Satuan elit Grup 5 Kopassus TNI AD baru-baru ini memperkuat taringnya di bidang intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan mengakuisisi drone canggih V-Bat buatan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Shield AI. Langkah ini menempatkan Korps Baret Merah pada level baru dalam peperangan asimetris modern, di mana mobilitas tinggi dan kemampuan deteksi dini menjadi kunci kemenangan di lapangan. (more…)
Setelah sebelumnya dipasang pada kendaraan tektis (rantis) lapis baja Turangga 4×4 milik Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) – d./h Paskhas TNI AU, kini modul modul RCWS (Remote Control Weapon Station) buatan Turki, Aselsan SARP dipasang pada rantis J-Force 4×4 yang akan digunakan oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD. (more…)
Jankel LRPV (Long Range Patrol Vehicle) yang digunakan Kopassus terbilang jarang disebut dalam jagad rantis TNI. Kendaraan taktis berdesain tubular dengan rollbar ini tampilannya memang cenderung biasa-biasa saja. Tapi jangan salah kira, rantis 4×4 dengan mesin Toyota Hilux dan sasis dari Toyota Land Cruiser pickup ini adalah besutan Jankel Armouring Limited, produsen kendaraan militer dari Inggris. (more…)
Prabowo Subianto dan Wiranto mengendarai Flyer 4×4, (Agustus 1997)
Sebagai unit tempur elit dengan kemampuan penyerbuan cepat, wajar bila Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD memiliki beragam kendaraan taktis (rantis). Sebagaimana pasukan khusus kelas dunia, pola gerakan Kopassus jelas beda dengan pasukan reguler, Kopassus lebih mengedepankan assault dengan unit pasukan berjumlah personel sedikit tapi mematikan. Untuk menunjang misi tersebut rantis yang dipunyai korps baret merah ini ukurannya relatif kecil. (more…)
Namanya jelas kondang di jagad senapan serbu, siapa yang tak kenal Heckler & Koch (H&K) G36, senapan dengan desain futuristik yang ikut di endorse Tom Cruise dalam Mission Impossible III. Meski debutnya tak semoncer HK416 dan MP5, senapan serbu asal Jerman yang pernah dianggap bermasalah soal overheat ini pun lumayan banyak digunakan oleh beragam satuan khusus dunia, baik militer maupun kepolisian. Termasuk pasukan elite TNI yang turut menggunakan beberapa varian G36. (more…)
Selain telah digunakan oleh Ukraina dalam berperang melawan Rusia, rantis serbu Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) Mamba 4×4 juga populer di Indonesia, lantaran menjadi salah satu rantis andalan pada Sat-81/Gultor Kopassus. Dan belum ini ada kabar seputar rantis Mamba yang datang dari Uruguay. (more…)
Warga Moskow tengah mendapat tontonan baru, yakni digelarnya pameran alutsista rampasan dari perang Ukraina “War Trophies”, yang berlangsung selama satu bulan di Victory Park. Sekitar 30 kendaraan tempur (ranpur) dan kendaraan taktis (rantis) dari 12 negara donatur Ukraina, dipamerkan dalam kondisi mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. (more…)
Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan saat menjajal senapan serbu AM1. (Foto:Pindad)
Meniggalkan desain SS1 dan SS2 yang telah mencetak sukses, kini PT Pindad merilis senapan serbu terbarunya yang sepintas mirip dengan senapan serbu besutan Jerman, Heckler & Koch (H&K) HK416. Yang dimaksud adalah senapan serbu Pindad AM1 yang pada awal Januari lalu diperkenalkan oleh BUMN Strategis asal Bandung tersebut. (more…)
Untuk ukuran rantis lapis baja dengan kemampuan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), Alvis Mamba 4×4 terbilang unik, lantaran sasis rantis ini terbilang pendek, yang mengesankan Mamba tampil imut. Dan dari ajang Perang di Ukraina yang belum juga redup, ada kabar bahwa Mamba ikut diterjunkan di medan perang, persisnya rantis 4×4 ini dihibahkan oleh Estonia kepada militer Ukuraina. (more…)
Rantis lapis baja produksi Thales Australia, yakni Bushmaster 4×4 bukan jenis arsenal baru di lingkup TNI AD, rantis dengan kualifikasi Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) ini, dalam jumlah kecil sudah sejak tahun 2014 dioperasikan oleh Satgultor 81/Kopassus. Bahkan PT Pindad di tahun 2016 sempat mengembangkan Bushmaster versi Indonesia yang diberi label “Sanca”. (more…)