Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan saat menjajal senapan serbu AM1. (Foto:Pindad)
Meniggalkan desain SS1 dan SS2 yang telah mencetak sukses, kini PT Pindad merilis senapan serbu terbarunya yang sepintas mirip dengan senapan serbu besutan Jerman, Heckler & Koch (H&K) HK416. Yang dimaksud adalah senapan serbu Pindad AM1 yang pada awal Januari lalu diperkenalkan oleh BUMN Strategis asal Bandung tersebut. (more…)
Untuk ukuran rantis lapis baja dengan kemampuan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), Alvis Mamba 4×4 terbilang unik, lantaran sasis rantis ini terbilang pendek, yang mengesankan Mamba tampil imut. Dan dari ajang Perang di Ukraina yang belum juga redup, ada kabar bahwa Mamba ikut diterjunkan di medan perang, persisnya rantis 4×4 ini dihibahkan oleh Estonia kepada militer Ukuraina. (more…)
Rantis lapis baja produksi Thales Australia, yakni Bushmaster 4×4 bukan jenis arsenal baru di lingkup TNI AD, rantis dengan kualifikasi Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) ini, dalam jumlah kecil sudah sejak tahun 2014 dioperasikan oleh Satgultor 81/Kopassus. Bahkan PT Pindad di tahun 2016 sempat mengembangkan Bushmaster versi Indonesia yang diberi label “Sanca”. (more…)
Meski Heckler & Koch (H&K) dibuat kecewa atas keputusan Bundeswehr (angkatan bersenjata Jerman) yang lebih memilih Haenel MK 556 sebagai senapan serbu HK G36, namun ada proyek besar yang mampu membuat bangga nama manufaktur senjata asal Negeri Bavaria tersebut, dimana produk andalan H&K justru dipercaya sebagai senapan serbu untuk angkatan bersenjata Perancis. (more…)
Rantis dengan model buggy tubular sejak lama dikenal sebagai ‘sahabat’ pasukan elite. Sebut saja Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang mengoperasikan Flyer 4×4dan P6-ATAV. Pun model rantis buggy juga dipercaya sebagai wahana andalan oleh pasukan elite Inggris, Special Air Service (SAS) yang pada dekade 80/90-an menggunakan Saker, jenis rantis Light Rapid Deployment Vehicle (LRDV) atau Light Strike Vehicle (LSV). (more…)
Bila pada defile HUT TNI ke-72, 5 Oktober 2017, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD memperlihatkan rantis baru jenis P6-ATAV dan Jankel Al-Thalab LRPV (Long Range Patrol Vehicle) 4×4, maka pada HUT TNI ke-74, 5 Oktober 2019, Kopassus kembali akan memperlihatkan rantis terbarunya dari jenis lapis baja dengan kualifikasi MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) 4×4. (more…)
Di arsenal senjata perorangan TNI, ternyata bukan Uzi dan Brugger & Thormet MP9 saja sebagai Submachine Gun yang hadir dengan magasin terletak di dalam grip, ada satu senjata lain dari Jerman, persisnya produksi Heckler & Koch yang telah digunakan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Yang dimaksud disini adalah H&K MP7, jenis Submachine Gun yang menggunakan kaliber unik, 4,6 x 30 mm. (more…)
Yang disebut Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) sudah bukan hal baru dalam definisi peperangan bawah permukaan. Menjadi kepanjangan peran kapal selam, KTBA atau SDV (Seal Delivery Vehicle) menjadi kunci daya gerak bagi satuan elite dengan spesialis peperangan bawah laut, seperti Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL. Tak hanya di lingkup TNI AL, satuan elite lain seperti Kopassus (Komando Pasukan Khusus) juga mempunyai KTBA, meski dalam dimensi yang lebih kecil. (more…)
130 hari merupakan waktu yang panjang dalam sebuah drama penyanderaan di Mapenduma, Papua. Sebelas peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 mengalami tragedi yang tak terlupakan saat disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik pada 8 Januari 1996. Lewat perjuangan dan lika liku upaya pembebasan, aksi militer yang dikenal sebagai Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma baru berakhir pada 9 Mei 1996. (more…)
Sebagai pasukan elite, penguasaan pada kemampuan terjun payung tentu sudah menjadi sesuatu yang mutlak. Dan salah satu yang juga wajib dikuasi adalah kemampuan terjun payung dengan metode military free fall atau high altitude military parachuting. Disini penerjun diterjunkan dari pesawat dalam ketinggian yang cukup tinggi, maka olah gerakan yang juga melekat dikuasai adalah skydiving. Dan merujuk ke pakem yang ada, military free fall terbagi dalam dua teknik, yakni HALO (High Altitude Low Opening) and HAHO (High Altitude High Opening). (more…)