Shaanxi Y-30 Terlihat Terbang Perdana, Bakal Goyang Pasar A400M dan Super Hercules?

Setelah C-17A Globemaster yang di-‘copy’ sebagai Xian Y-20 Kunpeng, maka ada kejutan lain dari Cina di penghujung tahun, yaitu dengan terlihatnya penerbangan pertama prototipe pesawat angkut sedang (medium class military cargo) Y-30. Membetot perhatian netizen global, pasalnya Y-30 punya kemiripan desain dengan Airbus A400M.

Baca juga: Xian Y-20 Kunpeng Mulai Gunakan Mesin Baru (WS-20) Buatan Dalam Negeri, Diklaim Lebih Bertenaga

Kemunculan Y-30 mencerminkan ambisi yang berkembang dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk dapat melakukan operasi di luar wilayah mereka, termasuk dari lapangan terbang yang tidak disiapkan.

Y-30 adalah produk dari Shaanxi Aircraft Corporation. Pesawat ini diharapkan dapat menjadi pengganti parsial untuk pesawat angkut turboprop bermesin empat Y-9 (juga buatan Shaanxi).

Meskipun awalnya ada spekulasi bahwa pesawat angkut menengah/berat Cina yang baru ini akan ditenagai oleh sepasang mesin turbofan (mirip C-2 Jepang versi kecil), Y-30 justru ditenagai oleh empat mesin turboprop. Hal ini membuatnya secara visual menyerupai Airbus A400M.

Desain yang mirip dengan A400M meliputi badan pesawat lebar, yang menawarkan volume internal yang besar, terutama dibandingkan dengan Y-9. Kemudian terdapat ramp pemuatan belakang untuk memuat kargo dan kendaraan.

Selain itu Y-30 dibekali dengan roda pendaratan tugas berat, membuatnya cocok untuk beroperasi dari landasan pacu yang pendek dan tidak disiapkan (poorly prepared landing strips). Dan yang paling identik adalah desain ekor-T (T-Tail Empennage) yang berbentuk T.

Meskipun terlihat mirip A400M, Y-30 diperkirakan berada dalam kelas yang berbeda. Mesin yang digunakan dilaporkan adalah turboprop WJ-10 (sekitar 6.800 hp) atau WJ-16 (sekitar 5.140 hp). Mesin ini secara signifikan kurang bertenaga dibandingkan mesin Europrop TP400-D6 berdaya 11.000 hp yang digunakan pada A400M. Hal ini mengindikasikan bahwa Y-30 secara keseluruhan lebih kecil dan memiliki kapasitas muatan yang lebih terbatas, membuatnya lebih setara dengan Lockheed C-130J Hercules.

Dengan kapasitas muatan sekitar 30 ton, Y-30 berada di atas C-130J dan Y-9, tetapi di bawah A400M. Hal ini menjadikan Y-30 sebagai pesawat angkut yang mengisi celah (gap) antara pesawat strategis Y-20 (setara C-17) dan pesawat yang lebih kecil.

Jika uji coba berhasil, Y-30 kemungkinan akan menggantikan armada Y-9 dan memungkinkan pensiunnya armada Y-8 yang sudah tua.

Dalam gelar operasi, Y-30 sangat cocok untuk operasi dari pangkalan yang tersebar dan bahkan pangkalan yang kurang memadai atau austere bases. Ini akan sangat berharga untuk mengirim pasukan dan peralatan ke pos-pos terdepan Cina, seperti pos pulau, atau selama konflik yang melibatkan India atau operasi invasi Taiwan.

Seperti desain pesawat angkut Cina lainnya, Y-30 memiliki keuntungan besar karena kebal terhadap pembatasan ekspor yang ketat yang biasanya berlaku untuk desain Barat. Hal ini membuka peluang besar untuk diekspor ke negara-negara yang dilarang membeli C-130J atau A400M dari negara-negara Barat. (Bayu Pamungkas)

Airbus Canangkan Peningkatan Kapasitas Muatan A400M Atlas, dari 37 Jadi 40 Ton

2 Comments