Rudal MANPADS Anza – Buatan Pakistan, Andalan Pasukan Linud Angkatan Darat Malaysia

Ada yang khas dari pasukan Lintas Udara (Linud) Malaysia, yakni unit tempur pasukan payung Angkatan Darat Malaysia (10th Parachute Brigade) dilengkapi dengan rudal darat ke udara MANPADS (Man Portable Air Defence System) jenis Anza Mk II. Nama Anza memang kalah populer dibandingkan FIM-92 Stinger atau Mistral, namun rudal MANPADS buatan Pakistan ini, ternyata telah digunakan oleh Libya, Sri Lanka, Bangladesh, Zimbabwe, Suriah dan Ukraina.

Baca juga: Gantikan FIM-92 Stinger, Mulai Tahun 2028 Angkatan Darat Italia Terima Rudal VSHORAD MANPADS Fulgur

Situs wikipedia.org menyebut, 100 sistem Anza Mk I telah diterima Malaysia pada tahun 2002, dan 500 sistem Anza Mk II dikirim sebagai bagian dari kesepakatan senjata senilai RM446 juta dengan Pakistan.

Keberadaan rudal MANPADS Anza mencerminkan upaya Pakistan untuk mencapai kemandirian dalam sistem pertahanan udara jarak pendek (VSHORAD) di tengah ketegangan geopolitik dan pembatasan ekspor senjata dari Barat pada era 1980–1990-an. Latar belakang era Perang Afghanistan pada 1980-an, menjadi momen perhatian Pakistan pada efektivitas MANPADS, khususnya setelah MANPADS seperti FIM-92 Stinger terbukti efektif.

Pengalaman dari Perang Afghanistan mendorong Pakistan untuk memiliki sistem MANPADS buatan sendiri, karena akses ke Stinger terbatas dan keinginan Pakistan untuk lepas dari ketergantungan senjata impor.

Untuk itu, pada akhir 1980-an, Pakistan bekerja sama dengan Cina, menggunakan desain dasar HN-5B (varian dari Soviet SA-7 Grail/Strela-2). Sistem ini dikembangkan oleh Kahuta Research Laboratories (KRL), lembaga yang juga mengembangkan program nuklir Pakistan. Uji coba rudal Anza Mk I berlangsung akhir 1980-an, dan rudal ini mulai diproduksi tahun 1990.

Anza yang berasal dari bahasa Urdu, berarti “panah”, mulai digunakan secara aktif oleh Angkatan Darat Pakistan sejak awal 1990-an dan digunakan dalam berbagai latihan militer seperti Al-Shamsheer, dan diuji dalam operasi tempur terbatas di wilayah perbatasan. Dilaporkan juga dipakai melawan target UAV dan helikopter penyusup di perbatasan Kashmir (LoC).

Anza diproduksi secara massal oleh Pakistan Ordnance Factories (POF), dari spesifikasi, rudal dengan peluncur dari bahu (shoulder-launched), mengusung sistem pemandu berupa Infrared homing (heat-seeking) dengan hulu ledak fragmentasi HE (High Explosive).

Rudal Anza punya panjang 1,5 meter dan diameter 72 mm. Berar total sistem rudal ini ada di rentang 16 – 18 kg (tabung peluncur bahu dan sighting system).

Anza sudah hadir dalam tiga varian, Anza Mk I, dibuat berdasarkan desain Cina HN-5B, yang merupakan turunan dari Soviet SA-7 Grail (Strela-2). Anza MK 1 punya jangkauan pendek 4.000 meter dengan seeker IR pasif sederhana.

Kemudian varian Anza Mk II diluncurkan pada tahun 1994, yaitu dengan peningkatan pada seeker dan kemampuan deteksi, lebih baik dalam melawan flare dan gangguan jamming infrared. Anza Mk II punya jangkauan 5.000 meter dan altitude efektif 2.500–3.500 meter.

Anza Mk III, diperkenalkan sekitar 2006–2008, merupakan varian paling modern dan signifikan, dikembangkan dengan bantuan Swedia dan Cina. Anza Mk III mengadopsi sistem pemandu advanced infrared homing dan lebih tahan terhadap jamming. Anza Mk III punya jangkauan maksimum 5.000 meter dan altitude 4,.000 meter. Kecepatan rudal ini sekitar 600–650 meter per detik (Mach 2). (Gilang Perdana)

Kamboja Resmi Akuisisi Rudal MANPADS QW-3, Indonesia Pengguna Senior di Asia Tenggara