Rheinmetall dan MBDA Tuntaskan Sea Trial Senjata Laser dalam Kontainer, Mulai Digunakan Angkatan Laut Jerman pada 2029

Setelah satu tahun uji coba laut, Rheinmetall dan MBDA kini mengumumkan tuntasnya tahap sea trial atas senjata laser energi tinggi – (High Energy Laser/HEL) dalam kontainer yang ditempatkan pada fregat Angkatan Laut Jerman Sachsen selama lebih dari satu tahun.
Setelah ini, senjata laser dalam kontainer akan menjalani pengujian lebih lanjut di darat sebelum nantinya resmi dioperasikan Angkatan Laut Jerman pada tahun 2029.
Senjata ini dirancang dalam sebuah kontainer 20 kaki standar (20-foot container) yang berisi semua komponen penting, seperti sumber laser, sistem pendingin, dan unit kontrol. Hal ini menjadikannya sangat modular, bisa dipasang dengan cepat di kapal perang mana pun yang memiliki ruang dek yang sesuai, mirip seperti menempatkan peti kemas biasa.
Senjata laser dipandang praktis, terlebih dengan harganya hanya sekitar satu dolar per ‘amunisi’, memiliki keunggulan luar biasa, terutama terhadap drone dan target kecil, cepat, dan murah, karena tidak memerlukan tindakan balasan berbiaya ratusan ribu dolar per tembakan.

Senjata laser dari Rheinmetall dan MBDA dirancang sebagai sistem all-in-one yang dapat dimuat di dalam kontainer pengiriman standar, sistem ini telah menjalani uji coba laut di atas fregat Angkatan Laut Jerman F124 class, FGS Sachsen, selama lebih dari setahun dengan 100 uji tembak langsung yang dilakukan untuk mengevaluasi kekokohan, kinerja, efektivitas, dan presisinya.
Uji coba ini mencakup pelacakan dan penjinakan drone non-kooperatif, lawan kawanan (swarm) drone, dan speedboat, serta pelacakan target di langit terbuka, yang dapat menjadi sulit karena kurangnya kontras antara langit dan target.
Kinerja Senjata Laser Anti Drone Memble di Iklim Panas Arab Saudi, Ini Sebabnya!
Menurut Rheinmetall, sistem laser tersebut kini telah dipindahkan ke Laser Competence Center at the Technical Center for Weapons and Ammunition (WTD 91) di Meppen untuk pengujian lebih lanjut di darat dengan fokus pada penanganan serangan pesawat tak berawak.
Diharapkan sistem ini akan mulai beroperasi untuk Angkatan Laut Jerman pada tahun 2029 dan kemampuan sistem akan diperluas untuk menangani rudal supersonik, mortir, roket, dan peluru artileri.
Dalam proyek yang disebut High-Energy Laser Naval Demonstrator, Rheinmetall bertanggung jawab atas sumber laser berenergi tinggi itu sendiri (saat ini sekitar 20 kW, tetapi dapat ditingkatkan/scalable), sistem pembidikan, dan integrasi mekanis kontainer di kapal.
Sementara itu, MBDA bertanggung jawab atas sistem deteksi dan pelacakan target (tracking), serta integrasi ke dalam sistem komando dan kontrol kapal. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
AS Batalkan Penjualan F-35, Kini Rusia Tawarkan Jet Tempur Sukhoi Su-35 Ke Turki
60 Comments | Jul 20, 2019 -
Microdrone MD4-1000: Drone Quadcopter Pilihan Satuan Elite TNI AL
6 Comments | Feb 27, 2016 -
Honeywell MK46: Jejak Sejarah Torpedo Ringan Andalan 2 Jenis Kapal Perang TNI AL
6 Comments | Oct 5, 2018 -
ZBD-04: Ranpur IFV Amfibi Produksi Cina dengan Desain Mirip BMP-3
6 Comments | Jan 28, 2021


