Setelah Turangga, Kini RCWS Aselsan SARP Dipasang Pada Rantis J-Force 4×4 Kopassus

Setelah sebelumnya dipasang pada kendaraan tektis (rantis) lapis baja Turangga 4×4 milik Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) – d./h Paskhas TNI AU, kini modul modul RCWS (Remote Control Weapon Station) buatan Turki, Aselsan SARP dipasang pada rantis J-Force 4×4 yang akan digunakan oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD.
Baca juga: Aselsan SARP, Modul RCWS di Rantis Turangga 4×4 Paskhas TNI AU
Perusahaan pertahanan dan elektronik Turki, Aselsan, telah menyelesaikan integrasi dan pengujian tembak langsung dua sistem tempur untuk satuan elite Kopassus. .
Menurut pernyataan yang diterbitkan oleh Aselsan Indonesia, modul RCWS Aselsan SARP 12,7 mm dan SEDA Gunshot Detection System berhasil diintegrasikan pada platform yang ditentukan dan diuji dengan amunisi asli. Sistem tersebut dipasok untuk kebutuhan pasukan khusus dan dievaluasi di lapangan tembak Kopassus di Bandung, Jawa Barat
Aselsan menyatakan bahwa sistem terintegrasi tersebut telah menyelesaikan uji tembak verifikasi kinerja dan mencapai semua pengujian dengan baik. Evaluasi tersebut mengkonfirmasi fungsionalitas sistem, akurasi, dan kinerja integrasi dalam kondisi tembak langsung.

Modul RCWS SARP 12,7 mm dengan senapan mesin berat M2HB, dirancang untuk memungkinkan operator untuk menyerang target dari dalam kendaraan yang terlindungi, mengurangi paparan awak sambil mempertahankan daya tembak. Sebagai sistem RCWS, modul SARP dilengkapi fitur laser range finder untuk akurasi tembakan, gyro stabilization, computer based fire control functions, day and night imaging, automatic target tracking dan last ammunition warning.
Selain dioperasikan lewat remote, dalam kondisi terdesak sistem senjata ini dapat dioperasikan secara manual. Dikutip dari situs aselsan.com, SARP RCWS dapat dioperasikan dalam rentang suhu -32 sampai 55 derajat celcius. Aselsan SARP juga dapat dioperasikan secara wireless dengan jaminan bebas dari kemungkinan di jamming dengan jalur transmisi yang secure menggunakan enkripsi.


Sementara SEDA Gunshot Detection System dimaksudkan untuk memberikan deteksi akustik dan lokalisasi tembakan senjata ringan secara real-time, mendukung kesadaran situasional yang lebih cepat selama operasi. (Bayu Pamungkas)
Sistem-sistem tersebut mulai digunakan oleh Kopassus, termasuk dalam misi kontra-terorisme, pengintaian khusus, dan aksi langsung. Upaya integrasi ini merupakan penyebaran operasional pertama dari kombinasi sistem spesifik ini di dalam unit tersebut.
Aselsan Indonesia menyatakan bahwa mereka mengkoordinasikan dan mendukung kegiatan integrasi dan pengujian secara lokal, bekerja sama dengan mitra, insinyur, dan tim lapangan Indonesia sepanjang proses tersebut. Perusahaan tersebut mengatakan kehadiran lokalnya memainkan peran sentral dalam memastikan tenggat waktu terpenuhi dan persyaratan teknis ditangani di lokasi. (Bayu Pamungkas)



duh kenapa gak pake RWS Buatan Indonesia RWS Respati