Update Krisis IranKlik di Atas

Lumat Drone Kamikaze, Rusia Siapkan Amunisi Airburst 30mm untuk Kanon 2A42

Gelaran World Defense Show 2026 di Riyadh, menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan taringnya dalam inovasi persenjataan modern. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengenalan jenis amunisi baru untuk kanon legendaris 30 mm 2A42.

Baca juga: BTR-22 8×8: Revolusi Ranpur Rusia Bergaya Barat di World Defense Show 2026

Melalui raksasa pertahanan negara Rostec, perusahaan spesialis amunisi NPO Pribor memperkenalkan amunisi airburst (ledakan udara) pintar yang dirancang khusus untuk mengubah fungsi kanon konvensional menjadi senjata penangkis drone yang sangat mematikan. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap dinamika medan tempur modern, di mana ancaman drone kecil (FPV) dan kawanan drone (swarm drones) telah menjadi tantangan serius bagi kendaraan lapis baja.

Keunggulan utama dari amunisi yang diproduksi oleh NPO Pribor ini terletak pada sistem kendali tembakannya yang presisi. Berbeda dengan peluru standar yang mengandalkan benturan fisik untuk meledak, amunisi airburst ini dilengkapi dengan sekring elektronik yang dapat diprogram.

Sesaat sebelum ditembakkan, sistem pada kanon akan mengirimkan data waktu ledak yang akurat ke proyektil melalui induksi elektromagnetik. Hasilnya, peluru tidak meledak saat mengenai target, melainkan meledak tepat di depan atau di atas sasaran, menyemburkan awan pecahan logam panas yang mampu melumpuhkan sensor serta struktur drone dalam seketika. Kemampuan ini secara drastis meningkatkan peluang kehancuran target kecil yang bergerak cepat dengan konsumsi amunisi yang jauh lebih efisien.

Rostec dan NPO Pribor tidak hanya merancang amunisi ini sebagai proyek eksperimental, melainkan sebagai standar baru bagi jajaran wahana tempur utama Rusia. Amunisi 30 mm ini nantinya akan disiapkan untuk memperkuat berbagai kendaraan tempur infanteri (IFV) yang sudah menggunakan kanon 2A42 sebagai senjata utama, seperti BMP-2, BMP-3 (2A72), serta kendaraan tempur lintas udara BMD-4M.

Selain itu, helikopter serang seperti Ka-52 Alligator dan Mi-28NM juga diprediksi akan mengadopsi teknologi ini untuk memberikan perlindungan diri dari ancaman udara rendah.

Dengan integrasi ini, kendaraan-kendaraan lama Rusia mendapatkan peningkatan kemampuan (upgrade) yang signifikan tanpa harus mengganti keseluruhan sistem senjata yang ada.

Mengenai kesiapan operasionalnya, pihak pengembang mengonfirmasi bahwa amunisi pintar ini telah melewati serangkaian uji coba lapangan yang ketat dan menunjukkan hasil yang memuaskan dalam menjatuhkan berbagai jenis drone pengintai maupun kamikaze.

Mengingat urgensi kebutuhan di garis depan, produksi massal amunisi airburst 30 mm oleh NPO Pribor ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2026. Dengan dimulainya produksi skala besar tersebut, Rusia berambisi untuk mendikte kembali aturan main di medan perang elektronik dan kinetik, memastikan bahwa kanon 2A42 yang sudah teruji waktu tetap relevan dan menjadi momok bagi teknologi nirawak lawan di masa depan. (Gilang Perdana)

2A42 30mm: Kanon Ini Yang Bikin Ranpur BVP-2 Dipercaya Sebagai Arsenal Arhanud Korps Marinir