Sukses dalam Operasi Sindoor, Sebagian Besar Rudal Patriot Ukraina Dihancurkan Sistem Hanud S-400

Perang di Ukraina diibaratkan sebagai ajang pembuktian atas kemampuan berbagai jenis alutsista. Salah satu yang menarik dicermati adalah bagaimana kemampuan sistem rudal hanud (pertahanan udara) darat ke udara ‘papan atas’ untuk meladeni atau menangkal serangan atau ancaman dari udara.
Baca juga: Untuk Pertama Kali, India Sukses Uji Coba Sistem Hanud Rudal S-400 “Sudarshan”
Seperti pada hari ini, Kantor Berita Rusia – TASS (15/8/2025), menyebut ketidakmampuan sistem rudal hanud Ukraina untuk menangkal serangan dari Angkatan Udara Rusia. Selama operasi militer khusus (SVO), sistem rudal hanud (anti pesawat buatan Barat) telah menunjukkan ketidakmampuan untuk menahan serangan dari elemen Angkatan Udara Rusia dan sistem pertahanan udara Rusia. Sebuah sumber di industri pertahanan Rusia menyampaikan hal ini kepada TASS.
Upaya Angkatan Bersenjata Ukraina untuk membatasi serangan udara Rusia dengan menggunakan sistem rudal hanud buatan Barat digagalkan oleh sistem hanud Rusia. Selama operasi pertahanan udara, kru tempur hanud Rusia berhasil mencegat rudal hanud buatan Barat yang menyerang pesawat militer Rusia.
Sumber dari industri pertahanan Rusia menjelaskan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina telah aktif menggunakan rudal hanud S-200, SAMP/T, dan Patriot untuk melawan jet tempur Rusia Sukhoi Su-34 dan Su-35 sejak akhir 2023. Sumber tersebut menambahkan bahwa “selama satu setengah tahun terakhir, kru pertahanan udara Rusia telah mencegat hampir dua lusin rudal hanud buatan Barat yang menyerang pesawat Angkatan Udara Rusia dengan kecepatan supersonik – dari 870 hingga 1.178 meter per detik (hingga Mach 3,5).”
Donatur Terancam ‘Tekor’, Ukraina Luncurkan 30 Rudal Hanud Patriot PAC-3 Hanya Dalam 120 Detik
Yang menarik, TASS menyebut sekitar setengahnya (yang berhasil dihancurkan sistem hanud Rusia) adalah rudal MIM-104D dari sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat.
Nah, yang menjadi algojo rudal MIM-104D Patriot Ukraina ternyata adalah sistem rudal hanud S-400, yang diklaim menunjukkan efektivitas terbesar dalam intersepsi semacam itu.
Bukan sebatas klaim dari Rusia, reputasi sistem hanud S-400 diakui India sangat memuaskan dalam Operasi Sindoor (ketegangan militer dengan Pakistan), bahkan ada kabar India ingin menambah pesanan S-400. Seperti dikutip India Today, India secara resmi telah menyatakan niatnya untuk membeli dua sistem (baterai) S-400 lagi setelah kesuksesan penerapan sistem yang sudah ada selama Operasi Sindoor.
Bukan Cuma Rafale, India Kerahkan Perdana Rudal Hanud S-400 Saat Hadapi Serangan Balik Pakistan
Hal itu diutarakan Ajit Doval, pejabat tinggi India yang menjabat sebagai National Security Adviser (NSA). Dalam kunjungan Ajit ke Moskow difokuskan pada penguatan kerja sama pertahanan, termasuk pembelian tambahan S-400 serta kemungkinan kerjasama terkait jet tempur stealth Su-57.
Dalam Operasi Sindoor, S-400 disebut sebagai “game-changer” dalam pertahanan udara. Air Chief Marshal A.P. Singh menyebut sistem S-400 sebagai game-changer, berkat kemampuannya menembak jatuh setidaknya lima jet tempur Pakistan dan satu pesawat AWACS/ELINT dari jarak sekitar 300 km, yang dicatat sebagai surface-to-air kill terjauh dalam sejarah India.

Sementara S-400 menjadi tulang punggung luar dalam pertahanan, sistem Akashteer—platform domestik, menangkal seluruh serangan drone dan rudal kecil Pakistan dengan tingkat keberhasilan 100%, menunjukkan bagaimana integrasi sistem pertahanan multi-layer bekerja efektif.
Menurut laporan IISS (International Institute for Strategic Studies), lembaga think thank yang berbasis di London, S-400 disebut memiliki kemampuan pelacakan dan penanganan banyak target secara simultan—dengan radar phased-array, multi-missile mix, dan konstruksi mobile—yang memungkinkan penumpukan efektif terhadap berbagai ancaman udara dalam operasi ini. (Gilang Perdana)


