutsista yang digunakan dalam perang Rusia versus Ukraina, tak bisa dikesampingkan adalah penggunaan artileri medan (armed) jenis howitzer. Dan dari ajang Milex 2023 di Minsk, Belarusia, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan telah meningkatkan kemampuan munisi artileri berpemandu, yang salah satunya adalah jenis Krasnopol. (more…)

Perang bak dua mata pisau, satu sisi melahirkan nestapa, namun pada sisi lain menjadi berkah bagi manukfaktur senjata. Dari sekian banyak manufaktur atau vendor yang mendapatkan ‘kue’ dari melonjaknya anggaran pertahanan adalah Northrop Grumman. Kali ini bukan tentang produksi radar, rudal atau pesawat pembom, melainkan Northrop Grumman merayakan telah mengirim 100.000 kit berpemandu GPS (GPS guided kits) untuk dipasangkan pada munisi artileri konvensional (tanpa pemandu). (more…)

Meski belakangan lebih kondang namanya sebagai manufaktur panser, medium tank dan rantis lapis baja. Namun tak bisa dipungkiri, nama PT Pindad lebih dulu dikenal sebagai manufaktur senjata perorangan dan munisi. Dan bila melihat beragam operasi keamanan yang digelar TNI dan Polri, bisa dibayangkan betapa banyak munisi yang dibutuhkan, belum lagi munisi dalam jumlah yang memadai juga diperlukan dalam menunjang latihan di setiap satuan. (more…)

Meski tank amfibi BMP-3F Korps Marinir dibeli dari Rusia, namun untuk kebutuhan munisinya tak melulu harus dari Rusia. Seperti belum lama diwartakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah membeli munisi untuk meriam 2A70 kaliber 100 mm dari Ukraina. Munisi ini didatangkan lewat jalur laut oleh eksportir Spetstekhnoexport pada Januari 2019. (more…)
Perancis memang bukan pemasok utama alutsista untuk TNI, tapi kiprah Negeri asal Napoleon Bonaparte ini sudah lumayan tersohor dalam menyuplai kebutuhan alutsista TNI, dalam ragam yang berbeda alat tempur maupun perangkat penunjang tempur buatan Perancis telah sejak lama digunakan oleh TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bisa disebut sejak lama, pasalnya kehadiran alutsista besutan Perancis sudah diadopsi RI sejak era operasi Trikora di tahun 60-an. Salah satu bukti sejarahnya ada di lini kavaleri dan artileri, seperti tank AMX-13, AMX-13 VCI (APC), dan AMX MK61 Howitzer Self Propelled. (more…)

Dilihat dari kalibernya, jelas meriam ini tak memiliki daya getar yang diperhitungkan oleh lawan. Tapi lain halnya dalam bentuk pengabdian, Bofors 40mm punya andil yang cukup besar dalam kancah perjuangan, khususnya pada elemen armada kapal perang TNI AL dan korps artileri pertahanan udara (arhanud) TNI AD. Meriam ini pun sudah sangat kondang, kiprahnya sudah dimulai sejak perang dunia kedua sebagai sistem senjata anti serangan udara yang diandalkan pasukan sekutu. Dan, hingga kini Bofors 40mm telah diciptakan dalam banyak varian tempur. (more…)